Lerehfarma.id, Inovasi Tim Ekspedisi Patriot ITB untuk Mendukung Akses Informasi Kesehatan di Jayapura
Oleh --- -
Editor Anggun Nindita
JAYAPURA, itb.ac.id — Tim Ekspedisi Patriot (TEP) ITB Kluster Kesehatan mendorong peningkatan literasi dan akses informasi kesehatan masyarakat di Kawasan Transmigrasi Lereh, Kabupaten Jayapura, Papua. Salah satunya dilakukan melalui edukasi kesehatan sekaligus pengenalan Lerehfarma.id, platform informasi kesehatan lokal, di Aula Kampung Purnawajati, Distrik Yapsi, Sabtu (26/9/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan masyarakat dari Kampung Purnawajati dan Kampung Tabbeyan, mulai dari tenaga kesehatan, kader kesehatan, karang taruna, hingga anggota PKK. Selain meningkatkan pemahaman mengenai pencegahan penyakit dan sanitasi, kegiatan ini menjadi ruang bagi masyarakat dan tenaga kesehatan untuk mendiskusikan berbagai kebutuhan layanan kesehatan yang mereka hadapi.
Lerehfarma.id Permudah Akses Informasi Kesehatan

Anggota TEP ITB Kluster Kesehatan, Cindy Avici Hutauruk, S.Farm., memaparkan hasil survei dan temuan lapangan tim di sejumlah wilayah pelayanan kesehatan Distrik Yapsi. Hasil tersebut menjadi dasar untuk melihat kondisi dan kebutuhan kesehatan masyarakat serta merumuskan respons yang dapat dilakukan bersama.
Salah satu upaya yang dikembangkan adalah Lerehfarma.id, platform yang menyediakan informasi mengenai layanan dan fasilitas kesehatan, ketersediaan obat, edukasi penyakit, data kesehatan, serta kanal pengaduan masyarakat.
Peserta tidak hanya mendapat penjelasan mengenai platform tersebut, tetapi juga mempraktikkan langsung cara mengakses dan memanfaatkan berbagai informasi di dalamnya.
Kehadiran platform tersebut mendapat respons positif dari tenaga kesehatan. Salah seorang tenaga kesehatan, Suster Sinta, menilai informasi mengenai ketersediaan obat dapat membantu masyarakat sebelum mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan.
“Terima kasih telah dibuatkan web Lerehfarma. Jika obat kosong, warga bisa langsung tahu, tidak perlu jauh-jauh ke Pustu,” ujarnya.
Diskusi juga mengungkap sejumlah tantangan pelayanan kesehatan, salah satunya terkait ketersediaan obat di Puskesmas Pembantu (Pustu). Berbagai masukan dari masyarakat dan tenaga kesehatan tersebut menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan Lerehfarma.id, termasuk dalam penyempurnaan fungsi informasi dan mekanisme pengaduan.
Edukasi Pencegahan Penyakit hingga Sanitasi Air

Selain pemanfaatan teknologi digital, TEP ITB memberikan edukasi mengenai penyakit yang banyak menjadi perhatian masyarakat setempat, seperti malaria, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dan skabies atau kudis.
Anggota TEP ITB Kluster Kesehatan, Ranip Fahmi, memberikan pemahaman mengenai penyakit, langkah pencegahan, serta pentingnya memanfaatkan informasi kesehatan secara tepat. Para peserta, khususnya kader, tenaga kesehatan, karang taruna, dan anggota PKK, juga didorong untuk meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada keluarga dan masyarakat di lingkungannya.
Pengalaman penanganan malaria turut dibagikan oleh kader kesehatan setempat. Loes Lukma, kader malaria Kampung Tabbeyan, menjelaskan bahwa kader melakukan kunjungan dari rumah ke rumah untuk mendukung pencegahan dan penanganan malaria.
Sementara itu, kader malaria SP 6, Suharti, mengingatkan masyarakat untuk melindungi diri dari gigitan nyamuk, antara lain dengan menggunakan kelambu, losion antinyamuk, dan pakaian berlengan panjang, terutama pada sore hari.
Perhatian juga diberikan pada persoalan air bersih dan sanitasi. Tim memberikan pelatihan sederhana untuk mengenali kondisi air menggunakan indikator pH universal. Kegiatan ini berkaitan dengan temuan lapangan mengenai keterbatasan sumber air di beberapa wilayah Distrik Yapsi.
Dalam pemeriksaan salah satu sumber air tadah hujan yang digunakan warga, tim memperoleh nilai pH 5. Temuan tersebut menjadi bahan edukasi mengenai pentingnya memperhatikan kualitas air dan menjaga lingkungan dari sumber pencemaran.
Dorong Keberlanjutan Edukasi Kesehatan

TEP ITB Kluster Kesehatan juga menyediakan poster edukasi untuk ditempatkan di Pustu sebagai media pendukung bagi tenaga kesehatan dan kader dalam menyampaikan informasi pencegahan penyakit kepada masyarakat.
Kepala Kampung Tabbeyan mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap edukasi yang diberikan dapat diteruskan kepada masyarakat melalui kerja sama pemerintah kampung dan kader kesehatan.
“Kegiatan siang ini sangat positif dan berterima kasih. Saat ini kades dan kader kampung bekerja sama untuk ke depannya agar pelatihan ini diteruskan ke warga,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, TEP ITB Kluster Kesehatan berupaya mengintegrasikan edukasi kesehatan, keterlibatan masyarakat, peran tenaga kesehatan dan kader, serta pemanfaatan teknologi digital. Lerehfarma.id diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai sarana informasi kesehatan lokal yang membantu masyarakat mengakses informasi layanan kesehatan, ketersediaan obat, edukasi penyakit, dan langkah pencegahan secara lebih mudah.

.jpg)


