Bangun Lingkungan Kampus Bebas Kekerasan, Satgas PPK ITB Gelar Sosialisasi Bagi Mahasiswa Baru dan Orang Tua
Oleh M. Naufal Hafizh, S.S.
Editor M. Naufal Hafizh, S.S.
Sosialisasi bagi mahasiswa baru Program Sarjana dilaksanakan secara bauran pada Rabu (12/8/2026) di ITB Kampus Jatinangor. Kegiatan ini dirancang untuk membangun pemahaman bersama mengenai batas-batas interaksi, pencegahan berbagai bentuk kekerasan, serta mekanisme penanganan dan akses bantuan yang tersedia bagi mahasiswa.
Ketua Satgas PPK ITB, Rr. Diah Asih Purwaningrum, S.T., M.T., Ph.D., mengatakan, "Mahasiswa baru ITB datang dari berbagai pelosok negeri, dari Sabang sampai Merauke, membawa latar belakang budaya, kebiasaan, hingga nilai-nilai keluarga yang beragam. Perbedaan ini merupakan kekayaan, namun jika tidak disertai pemahaman bersama mengenai batas interaksi di kampus, berpotensi memicu ketidakcocokan yang dapat mengarah pada tindakan kekerasan," ujarnya.
Menurutnya, masa awal perkuliahan menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk berefleksi serta menyesuaikan berbagai kebiasaan yang dibawa dari lingkungan sebelumnya dengan kehidupan kampus yang lebih heterogen. Dengan pemahaman tersebut, mahasiswa diharapkan mampu membangun relasi yang sehat dan turut menjaga lingkungan belajar yang aman bagi sesama.
Bekali Mahasiswa dengan Pencegahan hingga Penanganan Kekerasan
Materi mengenai Satgas PPK dan upaya pencegahan serta penanganan kekerasan disampaikan oleh Dr. apt. Pratiwi Wikaningtyas, S.Farm., M.Si. dan Rr. Diah Asih Purwaningrum, S.T., M.T., Ph.D. Kegiatan juga menghadirkan Kombes Pol. Rumi Untari, S.I.K., M.H., dari Polda Jawa Barat untuk memberikan perspektif terkait penanganan kekerasan dari sisi aparat penegak hukum.
Kehadiran berbagai pemangku kepentingan tersebut menjadi bagian dari upaya ITB memberikan pemahaman yang menyeluruh kepada mahasiswa bahwa pencegahan kekerasan tidak hanya dilakukan setelah sebuah kasus terjadi, tetapi dimulai dari kemampuan mengenali batasan, membangun interaksi yang sehat, mengetahui kanal bantuan, dan berani mencari pertolongan ketika dibutuhkan.
Orang Tua Jadi Bagian Penting dalam Masa Transisi Mahasiswa
Sosialisasi ini juga ditujukan kepada orang tua mahasiswa dan masyarakat umum, yang mengikuti melalui tayangan YouTube ITB.
Ketua Satgas PPK ITB mengatakan, keterlibatan orang tua sangat penting, khususnya mendampingi mahasiswa menjalani masa transisi dari lingkungan sekolah menuju perguruan tinggi yang memiliki karakter sosial dan akademik lebih beragam.
"Peran orang tua sangat krusial dalam mendampingi masa penyesuaian ini. Oleh karena itu, kami di Satgas PPK ITB senantiasa berkolaborasi erat dengan Ikatan Orang Tua Mahasiswa (IOM), terutama dalam mendukung penanganan dan penyelesaian kasus-kasus yang ada," katanya.
Bangun Ekosistem Aman hingga Sekitar Kampus
Upaya Satgas PPK ITB tidak hanya menyasar mahasiswa dan sivitas akademika. Program edukasi juga dirancang untuk menjangkau masyarakat yang bersinggungan langsung dengan kehidupan mahasiswa di sekitar kampus.
Pelaku usaha lokal, pengemudi transportasi daring, pedagang kaki lima (PKL), pemilik rumah indekos, hingga pengelola kantin menjadi bagian dari kelompok yang akan dirangkul dalam upaya membangun lingkungan yang lebih aman.
Satgas PPK ITB juga membangun jejaring dengan berbagai pihak, termasuk Polda Jawa Barat dan Ikatan Psikologi Klinis (IPK). Kolaborasi tersebut diperlukan karena pencegahan dan penanganan kekerasan membutuhkan dukungan lintas pihak, mulai dari lingkungan terdekat mahasiswa hingga tenaga profesional dan aparat penegak hukum.
Pendekatan ini menempatkan keamanan mahasiswa sebagai bagian dari ekosistem, bukan semata-mata tanggung jawab individu. Dengan semakin banyak pihak memahami cara mengenali, mencegah, dan merespons kekerasan, ruang belajar dan kehidupan mahasiswa diharapkan semakin aman dan kondusif.

.jpeg)




