
Meskipun Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) baru resmi berdiri pada tahun 2007, sejarahnya telah dimulai sejak akhir dekade 1940-an. Pada tahun 1948, Program Sarjana Teknik Pertambangan dibuka di Universitas Indonesia di bawah Fakultas Teknik. Selanjutnya, pada tahun 1950, Program Sarjana Geologi dibentuk di bawah Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam universitas yang sama.
Setelah melalui perjalanan sejarah yang berkaitan erat dengan Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung (ITB) secara resmi didirikan pada tahun 1959. Pada tahun yang sama, Departemen Teknologi Mineral dibentuk dengan dua bagian, yaitu Bagian Pertambangan dan Bagian Geologi. Kemudian, pada tahun 1962, Program Sarjana Teknik Perminyakan didirikan.
Pada periode 1973–1984, Departemen Teknologi Mineral berada di bawah Fakultas Teknologi Industri dan berada dalam satu fakultas bersama Departemen Teknik Fisika, Teknik Kimia, Teknik Mesin, Teknik Elektro, dan Teknik Industri.
Perkembangan berikutnya terjadi pada tahun 1984 ketika Fakultas Teknologi Mineral (FTM) dibentuk dengan tiga departemen, yaitu Teknik Geologi, Teknik Pertambangan, dan Teknik Perminyakan.
Seiring dengan meningkatnya kebutuhan dalam bidang eksplorasi, eksploitasi, serta mitigasi bencana alam, pada tahun 1988 dibuka program pendidikan Teknik Geofisika. Program tersebut kemudian berkembang menjadi departemen pada tahun 1998. Pada tahun yang sama, Departemen Geofisika dan Meteorologi yang sebelumnya berada di bawah Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam bergabung dengan FTM.
Untuk mengakomodasi perkembangan bidang keilmuan tersebut, pada tahun 1999 nama fakultas diubah menjadi Fakultas Ilmu Kebumian dan Teknologi Mineral (FIKTM).
Pada awal tahun 2006, terjadi sejumlah perubahan dalam nomenklatur organisasi seiring dengan perubahan status ITB dari perguruan tinggi negeri menjadi perguruan tinggi yang lebih otonom. Dalam rangka menyederhanakan struktur organisasi, istilah “Departemen” dihapus sehingga struktur akademik terdiri atas fakultas/sekolah dan program studi.
Selain itu, dibentuk pula sebuah fakultas yang menaungi bidang ilmu dan teknologi kebumian, sehingga bidang ilmu kebumian dipisahkan dari bidang rekayasa. Perubahan ini menandai dimulainya babak baru pendidikan di bidang pertambangan dan perminyakan melalui pembentukan Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan pada tahun 2007.
Seiring dengan berbagai perubahan tersebut, saat ini FTTM mengelola delapan program pendidikan sarjana dan pascasarjana dalam bidang Teknik Pertambangan, Teknik Perminyakan termasuk Teknik Panas Bumi, Teknik Geofisika, dan Teknik Metalurgi.