Dari Riset hingga Pengabdian, Dosen Oseanografi ITB Raih Penghargaan pada Anugerah Diktisaintek 2025

Oleh Mely Anggrini - Meteorologi

Editor M. Naufal Hafizh, S.S.

Dr.rer.nat. Suliskania Nurfitri, S.Si., M.Si.

BANDUNG, itb.ac.id — Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali menorehkan prestasi pada ajang Anugerah Diktisaintek 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi di Jakarta, Jumat (19/12/2025). Salah satu capaian individu diraih oleh Dosen Program Studi Oseanografi, Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) ITB, Dr.rer.nat. Suliskania Nurfitri, S.Si., M.Si., yang menerima penghargaan pada kategori Dosen Berdampak.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi akademik yang dinilai memberikan dampak nyata bagi pendidikan tinggi, riset, dan masyarakat. Penghargaan ini merupakan bagian dari rangkaian Anugerah Diktisaintek 2025 yang juga memberikan apresiasi kepada perguruan tinggi dan individu atas kinerja tridarma perguruan tinggi.

Penghargaan Dosen Berdampak diterima Dr. Suliskania melalui mekanisme pemilihan langsung oleh kementerian. Informasi awal mengenai penghargaan tersebut disampaikan pada Oktober 2025, sementara seremoni penganugerahan dilaksanakan pada Desember 2025.

“Waktu itu saya benar-benar kaget. Saya tidak tahu sebelumnya, tiba-tiba mendapat informasi bahwa saya terpilih dalam kategori dosen berdampak,” ujar Dr. Suliskania.

Dr.rer.nat. Suliskania Nurfitri, S.Si., M.Si.

Ia menjelaskan bahwa seremoni penganugerahan mempertemukannya dengan para dosen terpilih dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Menurutnya, kategori dosen berdampak memiliki makna yang luas dan tidak semata-mata diukur dari capaian riset atau prestasi akademik tertentu. Kontribusi dalam menginspirasi mahasiswa serta peran kecil yang dilakukan secara konsisten juga menjadi bagian dari dampak tersebut.

Selain menjalankan peran sebagai pendidik, Dr. Suliskania juga aktif mengembangkan riset melalui berbagai skema pendanaan nasional dan internasional. Ia saat ini terlibat dalam riset lintas tahun yang didukung oleh pendanaan The Asahi Glass Foundation serta Program EQUITY (Enhancing Quality Education for International University Impacts and Recognition) LPDP dengan skema riset penambahan QS by subject, yang berfokus pada proyeksi kondisi perairan Indonesia berdasarkan model iklim. Kegiatan riset tersebut dijalankan secara paralel dengan pendampingan mahasiswa, termasuk melibatkan mahasiswa sarjana dalam proses penelitian hingga tahap penyusunan publikasi ilmiah.

Perjalanan akademik tersebut dijalani secara beriringan dengan tugas pengajaran dan berbagai aktivitas akademik lainnya. Menurut Dr. Suliskania, kontribusi berbasis sains memang tidak selalu menghasilkan dampak yang langsung terasa oleh masyarakat. Namun, konsistensi dalam membangun keilmuan dan membimbing generasi muda diyakininya menjadi pondasi penting bagi dampak jangka panjang.

“Penghargaan ini bukan hanya kebanggaan, tetapi juga menjadi tanggung jawab. Saya merasa perlu terus menjaga dan meningkatkan dampak dari apa yang saya lakukan sebagai dosen,” tuturnya.

Kegiatan pengabdian masyarakat PPMI Sub-KK Oseanografi Lingkungan FITB ITB, di BRPSDI Jatiluhur pada Agustus 2025.

Selain riset dan pengajaran, Dr. Suliskania juga terlibat dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan edukasi bagi pembudidaya ikan air tawar di sekitar Waduk Jatiluhur dengan memberikan pelatihan awal pemanfaatan bahan alternatif pakan berbasis sumber organik. Meski masih berada pada tahap awal, kegiatan tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi solusi yang lebih berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Bagi Dr. Suliskania, penghargaan ini menjadi pengingat bahwa setiap kontribusi memiliki nilai dan potensi dampak, meskipun tidak selalu disadari secara langsung. Pengakuan tersebut menjadi motivasi untuk terus berkarya dan mengembangkan kontribusi akademik yang lebih luas.

“Kadang kita merasa apa yang kita lakukan tidak signifikan. Tapi ternyata bisa saja ada manfaat bagi orang lain tanpa kita sadari. Penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus berkembang,” ujarnya.

Dr. Suliskania bersama Tim pengabdian masyarakat dari Kelompok Keahlian Oseanografi Lingkungan dan Terapan FITB ITB, memberikan edukasi kepada para petani ikan air tawar di sekitar Waduk Jatiluhur.

Penghargaan Dosen Berdampak ini menegaskan bahwa peran dosen tidak hanya berhenti pada capaian akademik, tetapi juga pada proses panjang membangun manusia dan pengetahuan secara berkelanjutan. Melalui konsistensi dalam riset, pengajaran, dan pengabdian kepada masyarakat, Dr. Suliskania menunjukkan bahwa dampak dapat lahir dari dedikasi yang dijalani secara tulus dan terus-menerus. Semangat inilah yang sejalan dengan komitmen ITB dalam menghadirkan ilmu pengetahuan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas.

#itb berdampak #kampus berdampak #itb4impact #diktisaintek berdampak #anugerah diktisaintek 2025 #dosen berdampak #fitb itb #oseanografi itb #sdg4 #quality education #sdg13 #climate action #sdg14 #life below water #sdg2 #zero hunger #sdg17 #partnerships for the goals