Sidang Terbuka ITB dalam rangka Dies Natalis ke-63 ITB Rabu, 2 Maret 2022
Peringatan Dies Natalis ITB ke 62
Institut Teknologi Bandung (ITB) menggelar Sidang Terbuka dalam rangka Peringatan Dies Natalis ITB ke-60 di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB, Jl Tamansari, Bandung, Rabu (6/3/2019). Dies kali ini semakin meneguhkan perjalanan ITB sebagai entrepreneurial university. Hal itu sebagaimana disampaikan Rektor ITB Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA dalam pidato sambutannya yang mengangkat tema tentang perguruan tinggi entrepreneurial dan Industri 4.0. Menurut Rektor, pada dasarnya entrepreneurial merupakan suatu upaya untuk menciptakan perubahan dengan cara pengejaran kesempatan melampaui sumber daya yang tersedia. Entrepreneurial mencakup upaya-upaya yang berorientasi komersial ataupun non-komersial, atau yang dikenal sebagai social entrepreneurial. Dijelaskan Rektor, kemampuan dan karakter penting yang berkaitan dengan entrepreneurship antara lain, pertama menggali peluang-peluang dan menemukenali peluang- peluang baru, kedua menjalin dan memperluas jejaring baik untuk tujuan penggalian peluang-peluang jangka pendek maupun jangka panjang; dan ketiga menciptakan nilai atau benefit bagi berbagai kalangan di masyarakat. “Secara sederhana dapat dikatakan bahwa perguruan tinggi entrepreneurial adalah perguruan tinggi yang memiliki kemampuan dan karakter entrepreneurial,” ucapnya. Salah satu indikator yang penting bagi perguruan tinggi entrepreneur ialah stakeholder engagement, atau hubungan antara perguruan tinggi dengan berbagai pemangku kepentingan, mencakup kemitraan yang aktif dengan para pelaku di daerah-daerah, para pelaku UMKM, serta interaksi dengan para pelaku bisnis dan organisasi publik. Juga tak kalah penting ialah internationalization. “ITB telah menempuh berbagai langkah kelembagaan dan keorganisasian untuk meningkatkan stakeholder engagement dan internationalization tersebut,” kata Rektor. Rektor juga menyampaikan beberapa pencapaian yang telah ditorehkan ITB selama ini. Tahun 2019, ITB tercatat telah memiliki 136 program studi dari berbagai strata (S1, S2, dan S3). Hampir semua program studi di ITB terakreditasi A oleh BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi), yaitu 87,5% S1; 92,3% S2; dan 100% S3. Kemudian, 36 program studi diantaranya juga telah mendapatkan akreditasi dari berbagai lembaga akreditasi internasional, yaitu ABET, ASIIN, RSC, KAAB, JABEE, ABEST21 dan IABEE. Riset yang dilakukan peneliti ITB juga menunjukkan skala pertumbuhan positif dengan mencapai 1.266 Judul penelitian di tahun 2018. Demikian pula publikasi, dimana di tahun 2018 angka publikasi ITB bahkan telah mencapai angka total 1.892 untuk Scopus dan WoS. Angka publikasi ini naik dari jumlah publikasi ITB di tahun-tahun sebelumnya yang berada di angka 1.811 pada tahun 2017, 1.514 di tahun 2016, 1.276 tahun 2015, dan 1.052 di tahun 2014. Pada dies kali ini, menjadi momen yang spesial karena ITB memberikan penganugerahan Doktor Kehormatan (Honoris Causa) kepada Prof. Finn Erling Kydland, yang merupakan profesor di bidang ekonomi asal Norwegia yang menerima Nobel Ekonomi pada tahun 2004 atas kontribusinya bersama Profesor Edward C pada teori time inconsistency dan business cycle. Selain itu, juga diberikan penghargaan kepada sejumlah staff pengajar di ITB sebagai bentuk apresiasi terhadap karya prestasi dan dedikasi yang luar biasa kepada institusi, yaitu 5 penerima penghargaan bidang Ganesa Wira Utama, 11 penerima penghargaan bidang pengajaran, 12 penerima penghargaan bidang penelitian, 16 bidang karya inovasi, dan 12 bidang pengembanan institusi. Sidang terbuka Dies Natalis ITB ke-60 diikuti oleh Pimpinan ITB, Majelis Wali Amanat, Senat Akademik, Forum Guru Besar, tamu kehormatan, dosen dan mahasiswa, serta segenap civitas academica ITB.
Peringatan Dies Natalis ke- 59 Institut Teknologi Bandung. Pidato Ilmiah, oleh : Prof. Dr. I Ketut Adyana, Apt. " Harmony with Nature: In Harmonia Progressio "
Memperingati Dies Natalis ke-58, Institut Teknologi Bandung mengadakan rangkaian acara yang diawali dengan sidang terbuka di Aula Barat ITB pada Kamis (02/02/17). Rangkaian sambutan diawali oleh Ketua Senat Akademik ITB, Prof. Indratmo Soekarno. Menyusul kemudian sambutan mengenai Innovation Ecosystem di ITB dari Ketua Majelis Wali Amanat ITB, Betti Alisjahbana. Sambutan terakhir diberikan oleh Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA selaku Rektor Institut Teknologi Bandung. Pada sambutannya, Rektor ITB menyampaikan perkembangan ITB yang sedang bergerak dari research university menuju entrepreneurial university, dalam rangka merealisasikan visi Indonesia sebagai poros maritim dunia. Sidang terbuka yang dimulai dengan penampilan memukau dari Paduan Suara Mahasiswa (PSM) dan Keluarga Paduan Angklung (KPA) ITB diisi dengan Pidato Ilmiah yang disampaikan oleh Dr. Andri Dian Nugraha, S.Si, M.Si dari Kelompok Keahlian Geofisika Global, Program Studi Teknik Geofisika ITB. Pidato Ilmiah yang disampaikan berjudul “Tomografi Seismik 3D untuk Pencitraan Struktur Bawah Permukaan pada Zona Tektonik Aktif dan Eksplorasi Energi Geotermal” berisi pemaparan singkat pengembangan teknologi tomografi untuk integrasi penyediaan energi terbarukan ramah lingkungan dan mitigasi bencana. Di penghujung agenda, ITB menganugerahkan penghargaan kepada para dosen di bidang pengajaran, bidang penelitian, bidang karya inovasi, dan bidang pengembangan institusi. Menyusul sebagai bagian dari rangkaian acara Dies Natalis ke-58 ITB yaitu agenda Pameran Karya dan Inovasi Staf Pengajar dan Mahasiswa ITB serta open house yang biasa dikenal sebagai “Aku Masuk ITB” (AMI) pada 5 Maret 2017. Turut meramaikan penghujung agenda, yaitu Jazz Aula Barat #4 bersama Nita Aartsen Quatro yang akan digelar di Aula Barat ITB pada 10 Maret 2017.
Sivitas akademika Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali melaksanakan sidang terbuka memperingati Dies Natalis Ke-56 ITB. Bertempat di Aula Barat, Senin (02/03/15) acara ini dihadiri oleh berbagai elemen sivitas akademika mulai dari Rektor ITB, Senat Akademik, Forum Guru Besar sampai dengan mahasiswa dan juga perwakilan tenaga kependidikan. Pidato ilmiah Dies Natalis ITB kali ini diberikan oleh Dr. Ir. Subagjo, staf pengajar Fakultas Teknologi Industri ITB, selaku Ketua Masyarakat Katalis Indonesia (MKICS) bertajuk "Restorasi Semangat Membuat Baju dari Batu:Peranan ITB dalam Pengembangan Katalis Nasional". Acara Dies Natalis ini diisi juga oleh Prof. Hermawan K. Dipojono sebagai Direktur Kelembagaan dan Kerjasama Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) yang membacakan sambutan Menteri tentang "Kebijakan Pendidikan Tinggi dan Harapan pada ITB". Tiga kata kunci yang penting dalam pemikiran tersebut adalah mutu, inovasi dan daya saing bangsa. ITB diharapkan dapat menjadi acuan mutu dengan terus meningkatkan produktivitas publikasi dan paten serta menjadi pusat penghasil ilmu pengetahuan bangsa. Secara khusus disampaikan keinginan agar ITB dapat meningkatkan jumlah karya yang terindeks Scopus menjadi minimal 1000. Kemenristikdikti siap memberikan bantuan dana agar hal tersebut bisa terlaksana. Disamping itu ITB diharapkan terus melakukan hilirisasi hasil kajian dan penelitiannya guna mendorong penguatan inovasi bangsa. Kemenristekdikti mendukung keinginan ITB untuk menjadi Entrepreneurial University. Dalam Sidang Terbuka ITB ini juga diberikan Penghargaan ITB dalam Bidang Pengajaran, Penelitian dan Karya Inovasi sebagai bentuk apresiasi pimpinan ITB terhadap prestasi dan kontribusi staf pengajar dalam pengembangan ITB. Selain diadakannya sidang terbuka,diadakan juga Pameran Produk dan Karya Inovasi bertempat di Aula Timur ITB. Pameran ini berisi produk-produk riset atau karya staf pengajar ITB yang yang sudah siap untuk diterapkan maupun dikomersialisasikan ke pasar. Dies Natalis ke-56 ini dapat dijadikan sebuah momentum bagi seluruh sivitas akademika ITB dibawah kepemimpinan Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi selaku Rektor ITB 2015-2020 untuk membawa semangat baru dalam memberikan pendidikan bagi putra-putri bangsa Indonesia dalam kontribusi terhadap pembangunan Indonesia.
Sidang Terbuka Institut Teknologi Bandung Dies Natalis ke - 55 ITB Pidato Ilmiah oleh : Prof. Dr. Setiawan Sabana, MFA "Wajah seni rupa Indonesia masa kini : Kompleksitas perkembangan dan kreativitas seni"