Mahasiswa ITB Dampingi Karang Taruna, PKK, dan BUMDes Legokherang untuk Penguatan Kelembagaan Desa
Oleh Chysara Rabani - Mahasiswa Teknik Pertambangan, 2022
Editor M. Naufal Hafizh, S.S.
KUNINGAN, itb.ac.id - Sebanyak 17 mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) yang tergabung dalam Kelompok 11 Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2025 melaksanakan program di Desa Legokherang, Kabupaten Kuningan, pada 5-29 Agustus 2025. Dipimpin oleh Muhamad Abdulah Al Azam (Desain Interior 2023), kelompok ini mengusung tema kelembagaan dengan tujuan mewujudkan desa yang aktif, adaptif, transparan, dan kolaboratif.
Dalam pelaksanaan program, mahasiswa KKN berfokus pada penguatan berbagai lembaga yang ada di desa. Pada Karang Taruna, misalnya, kelompok mahasiswa menginisiasi focus group discussion (FGD) untuk mengidentifikasi permasalahan. Melalui diskusi tersebut, ditemukan bahwa jumlah anggota yang terbatas dan minimnya fasilitas membuat program tidak berkelanjutan.
Mahasiswa kemudian membantu menyusun prioritas kegiatan dengan melakukan eliminasi terhadap program yang sulit dilanjutkan, sembari menyiapkan strategi agar Karang Taruna tetap memiliki aktivitas yang realistis dan berkesinambungan.
.jpg)
Di sisi lain, kelompok mahasiswa turut mendampingi PKK dan Kelompok Wanita Tani (KWT). Mahasiswa mendorong revitalisasi kebun apotek hidup melalui penambahan bibit, pembuatan pupuk, serta penanaman tanaman pangan seperti cabai, terong, tomat, jagung, kacang panjang, dan kemangi. Aktivitas ini dilaksanakan di lahan depan Polindes (Poliklinik Desa) ketika sawah memasuki masa istirahat.
Selain itu, tim KKN membantu kegiatan posyandu dengan melakukan digitalisasi arsip. Data yang sebelumnya hanya tercatat manual di atas kertas kini dipindahkan ke dalam format Excel. Perubahan ini diharapkan dapat mempermudah pencatatan perkembangan balita dan pelayanan kesehatan masyarakat ke depannya.
Upaya serupa dilakukan bersama Linmas (Perlindungan Masyarakat). Melihat rendahnya aktivitas karena keterbatasan SDM, mahasiswa menginisiasi penyuluhan mitigasi bencana dengan menghadirkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan. Kegiatan ini menghasilkan peta area rawan longsor dan penentuan titik kumpul (assembly point) yang disosialisasikan melalui poster. Adapun BUMDes yang tengah mengembangkan sektor pertanian dan perikanan juga didampingi mahasiswa dalam aspek pemasaran serta eksplorasi potensi usaha ke depan.
.jpg)
Program kelembagaan juga menyentuh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Mengingat mayoritas masyarakat Desa Legokherang berprofesi sebagai petani, BUMDes kini sedang mengembangkan potensi perikanan sebagai sektor tambahan. Mahasiswa kemudian mendampingi dan memberi masukan strategi pemasaran serta membantu mengidentifikasi peluang usaha yang dapat dijalankan ke depannya. Harapannya, BUMDes mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa secara lebih mandiri.
Selain program utama, mahasiswa KKN turut berpartisipasi dalam kegiatan non-tema, seperti membantu persiapan perayaan 17 Agustus, mengajar eksperimen sains dan tata surya kepada anak SD, memberikan pelajaran bahasa Inggris secara rutin, mendampingi anak-anak mengaji di madrasah, serta mengadakan senam bersama ibu-ibu desa.
Selama menjalani program, mahasiswa banyak belajar tentang proses berkompromi, komunikasi, hingga menghormati adat istiadat desa. “Kami bersyukur, melalui KKN ini kami menjadi lebih tahu banyak hal dan lebih dekat dengan masyarakat,” ungkap Azam.
Mahasiswa berharap hasil pendampingan kelembagaan yang telah dilakukan dapat menjadi pondasi untuk perubahan berkelanjutan. “Kami ingin apa yang kami perkuat dari sisi lembaga dan SDM bisa membuat warga lebih solid, lebih terorganisasi, dan mampu mengelola infrastruktur serta potensi desa secara mandiri. Semoga manfaat yang kami bawa, meskipun tidak berbentuk fisik, bisa terus berguna di masa depan,” tutur Azam.
Reporter: Chysara Rabani (Teknik Pertambangan, 2022)







.jpg)