Aegis: Mahasiswa STEI-K ITB Bangun Kesadaran Sosial dan Literasi AI bagi Masyarakat

Oleh Vito Egi Nandriansyah - Mahasiswa Teknik Geofisika, 2021

Editor M. Naufal Hafizh, S.S.

Antusiasme pengunjung dalam mencoba menyelesaikan tantangan di salah satu bilik Aegis, Rabu (12/8/2026). (Dok. Panitia)

BANDUNG, itb.ac.id — Mahasiswa STEI-K ITB angkatan 2025 menghadirkan Aegis sebagai aksi angkatan yang menggabungkan semangat inovasi teknologi dengan kepedulian terhadap persoalan sosial. Melalui tema kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI), kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk mengembangkan kemampuan teknis mahasiswa, tetapi juga membangun kesadaran akan peran mereka sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.

Penanggung Jawab Aksi Angkatan SPARTA 2025, Ribka Kaylena Sanjaya (Teknik Informatika, 2025), menjelaskan bahwa Aegis lahir dari kegelisahan terhadap belum optimalnya kesadaran mahasiswa terhadap isu-isu di sekitarnya.

“Aegis lahir dari kekhawatiran akan belum optimalnya kesadaran SPARTANS terhadap isu yang terjadi di sekitarnya dan perannya sebagai mahasiswa. AI kami pilih karena teknologinya semakin hadir dalam berbagai bidang kehidupan. Sebagai mahasiswa STEI-K, kami memiliki tanggung jawab untuk memahami isu ini dan membantu masyarakat memahaminya juga,” ujarnya.

Berbeda dari kegiatan bertema teknologi pada umumnya, Aegis memiliki dua fokus utama: meningkatkan kesadaran sosial mahasiswa dan memperluas literasi AI bagi masyarakat umum. Dengan demikian, teknologi tidak dipandang sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai alat untuk menjawab kebutuhan publik.

Salah satu permainan yang bisa diikuti oleh pengunjung yang hadir di Aegis, Rabu (12/8/2026). (Dok. Panitia)

Ribka menjelaskan bahwa seluruh peserta kaderisasi SPARTA 2025 dilibatkan dalam proses penyelenggaraan.

Selain itu, Aegis juga menyediakan ruang bagi mahasiswa untuk menampilkan karya inovasi yang mereka kembangkan. Melalui karya-karya tersebut, mahasiswa didorong untuk menghubungkan kemampuan akademik dan teknologi dengan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.

Semangat tersebut sejalan dengan karakter STEI-K ITB sebagai lingkungan yang erat dengan inovasi dan teknologi.

Ribka menegaskan bahwa Aegis sejak awal dirancang untuk menerjemahkan kemampuan mahasiswa menjadi kontribusi yang relevan terhadap isu sosial yang nyata.

“Rancangan dasar Aegis adalah menjawab isu-isu sosial dengan kemampuan yang kami miliki sebagai mahasiswa STEI-K. Semangat itu tercermin dalam berbagai mata acara yang kami rancang,” katanya.

Melalui Aegis, penyelenggara berharap kegiatan ini meninggalkan dampak yang melampaui pelaksanaan acara itu sendiri.

“Kami berharap Aegis dapat menjadi pengingat bahwa sebagai mahasiswa maupun sebagai bagian dari masyarakat, kita memiliki keharusan untuk ikut andil dalam menyelesaikan persoalan publik yang ada. Teknologi dan AI seharusnya menjadi sarana untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” tuturnya.

#itb #stei k itb #aegis #mahasiswa itb #kecerdasan artifisial #ai #literasi ai #literasi digital #inovasi teknologi #inovasi mahasiswa #kesadaran sosial #teknologi untuk masyarakat #pengabdian masyarakat #sdg 4 #quality education #sdg 9 #industry innovation and infrastructure #sdg 10 #reduced inequalities