Mahasiswa Teknik Perminyakan ITB Raih Prestasi Nasional Lewat Analisis Kritis di Kompetisi Well Stimulation
Oleh Indah Marcelinawati - Perencanaan Wilayah dan Kota, 2022
Editor M. Naufal Hafizh, S.S.
BANDUNG, itb.ac.id - Empat mahasiswa Program Studi Teknik Perminyakan Institut Teknologi Bandung (ITB) yang tergabung dalam Tim Monster Inc meraih juara 2 pada kategori Well Stimulation Competition, INCEPTION 2026 yang diselenggarakan oleh SPE UNDIP SC.
Kompetisi ini menjadi wadah bagi mahasiswa menunjukkan kemampuan inovasi, analisis teknis, serta kolaborasi dalam menghadapi tantangan industri minyak dan gas di era transisi energi berkelanjutan.
Tim Monster Inc yang terdiri atas Hafiq Fadillah, Fauzan Faris Wirdiyan, Melva Ummairra Shelima, dan Mutiara Yasmin. Dalam kompetisi tersebut, peserta menganalisis permasalahan pada sumur tua dan menyusun solusi berdasarkan objektif teknis yang diberikan. Menariknya, tim mengambil pendekatan yang berbeda dibanding sebagian besar peserta lainnya. Setelah melakukan analisis teknis, evaluasi ekonomi, serta mencoba hydraulic fracturing, tim menemukan bahwa meskipun produksi sumur meningkat, hasilnya masih belum cukup untuk menutupi biaya yang dibutuhkan sehingga tim menilai bahwa kondisi sumur lebih baik secara ekonomi tanpa dilakukan well stimulation. Oleh karena itu, mereka merekomendasikan untuk tidak melakukan proses tersebut. Keputusan yang berbeda ini menjadi salah satu nilai lebih tim di hadapan dewan juri.
Selain menawarkan solusi yang kuat secara teknis, tim juga menampilkan pendekatan presentasi yang kreatif dan inovatif. Tidak hanya menggunakan media presentasi berupa salindia, mereka turut menyiapkan x-banner dan flyer hasil desain sendiri untuk membantu visualisasi materi kepada juri. Pendekatan tersebut dinilai mampu memperjelas ide serta meningkatkan kualitas penyampaian presentasi.

Di balik keberhasilan tersebut, tantangan terbesar yang dihadapi adalah membagi waktu di tengah kesibukan tugas akhir dan kegiatan akademik lainnya. Bahkan pada hari penghargaan berlangsung, beberapa anggota tim masih menjalani bimbingan tugas akhir. Namun, komitmen yang telah dibangun sejak awal membuat mereka mampu mengatur prioritas dan tetap menyelesaikan kompetisi dengan maksimal.
Dalam proses persiapan kompetisi, tim mendapatkan dukungan serta masukan dari dosen pembimbing, yaitu Dr. Dedy Irawan, S.T., M.T. serta rekan-rekan seangkatan yang telah memiliki pengalaman mengikuti kompetisi serupa. Pengalaman tersebut membantu mereka memahami alur kompetisi serta meningkatkan kesiapan presentasi dan analisis teknis. Bagi sebagian anggota tim, pencapaian hingga tahap final merupakan pengalaman pertama yang sangat berkesan. Rasa gugup dan tegang sempat dirasakan. Namun pengalaman tersebut justru menjadi pembelajaran penting tentang keberanian, kepercayaan diri, dan pentingnya mengambil kesempatan yang ada.
Melalui pengalaman ini, mereka berharap mahasiswa lain tidak ragu untuk mencoba kompetisi serupa. “Selama memiliki keyakinan dan keberanian untuk memulai, kesempatan harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Ketika kesempatan dan waktu itu hadir, jangan ragu untuk mengambilnya dan berkomitmen penuh dalam menjalaninya.” ujar Mutiara Yasmin.
.jpeg)





