Dengan Inovasi Platform Prediksi dan Verifikasi Banjir, Tim Mahasiswa ITB Wakili Indonesia di Ajang AI Singapura

Oleh Johanes Wijaya Susanto - Teknik Telekomunikasi, 2022

Editor M. Naufal Hafizh, S.S.

Ari Aziz, Jason Edward Salim, dan Tiffany Chu bersama dengan Meutya Hafid, Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Indonesia di depan booth kompetisi ASEAN AI Ready Challenge, di Singapura (19/5/2026). (Dok. Tim Panitia)

SINGAPURA, itb.ac.id – Tim mahasiswa Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB menjadi representasi Indonesia di kompetisi regional AI Ready ASEAN Youth Challenge di Singapura, Selasa (19/5/2026) setelah memenangkan juara 1 nasional. Mereka mengungguli 300 tim se-Indonesia lainnya dengan membawakan inovasi “Noah AI”, platform sistem prediksi dan verifikasi banjir berbasis kecerdasan buatan (AI) yang terintegrasi yang dibuat dalam tiga pekan. Kompetisi ini diadakan oleh ASEAN Foundation, AI Singapore, dan AngelHack.

Tim bernama “Iseng Hackaton” ini terdiri atas tiga mahasiswa STEI ITB, yakni Ari Aziz, Jason Edward Salim, dan Tiffany Chu.

Di regional, tim “Iseng Hackaton” bersaing bersama perwakilan 11 negara ASEAN lainnya. Mereka mempresentasikan inovasinya melalui sesi booth exhibition yang dinilai oleh juri dari ASEAN Foundation serta organisasi penyelenggara lainnya.

Ajang ini turut dihadiri sejumlah menteri dari negara ASEAN, termasuk Meutya Hafid, Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Indonesia. Selain itu, presentasi finalis juga disaksikan langsung oleh Presiden Singapura.

“Kami merasa punya tanggung jawab besar karena membawa nama Indonesia. Apalagi saat pitching langsung di depan banyak orang termasuk Presiden Singapura menggunakan bahasa Inggris, jadi cukup deg-degan,” ucap Aziz.

Delegasi peserta AI Ready ASEAN Youth Challenge 2026 bersama perwakilan penyelenggara dan tamu undangan. (Dok. Tim Panitia)

Pembuatan Noah AI dilatarbelakangi dari maraknya kasus banjir yang terjadi di Indonesia, seperti di DKI Jakarta, terlebih lagi banjir besar yang sempat melanda Kota Medan pada 2025.

Selain itu, berdasarkan informasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sistem prediksi dan verifikasi banjir saat ini sudah tersebar namun belum terintegrasi secara menyeluruh. Mengatasi masalah tersebut, tim membuat solusi yang menggabungkan semua sistem menjadi satu platform terpusat.

Noah AI memiliki tiga fitur utama. Pertama, prediksi banjir. Proses prediksi banjir dilakukan dengan mengambil data eksternal, seperti Google Flood Hub, OpenWeatherMap API, dan sumber lainnya untuk melatih model AI—Long Short-Term Memory (LSTM)—yang digunakan untuk memprediksi kapan terjadinya banjir.

Fitur kedua, verifikasi. Proses verifikasi banjir dilakukan dengan menggunakan CCTV jalan yang tersedia. Mereka melatih model computer vision—YOLOv8—untuk mendeteksi kenaikan air di jalan.

Fitur ketiga, alert system untuk memberi peringatan kepada masyarakat mengenai potensi banjir ringan maupun banjir berbahaya. Alert direncanakan dikirim melewati SMS yang mampu menjangkau semua kalangan.

Selanjutnya, mereka akan mengembangkan two-way SMS alert agar masyarakat dapat berkomunikasi dua arah, seperti meminta bantuan atau rescue guidance.

Tim “Iseng Hackaton” mempresentasikan Noah AI ke pihak juri. (Dok. Tim Panitia)

“Dari kompetisi ini, aku bertemu dengan orang-orang dari berbagai negara yang membuka wawasan aku tentang dunia teknologi dan kehidupan. Insight yang kami tukar benar-benar meningkatkan pandangan aku tentang dunia luar dan target hidup ke depannya. Pesan dari aku, jangan takut kalah. Dari setiap kekalahan, sebenarnya satu langkah lebih dekat menuju kemenangan. Just enjoy the journey,” ucap Jason.

"Kompetisi ini membawakan kami berbagai pengalaman yang sangat seru, kami jadi bisa bertemu teman-teman ASEAN lainnya dan menjalin koneksi. Ini jadi salah satu pengalaman paling memorable dan unforgettable bagi aku," kata Tiffany memberikan kesan dan pesannya mengikuti AI Ready ASEAN Youth Challenge 2026.

AI Ready ASEAN Youth Challenge merupakan kompetisi ideathon tingkat regional yang bertujuan memberdayakan generasi muda di Asia Tenggara untuk memanfaatkan potensi transformatif kecerdasan buatan (AI) bagi kepentingan sosial. Kompetisi ini dirancang untuk meningkatkan literasi AI, memperkuat kolaborasi regional, serta mendorong lahirnya dampak nyata bagi masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan.

#itb #itb berdampak #stei itb #sekolah teknik elektro dan informatika #mahasiswa itb #prestasi mahasiswa #prestasi internasional #ai #noah ai #artificial intelligence #kecerdasan buatan #inovasi teknologi #prediksi banjir #mitigasi bencana #teknologi untuk masyarakat #sdg9 #industry innovation and infrastructure #sdg11 #sustainable cities and communities #sdg13 #climate action #sdg17 #partnerships for the goals