ITB Selenggarakan Pelepasan Calon Jamaah Haji Tahun 2026, Tekankan Kesiapan Fisik dan Spiritual
Oleh Anggun Nindita
Editor Anggun Nindita
BANDUNG, itb.ac.id - Institut Teknologi Bandung (ITB) menggelar acara Pelepasan Calon Jamaah Haji Keluarga Besar ITB Tahun 2026 pada Rabu (22/4/2026) di Gedung Annex, Rektorat ITB, Jalan Tamansari, Bandung. Kegiatan ini berlangsung khidmat dan penuh haru, sebagai bentuk doa dan dukungan bagi para calon jamaah yang akan menunaikan ibadah haji.
Wakil Rektor Bidang Sumber Daya ITB, Prof. Dr. Dea Indriani Astuti, S.Si., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kembali kegiatan pelepasan ini. Ia mengajak seluruh hadirin untuk bersama-sama mengiringi keberangkatan para calon jamaah dengan doa terbaik, agar perjalanan ibadah mereka berjalan lancar.
Dalam pesannya, ia mengingatkan para calon jamaah agar tidak terbebani oleh urusan yang ditinggalkan di tanah air. “Serahkan semuanya kepada Allah SWT, sehingga bapak dan ibu dapat sepenuhnya memusatkan hati dan niat untuk beribadah,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa ibadah haji merupakan panggilan suci yang sangat dinantikan oleh umat Muslim. Atas nama pimpinan ITB, ia menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah haji, seraya mendoakan agar seluruh jamaah senantiasa diberikan kesehatan, kemudahan dalam setiap rangkaian ibadah, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur.
Acara pelepasan ini juga diisi dengan tausiyah oleh dosen Kelompok Keahlian Ilmu-ilmu Kemanusiaan Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB, Shohib Khoiri, Lc., M.A. Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan bahwa ibadah haji merupakan ibadah besar yang memerlukan persiapan matang, baik dari segi fisik maupun finansial.
Ia menekankan pentingnya meluruskan dan memantapkan niat dalam beribadah. “Apa yang ditinggalkan selama di tanah suci, yakinlah akan dijaga oleh Allah. Tidak ada penjagaan yang lebih baik daripada penjagaan-Nya,” ungkapnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa nilai suatu amalan sangat ditentukan oleh ketulusan niat. Amalan yang tampak kecil dapat bernilai besar di sisi Allah jika dilakukan dengan niat yang ikhlas.
Dari sisi kesiapan fisik, Shohib Khoiri mengimbau para calon jamaah untuk rutin berolahraga serta menjaga pola makan. Ia mencontohkan pola hidup Rasulullah SAW yang senantiasa aktif dan menjaga keseimbangan hidup sebagai teladan dalam menjaga kesehatan.
Ia juga mengingatkan bahwa Tanah Suci merupakan tempat yang penuh keberkahan dan menjadi salah satu lokasi mustajab untuk berdoa. Oleh karena itu, para jamaah diharapkan dapat memanfaatkan momen tersebut untuk memperbanyak doa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Menutup tausiyahnya, ia mendoakan agar seluruh jamaah diberikan kelancaran dalam menjalankan ibadah, kesehatan selama berada di Tanah Suci, serta kebahagiaan lahir dan batin.
.jpeg)




