Mendiktisaintek Prof. Brian Yuliarto Dorong Wisudawan ITB Bangun Industri Berbasis Sains dan Teknologi

Oleh Chysara Rabani - Mahasiswa Teknik Pertambangan, 2022

Editor M. Naufal Hafizh, S.S.

BANDUNG, itb.ac.id - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., mengajak para lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk mengambil peran dalam mendorong Indonesia menjadi negara maju melalui pengembangan sains, teknologi, dan industri berbasis pengetahuan. Hal tersebut disampaikannya dalam sesi Inspirasi Kepemimpinan pada Wisuda Ketiga Tahun Akademik 2025/2026 Sesi 3, Jumat (28/8/2026), di Sasana Budaya Ganesa (Sabuga), ITB.

Prof. Brian menegaskan bahwa ijazah yang diterima para wisudawan bukan sekadar bukti kelulusan, tetapi juga menjadi “surat tugas” untuk melanjutkan pengabdian dalam skala yang lebih besar.

Menurutnya, Indonesia saat ini berada dalam periode ketika penduduk usia produktif mendominasi struktur demografi. Kondisi tersebut menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk mendorong pertumbuhan dan mengejar ketertinggalan. Namun, kesempatan tersebut tidak berlangsung selamanya karena struktur penduduk akan kembali berubah.

“Keputusan besar bangsa ini akan ditentukan oleh para wisudawan,” ujarnya.

Prof. Brian menilai bahwa upaya membawa Indonesia keluar dari ketertinggalan telah menjadi pekerjaan lintas generasi. Ketika generasi orang tua para wisudawan berada pada usia yang sama, Indonesia juga tengah membicarakan cita-cita untuk melompat maju dan berdiri sejajar dengan negara lain. Namun, menurutnya, sebagian pekerjaan tersebut masih belum selesai.

“Sekarang giliran kalian. Bedanya, kali ini kita semakin berpacu dengan waktu,” katanya.

Ia juga menyoroti kondisi Indonesia yang selama lebih dari tiga dekade berada dalam kelompok negara berpendapatan menengah. Ketergantungan pada ekspor bahan mentah dan impor teknologi dapat menghambat Indonesia untuk melangkah menjadi negara maju. Karena itu, Indonesia perlu membangun mesin pertumbuhan berbasis sains dan teknologi yang mampu menciptakan nilai tambah lebih besar.

Menurut Prof. Brian, sumber daya alam dapat menjadi bahan bakar pertumbuhan, tetapi memiliki keterbatasan karena akan habis dan harganya dipengaruhi kondisi pasar. Sebaliknya, pengetahuan dan teknologi dapat menjadi mesin yang mengolah sumber daya tersebut menjadi produk dengan nilai tambah yang lebih tinggi.

Untuk membangun mesin pertumbuhan tersebut, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan industri. Pemerintah berperan menentukan arah dan mengambil risiko, perguruan tinggi menghasilkan ilmu pengetahuan dan teknologi, sementara industri membawa hasil tersebut hingga dapat digunakan masyarakat dan diterima pasar.

“Ketiganya harus bekerja sebagai satu ekosistem industri berbasis teknologi,” ujarnya.

Dalam konteks ITB, Prof. Brian menilai kampus memiliki modal keilmuan, talenta, jejaring, dan reputasi yang kuat. Ia juga menekankan pentingnya peran alumni dalam membawa pengetahuan dan kapasitas yang diperoleh dari kampus ke dunia industri dan masyarakat. Tugas perguruan tinggi tidak berhenti pada meluluskan sarjana, tetapi juga mendorong lahirnya industri berbasis pengetahuan yang mendalam (deep-tech industry) di berbagai bidang.

Tantangan berikutnya adalah keberanian untuk mengarahkan seluruh modal yang dimiliki ITB menjadi inovasi dan industri yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Pertanyaannya bukan lagi apakah kita mampu. Pertanyaannya adalah apakah kita berani mengarahkan seluruh modal itu sampai menjadi industri dan memberi dampak yang nyata kepada masyarakat,” ujarnya.

Menutup sesi inspirasi, Prof. Brian berpesan agar para alumni terus mengejar cita-cita dan tidak takut menghadapi kegagalan. Ia menitipkan empat sifat yang menurutnya tidak tercetak dalam transkrip akademik, yaitu grit, persistence, perseverance, dan humility.

“Bawalah pulang keempat sifat tersebut sebagai bekal mengejar impian,” ujarnya.

#itb #alumni itb #brian yuliarto #mendiktisaintek #wisuda itb #inspirasi kepemimpinan #sains dan teknologi #industri berbasis teknologi #inovasi #hilirisasi riset #ekosistem inovasi #sdg 4 #pendidikan berkualitas #sdg 8 #pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi #sdg 9 #industri inovasi dan infrastruktur #sdg 17 #kemitraan untuk mencapai tujuan