Sebagai Alumni ITB, Pramono Anung Bagikan Inspirasi Kepemimpinan
Oleh Ahza Asadel Hananda Putra -
Editor M. Naufal Hafizh, S.S.
BANDUNG, itb.ac.id – Gubernur DKI Jakarta sekaligus alumnus Teknik Pertambangan ITB angkatan 1988, Dr. Ir. Pramono Anung Wibowo, M.M. menyampaikan inspirasi kepemimpinan pada Sidang Terbuka Wisuda Ketiga Tahun Akademik 2025/2026 pada Kamis (27/8/2026), di Sasana Budaya Ganesa (Sabuga), ITB.
Dari Aktivis Kampus hingga Pejabat Negara
Pramono Anung membagikan perjalanan panjang kariernya yang bermula dari kampus ITB hingga berperan di berbagai posisi strategis di pemerintahan. Semasa berkuliah, ia aktif sebagai Ketua Dewan Mahasiswa ITB (sekarang KM ITB). Ia menuturkan bahwa kondisi dinamika kampus pada masa itu mendorongnya untuk mandiri secara ekonomi dan bekerja keras.
Sebelum sepenuhnya terjun ke dunia politik pada tahun 1999, Pramono sempat membangun karier profesional sebagai insinyur pertambangan dengan rekam jejak pekerjaan di Kalimantan Timur, Vietnam, hingga Tiongkok, dan mencapai posisi Direktur Operasi.
Setelah beralih ke ranah politik, ia konsisten mengemban amanah sebagai pejabat negara, mulai dari Anggota DPR RI selama empat periode, Wakil Ketua DPR RI, Sekretaris Presiden, hingga Menteri Sekretaris Kabinet dalam dua periode kabinet.
"Kata kunci utamanya adalah kerja keras dan konsisten," ujarnya.
Tiga Pesan Fundamental bagi Wisudawan
Pramono Anung pun memberikan tiga pesan fundamental bagi para wisudawan ITB yang akan memasuki fase kehidupan baru:
1. Beradaptasilah tanpa kehilangan idealisme. Kehidupan pascakampus akan menguji prinsip dan idealisme, terutama ketika memegang jabatan atau tanggung jawab besar. Kemampuan beradaptasi harus diimbangi dengan integritas yang teguh.
2. Berinovasilah tanpa kehilangan kemanusiaan. Alumni ITB dikenal dengan keunggulannya dalam berinovasi. Inovasi tersebut harus selalu diarahkan untuk membawa harmoni dan kemajuan bersama (in harmonia progressio).
3. Kejarlah keberhasilan tanpa pernah kehilangan pijakan. Seberapapun tingginya pencapaian, seseorang tidak boleh melupakan tempat ia berasal dan doa dari orang tua. Dukungan dan restu orang tua adalah fondasi utama dari setiap keberhasilan.
"Selamat memasuki babak baru. Ini kebanggaan bagi ITB. Saya berharap saudara-saudara suatu hari akan bisa memberikan sambutan di wisuda berikutnya," tuturnya.

.jpg)


.jpeg)
