GUARDIAN to CONSERVE: ITB Hadirkan Sains, Teknologi, dan Edukasi Ketahanan Pesisir terhadap Perubahan Iklim di Pulau Rajuni Kecil
Oleh Sri Wulandari - Oseanografi, 2022
Editor M. Naufal Hafizh, S.S.
Tim pengabdian masyarakat GUARDIAN to CONSERVE bersama Hasriani, S.Pi., dan Sulviana, A.Ma., beserta pengajar SDN Rajuni Kabupaten Kepulauan Selayar.
KEPULAUAN SELAYAR, itb.ac.id - Institut Teknologi Bandung (ITB) melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk GUARDIAN to CONSERVE (Coastal Nature-based and Sustainability for Education, Vulnerability and Environmental Assessment) pada 10-17 Agustus 2026 di Pulau Rajuni Kecil, Kecamatan Takabonerate, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.
Kegiatan yang diketuai oleh Dr.rer.nat. Rima Rachmayani, S.Si., M.Si. dari Kelompok Keahlian Oseanografi Lingkungan dan Terapan, Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) ITB ini melibatkan dosen lintas disiplin, mahasiswa ITB, pemerintah daerah, serta pengelola kawasan konservasi dalam upaya memperkuat ketahanan pesisir menghadapi perubahan iklim.
Program GUARDIAN to CONSERVE dikembangkan melalui pendekatan Conservation Oceanography yang mengintegrasikan kajian oseanografi, pemantauan ekosistem, pendidikan lingkungan, serta penguatan kapasitas masyarakat. Pendekatan ini relevan bagi Taman Nasional Taka Bonerate, salah satu kawasan atol terbesar di dunia yang memiliki keanekaragaman hayati laut tinggi dan menjadi penopang kehidupan masyarakat pesisir.
Ketua kegiatan, Dr. Rima Rachmayani menjelaskan bahwa program GUARDIAN to CONSERVE bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap keanekaragaman hayati laut yang dimiliki Taman Nasional Taka Bonerate sekaligus mendorong upaya pelestariannya.
Bagi masyarakat pulau kecil seperti Rajuni Kecil, kesehatan ekosistem pesisir dan laut memiliki hubungan erat dengan ketahanan pangan, perikanan, dan keberlanjutan mata pencaharian. Namun, perubahan iklim, peningkatan suhu laut, serta tekanan pemanfaatan sumber daya yang tidak berkelanjutan berpotensi meningkatkan kerentanan ekosistem maupun masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang menggabungkan sains, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat secara terpadu.
Kolaborasi Multidisiplin untuk Ketahanan Pesisir
Salah satu kekuatan utama GUARDIAN to CONSERVE terletak pada kolaborasi berbagai bidang keilmuan dalam satu rangkaian kegiatan. Melalui pendekatan multidisiplin, isu pesisir tidak hanya dipahami dari aspek ekologis, tetapi juga geospasial, pendidikan, dan ekonomi masyarakat.
Kegiatan pemantauan ekosistem laut menggunakan Baited Remote Underwater Video (BRUV) dikoordinasikan oleh Dr. Teguh Purnama Sidiq, S.T., M.T. dari Kelompok Keahlian Sains Rekayasa dan Inovasi Geodesi FITB ITB. Metode ini digunakan untuk memperoleh informasi mengenai kondisi dan keanekaragaman biota laut melalui pengamatan bawah air berbasis kamera.

Tim pengabdian masyarakat melakukan persiapan pemasangan Baited Remote Underwater Video (BRUV) di perairan Pulau Rajuni Kecil.
Di sisi lain, edukasi perubahan iklim bagi siswa SD dan SMP serta pelatihan marinepreneur bagi kelompok ibu-ibu di Pulau Rajuni Kecil dikoordinasikan oleh Sarah Ismullah, S.Si., M.B.A. dari Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) ITB. Kegiatan ini menghubungkan pemahaman mengenai perubahan iklim dengan pengembangan kapasitas ekonomi masyarakat berbasis potensi sumber daya pesisir dan laut. Melalui pendekatan tersebut, masyarakat tidak hanya didorong untuk memanfaatkan sumber daya laut, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga keberlanjutannya sekaligus mengembangkan kegiatan ekonomi yang memiliki nilai tambah.

Salah satu hasil pengamatan ekosistem laut menggunakan metode BRUV di perairan sekitar Pulau Rajuni Kecil.
Sementara itu, edukasi mengenai pentingnya ekosistem pesisir dan laut bagi nelayan dikoordinasikan oleh Saat Mubarrok, S.Si., M.Si., Ph.D. dari Program Studi Oseanografi ITB. Kegiatan ini menekankan peran terumbu karang, padang lamun, dan ekosistem pesisir lainnya sebagai habitat penting bagi berbagai sumber daya perikanan yang menopang kehidupan masyarakat setempat.
Mengenalkan Perubahan Iklim kepada Generasi Muda

Nelayan Pulau Rajuni Kecil mengikuti edukasi mengenai pentingnya menjaga ekosistem pesisir dan laut yang diselenggarakan oleh tim pengabdian masyarakat ITB.
Edukasi perubahan iklim menjadi salah satu kegiatan utama. Tim ITB memperkenalkan berbagai perubahan yang terjadi di lingkungan laut dan pesisir, termasuk peningkatan suhu laut, perubahan kondisi ekosistem, serta dampaknya terhadap kehidupan masyarakat pulau kecil.
Materi pembelajaran disampaikan secara kontekstual dengan mengaitkan fenomena perubahan iklim dengan kondisi lingkungan yang sehari-hari ditemui oleh siswa. Melalui pendekatan tersebut, peserta diajak memahami bahwa perubahan iklim tidak hanya merupakan isu global, tetapi juga memiliki dampak nyata terhadap wilayah tempat mereka tinggal. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya membangun literasi kelautan dan kesadaran lingkungan sejak usia dini di kawasan kepulauan.

Siswa SDN Rajuni Kecil mengikuti edukasi perubahan iklim yang diselenggarakan oleh tim pengabdian masyarakat ITB.
Meningkatkan Kesadaran Konservasi dan Ketahanan Ekonomi
Selain kegiatan edukasi, program ini melibatkan nelayan dalam diskusi mengenai keterkaitan antara kesehatan ekosistem laut dan keberlanjutan sumber daya perikanan. Masyarakat diajak memahami bahwa menjaga terumbu karang, lamun, dan ekosistem pesisir merupakan bagian penting dari upaya menjaga sumber penghidupan mereka di masa depan.

Diskusi marinepreneur dengan masyarakat Pulau Rajuni Kecil sebagai bagian dari penguatan ekonomi berbasis sumber daya pesisir.
Pada saat yang sama, kegiatan marinepreneur dilakukan untuk memperkenalkan peluang pengembangan usaha berbasis potensi sumber daya pesisir dan laut yang tetap memperhatikan prinsip keberlanjutan. Melalui diversifikasi usaha rumah tangga, masyarakat diharapkan memiliki alternatif sumber pendapatan yang dapat meningkatkan ketahanan ekonomi sekaligus mengurangi tekanan terhadap pemanfaatan sumber daya laut secara berlebihan.
Kolaborasi dengan Pemangku Kepentingan Lokal
Pelaksanaan GUARDIAN to CONSERVE juga melibatkan mahasiswa ITB sebagai bagian dari proses pembelajaran dan penguatan pengalaman lapangan dalam memahami berbagai tantangan pengelolaan wilayah pesisir.
Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan daerah, di antaranya Dinas Perikanan Kabupaten Kepulauan Selayar dan Dinas Pariwisata Kabupaten Kepulauan Selayar yang masing-masing diwakili oleh Hasriani, S.Pi. dan Sulviana, A.Ma. Keterlibatan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam memastikan kegiatan ilmiah dan edukasi yang dilakukan selaras dengan kebutuhan masyarakat serta pengelolaan kawasan konservasi.
Dari Data Ilmiah Menuju Aksi Konservasi
Melalui integrasi pemantauan ekosistem, informasi geospasial, kajian oseanografi, edukasi perubahan iklim, dan penguatan ekonomi lokal, GUARDIAN to CONSERVE diharapkan dapat mendukung pengelolaan pulau-pulau kecil yang lebih adaptif dan berkelanjutan.
Dr. Rima Rachmayani berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem pesisir dan laut sebagai penopang kehidupan.
"Kami berharap masyarakat Taka Bonerate semakin memahami pentingnya ekosistem bahari dan biota laut dalam mendukung kebutuhan hidup mereka. Dengan pemanfaatan yang bijak dan berkelanjutan, ekosistem serta keanekaragaman hayati yang ada tidak hanya dapat memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga menjadi sumber kesejahteraan dan nilai ekonomi bagi masyarakat," katanya.

.jpeg)






