ITB Jatifest 2026 Sambut Mahasiswa Baru, Kenalkan Ekosistem Kampus dan Ruang Tumbuh di Luar Kelas

Oleh M. Naufal Hafizh, S.S.

Editor M. Naufal Hafizh, S.S.


JATINANGOR, itb.ac.id — Institut Teknologi Bandung (ITB) menyambut mahasiswa baru Tahun Ajaran 2026/2027 melalui ITB Jatinangor Festival (Jatifest) 2026 di ITB Kampus Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Minggu (30/8/2026). Mengusung tema “Ruang Bertemu, Ruang Bertumbuh”, Jatifest menjadi ruang bagi mahasiswa baru mengenal lebih dekat ekosistem kampus, kegiatan kemahasiswaan, hingga berbagai ruang pengembangan diri di luar kegiatan akademik.

Jatifest kembali diselenggarakan setelah sebelumnya digelar pada 2023. Salah satu acara utama Jatifest 2026 adalah Open House Unit (OHU), wadah bagi mahasiswa baru mengenal berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), himpunan, dan lembaga kemahasiswaan yang ada di lingkungan ITB.

Lebih dari 70 Unit Kegiatan Mahasiswa dan 25 lembaga kemahasiswaan diperkenalkan melalui OHU. Berbagai pilihan kegiatan tersedia, mulai dari seni, olahraga, keilmuan, sosial, pendidikan, kebudayaan, hingga beragam bidang lainnya, di antaranya Paduan Suara Mahasiswa ITB, Unit Basket Ganesha ITB, Taekwondo, hingga Aksantara ITB.

Selain kegiatan kemahasiswaan, terdapat tenda fakultas dan sekolah untuk mengenal bidang keilmuan, karakter, aktivitas, serta berbagai program unggulan masing-masing fakultas dan sekolah. Kehadiran berbagai disiplin ilmu dalam satu kawasan juga memberikan gambaran mengenai ekosistem akademik ITB dan peluang kolaborasi lintas bidang.

Pada Jatifest 2026, sejumlah F/S, seperti Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH), menghadirkan kegiatan pembuatan kimchi, honey lemon, kombucha, metode Takakura, hingga baglog jamur. Sementara Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB menghadirkan kegiatan kreatif seperti hand building ceramic, cross stitch workshop, wire jewelry, dan printmaking.

Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., mengatakan, tema “Ruang Bertemu, Ruang Bertumbuh” merepresentasikan pentingnya atmosfer akademik yang terbentuk melalui perjumpaan, interaksi, dan kolaborasi lintas disiplin.

“Festival ini dibuat untuk menunjukkan bahwa ITB bukan hanya ruang kuliah hingga laboratorium, tetapi yang juga penting adalah atmosfer akademik yang unggul,” ujarnya.

Melalui berbagai UKM dan kegiatan di luar kelas, mahasiswa dapat bertemu dengan teman dari beragam latar belakang keilmuan, mengikuti kompetisi, serta mengembangkan kreativitas dan inovasi bersama-sama.

Prof. Tata pun mendorong mahasiswa memanfaatkan berbagai kesempatan yang tersedia selama menempuh pendidikan di ITB. Dengan begitu, mahasiswa tidak hanya meraih prestasi akademik yang baik, tetapi juga mendapatkan pengalaman dan pembelajaran di luar ruang kuliah yang berperan besar dalam membentuk diri mahasiswa.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Ekonomi Kreatif Bidang Riset, Pendidikan, dan Hubungan Kelembagaan, Dian Permanasari menyampaikan sambutan dari Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya.

Dalam sambutan tersebut, Kementerian Ekonomi Kreatif mengapresiasi penyelenggaraan Jatifest 2026. Ekosistem kreatif tumbuh ketika gagasan dan kreativitas bertemu dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta ketika talenta memperoleh peluang untuk berkolaborasi.

“Dari pertemuan-pertemuan inilah, sebuah ide dapat tumbuh menjadi karya dan kemudian menciptakan nilai,” ujarnya.


Perguruan tinggi dinilai memiliki posisi penting dalam ekosistem tersebut. Kampus tidak hanya berperan dalam pendidikan, tetapi juga menjadi tempat lahirnya ide, riset, teknologi, inovasi, talenta, hingga kekayaan intelektual yang menjadi fondasi pengembangan ekonomi kreatif.

ITB juga menjadi salah satu dari 14 perguruan tinggi yang terlibat dalam Konsorsium Perguruan Tinggi Ekonomi Kreatif, sebuah ruang kolaborasi untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap pengembangan ekonomi kreatif Indonesia.

“Kampus bukan hanya tempat mencetak lulusan. Kampus adalah tempat lahirnya ide, riset, teknologi, inovasi, dan talenta. Karena itu, penting bagi kampus untuk semakin terhubung dengan industri, komunitas, pemerintah, dan pasar,” ujarnya.

Dengan semangat “Ruang Bertemu, Ruang Bertumbuh”, ITB Jatifest 2026 menunjukkan bahwa pengalaman kampus tidak hanya dibentuk oleh ruang kelas, laboratorium, tugas, dan hasil ujian. Perjumpaan, kegiatan kemahasiswaan, kreativitas, kolaborasi lintas disiplin, serta interaksi dengan masyarakat menjadi bagian dari atmosfer akademik yang dapat menumbuhkan karakter, melahirkan ide, dan mendorong mahasiswa mengubah gagasannya menjadi karya yang memberi dampak.

#itb #itb jatifest 2026 #itb kampus jatinangor #mahasiswa baru itb #kegiatan kemahasiswaan #unit kegiatan mahasiswa #ukm itb #open house unit #ohu itb #ekosistem kampus #pengembangan diri #kreativitas mahasiswa #kolaborasi #ekonomi kreatif #kampus berdampak #sdg 4 pendidikan berkualitas #sdg 8 pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi #sdg 9 industri inovasi dan infrastruktur #sdg 17 kemitraan untuk mencapai tujuan