Mengapa Korsleting Masih Jadi Pemicu Kebakaran Rumah? Begini Penjelasan Pakar ITB

Oleh Mely Anggrini - Meteorologi, 2022

Editor M. Naufal Hafizh, S.S.

Ilustrasi.

BANDUNG, itb.ac.id — Korsleting listrik masih menjadi salah satu penyebab utama kebakaran rumah tinggal, terutama di kawasan permukiman padat. Meski kerap bermula dari kondisi sederhana seperti kabel terkelupas atau sambungan longgar, gangguan ini dapat berkembang menjadi kebakaran besar apabila tidak dikenali sejak awal. Pemahaman yang baik mengenai mekanisme terjadinya korsleting dan faktor-faktor penyebabnya menjadi kunci utama dalam meningkatkan keamanan instalasi listrik di lingkungan rumah.

Bagaimana Korsleting Memicu Kebakaran?

Dosen dan Peneliti Kelompok Keahlian Teknik Ketenagalistrikan, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB, Dr. Ir. Kevin Marojahan Banjarnahor, S.T., M.T., menjelaskan bahwa korsleting listrik pada dasarnya terjadi ketika dua konduktor yang seharusnya tidak saling bersentuhan justru terhubung akibat kerusakan isolasi.

“Secara teknis, korsleting listrik adalah kondisi ketika konduktor bertegangan bersentuhan dengan konduktor yang tidak bertegangan, misalnya karena isolasi kabel rusak akibat gigitan tikus,” ujarnya.

Ketika hubungan singkat terjadi, arus listrik dapat melonjak melebihi kapasitas kabel. Kenaikan arus ini menyebabkan temperatur meningkat sangat cepat pada penghantar maupun sambungan instalasi.

Dr. Kevin menekankan bahwa percikan yang muncul dapat memiliki suhu ekstrem. “Percikan listrik bisa mencapai lebih dari 3.000 derajat Celsius. Jika mengenai material yang mudah terbakar, api dapat langsung menyambar, terlebih bila MCB tidak bekerja optimal,” katanya.

Kondisi ini semakin berbahaya karena korsleting sering tidak menunjukkan gejala awal. Banyak instalasi listrik tersembunyi di balik dinding atau plafon sehingga gangguan seperti rembesan air atau gigitan hewan tidak mudah terdeteksi.

Faktor Umum Penyebab Korsleting

Menurut Dr. Kevin, terdapat beberapa kondisi yang paling sering memicu korsleting di rumah tinggal:

• Isolasi kabel rusak akibat usia, panas berlebih, atau gigitan hewan;
• Sambungan kabel yang tidak sesuai standar, misalnya hanya dililit atau dibalut lakban;
• Stopkontak dan ekstensi berkualitas rendah atau menggunakan kabel berdiameter kecil;
• Peralatan dalam ruangan yang dipakai di area luar ruangan sehingga mudah terkena air;
• Penggunaan MCB atau sekring dengan rating terlalu besar sehingga tidak sensitif terhadap gangguan.

Dr. Kevin juga menyoroti bahwa banyak rumah di Indonesia masih menggunakan instalasi lawas atau tidak memenuhi standar Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL), termasuk tidak adanya grounding yang memadai maupun proteksi tambahan seperti GPAS (Grounding Pole and Surge Arrester System).

Indikasi Awal yang Perlu Diwaspadai

Pendeteksian sejak dini dapat mencegah korsleting berkembang menjadi kebakaran. Beberapa tanda yang patut diperhatikan di antaranya:

• Stopkontak, kabel, atau steker terasa panas;
• Bau gosong atau aroma kabel terbakar;
• Lampu berkedip atau peralatan listrik mati-hidup tanpa sebab;
Miniature Circuit Breaker (MCB) sering turun;
• Isolasi kabel terlihat meleleh, retak, atau menghitam;
• Colokan terasa longgar atau terdengar bunyi berdengung dari stopkontak.

“Sebelum korsleting terjadi, biasanya muncul percikan intermiten yang sebenarnya sudah dapat menjadi sumber api,” katanya.

Langkah Penanganan Saat Terjadi Korsleting

Penanganan cepat sangat penting untuk meminimalkan risiko kebakaran. Dr. Kevin memberikan beberapa langkah utama:

1. Pastikan perangkat proteksi bekerja, atau matikan MCB utama secara manual;
2. Gunakan APAR jenis CO? atau dry powder bila muncul api, dan jangan menyiram dengan air;
3. Evakuasi penghuni rumah untuk memastikan keselamatan;
4. Hubungi pemadam kebakaran bila api tidak terkendali dalam 30 detik;
5. Pastikan aliran listrik sudah terputus sebelum menolong korban tersengat;
6. Gunakan alat berisolasi seperti kayu saat memberikan pertolongan;
7. Lakukan pengecekan instalasi oleh teknisi bersertifikat sebelum menyalakan listrik kembali.

Di tengah meningkatnya risiko korsleting listrik pada musim hujan maupun di kawasan permukiman padat, kewaspadaan terhadap instalasi listrik menjadi semakin penting. Kebakaran akibat korsleting tidak pernah terjadi dalam sekejap—hal itu kerap bermula dari detail kecil yang luput dari perhatian. Di sinilah literasi ketenagalistrikan berperan: semakin baik memahami cara kerja dan potensi gangguannya, semakin kecil peluang masalah kecil berkembang menjadi bencana. Pada akhirnya, rumah yang aman tidak hanya dibangun dari dinding dan atap, tetapi juga dari pengetahuan serta kehati-hatian yang diterapkan setiap hari.

Informasi lebih lanjut mengenai standar instalasi listrik rumah tinggal dapat dilihat pada Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL) melalui laman resmi Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan: https://gatrik.esdm.go.id/frontend/download_index/?kode_category=buku_puil

#stei itb #korsleting listrik #kebakaran