ITB dan Pemkab Fakfak Jalin Kerja Sama Strategis untuk Pendidikan, Penguatan SDM dan Pembangunan Berkelanjutan
Oleh Anggun Nindita
Editor Anggun Nindita
BANDUNG, itb.ac.id – Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Pemerintah Daerah Kabupaten Fakfak resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) pada Rabu (11/2/2026) di Ruang Rapim A, Gedung Rektorat ITB. Kesepakatan ini menjadi langkah awal kolaborasi di bidang pendidikan, pengembangan sumber daya manusia (SDM), penelitian dan teknologi, pengabdian kepada masyarakat, serta dukungan terhadap percepatan pembangunan daerah.
Rektor ITB, Tatacipta Dirgantara, dalam sambutannya menekankan pentingnya melihat Papua secara lebih utuh dan proporsional.
“Kita kadang menganggap Papua itu hanya satu titik. Padahal, dari Sentani ke Merauke jaraknya seperti dari Jakarta ke Singapura. Papua itu heterogen, beragam, dan persoalannya juga berkelas dunia,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sebagian besar wilayah Papua merupakan hutan lindung dengan potensi sumber daya alam yang sangat besar. Namun, tantangan pengelolaan SDM masih menjadi pekerjaan bersama. Menurutnya, percepatan kemajuan wilayah seperti Fakfak justru memiliki peluang yang besar jika dikelola melalui kolaborasi yang tepat.
Rektor menegaskan bahwa ITB memiliki dua misi besar, yakni menjadi universitas kelas dunia sekaligus tetap relevan bagi bangsa. Kemitraan dengan pemerintah daerah menjadi salah satu wujud komitmen tersebut.
“Bagi kami, menjadi relevan untuk bangsa berarti harus bermitra dengan pemerintah daerah. Banyak potensi SDM unggul yang lahir dari daerah,” katanya.
Melalui kerja sama ini, ITB membuka peluang afirmasi pendidikan bagi putra-putri daerah Fakfak, termasuk skema beasiswa dari pemerintah daerah untuk talenta unggul yang akan menempuh studi di ITB. ITB akan mendukung proses seleksi secara profesional dan transparan. Selain itu, kerja sama juga mencakup penguatan kapasitas guru, layanan kepakaran, serta pengembangan riset dan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan daerah.
Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kemitraan ini. Ia menegaskan bahwa Fakfak memiliki potensi besar, baik dari sisi sumber daya manusia maupun kekayaan alam.
“Orang Fakfak memiliki banyak SDM hebat. Namun, kebutuhan masyarakat masih banyak yang perlu dipenuhi,” ujarnya.
Ia menyoroti salah satu tantangan utama di Fakfak, yaitu ketersediaan air bersih. Selama ini, masyarakat masih mengandalkan air hujan dan sungai. Menurutnya, persoalan tersebut belum banyak tersentuh oleh program pengembangan yang terintegrasi.
“Kami berharap kerja sama dengan ITB ini dapat menghadirkan solusi konkret, termasuk untuk persoalan air bersih,” katanya.
Selain itu, Fakfak juga memiliki potensi pertambangan yang dapat dikembangkan melalui kolaborasi dengan para ahli ITB. Pemerintah Kabupaten Fakfak berharap kemitraan ini berjalan secara berkelanjutan dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Penandatanganan MoU ini diharapkan menjadi awal sinergi strategis antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam membangun ekosistem pendidikan, riset, dan inovasi yang inklusif. Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, ITB dan Pemerintah Kabupaten Fakfak optimistis dapat berkontribusi tidak hanya bagi kemajuan Fakfak, tetapi juga bagi pembangunan Indonesia secara lebih luas.





