Sekolah Farmasi ITB Kukuhkan 89 Apoteker Baru Semester I Tahun Akademik 2025/2026
Oleh Anggun Nindita
Editor Anggun Nindita
BANDUNG, itb.ac.id — Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (SF ITB) menyelenggarakan Pengambilan Sumpah Apoteker Semester I Tahun Akademik 2025/2026, Rabu (20/5/2026), di Multipurpose Hall, Gedung CRCS, ITB Kampus Ganesha. Pada kesempatan tersebut, sebanyak 89 apoteker baru resmi dikukuhkan.
Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya perjalanan profesional para apoteker baru dalam memberikan kontribusi bagi masyarakat, khususnya di bidang kesehatan dan kefarmasian. Berdasarkan laporan pelaksanaan ujian, seluruh peserta Program Studi Profesi Apoteker SF ITB dinyatakan lulus Uji Kompetensi Nasional Peserta Didik Profesi Apoteker (UKOMNAS PDPA) dengan tingkat kelulusan 100 persen.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Irwan Meilano, S.T., M.Sc., menyampaikan bahwa pengambilan sumpah ini merupakan momentum lahirnya apoteker baru yang akan mengemban profesi penting dan mulia.
“Dunia farmasi berkembang sangat cepat. Namun, di balik seluruh tantangan, ada satu sisi yang tidak berubah, yakni sisi kemanusiaan. Pada akhirnya, pelayanan kesehatan berbicara tentang kemanusiaan, empati, kepercayaan, integritas, dan kepedulian,” ujarnya.
Prof. Irwan juga menekankan bahwa para apoteker baru memiliki peran penting dalam menjawab berbagai tantangan kefarmasian ke depan, termasuk penguatan kemandirian dalam produksi bahan obat yang berkualitas dan terjangkau.
Sementara itu, Kepala Balai Besar POM Bandung, apt. Drs. I Made Bagus Gerametta, menyampaikan bahwa sumpah apoteker bukan sekadar seremoni akademik, melainkan awal dari tanggung jawab profesional. Ia berharap para apoteker baru mampu menjadi tenaga profesional yang adaptif, berintegritas, serta terus mengembangkan diri seiring perkembangan dunia kesehatan.
Anggota Bidang III Kolegium Farmasi Indonesia Pengembangan Kompetensi, apt. Hidayat Setiadji, S.Si., M.Si., yang mewakili Ketua Kolegium Farmasi Indonesia, turut menyampaikan selamat kepada para apoteker baru. Ia mengingatkan bahwa uji kompetensi merupakan pintu masuk, bukan tujuan akhir dari perjalanan profesi.
Menurutnya, seorang apoteker perlu terus mengasah kompetensi, keterampilan, integritas, kemampuan berkolaborasi, serta kepedulian terhadap masyarakat. Ia juga mengajak para apoteker baru untuk melihat daerah-daerah yang masih kekurangan tenaga apoteker sebagai ruang pengabdian.
“Jangan pernah berhenti belajar. Jangan pernah berhenti peduli,” pesannya.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah lulusan juga menerima penghargaan atas capaian akademik dan prestasi ujian. Penghargaan diberikan kepada apt. Putri Karima Bestari, S.Farm., sebagai lulusan dengan IPK tertinggi peminatan Produksi dan Pengawasan Mutu; apt. Adelia Puteri, S.Farm., sebagai lulusan dengan IPK tertinggi peminatan Pelayanan Farmasi; apt. Nursyifa Akmalia, S.Farm., sebagai peraih nilai rataan tertinggi UKOMNAS PDPA CBT dan OSCE di SF ITB; serta apt. Aulia Nurrahmah, S.Farm., sebagai peraih nilai Ujian Apoteker tertinggi tingkat institusi.
Melalui pengambilan sumpah ini, SF ITB berharap para apoteker baru dapat menjaga marwah profesi, menjunjung tinggi integritas, serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui praktik kefarmasian yang profesional, humanis, dan bertanggung jawab.
.jpeg)



