ITB–Pemkab Solok Perkuat Sinergi untuk Pendidikan dan Pengembangan Potensi Daerah
Oleh Anggun Nindita -
Editor Muhammad Efriza Pandia
BANDUNG, itb.ac.id — Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Pemerintah Kabupaten Solok, Sumatera Barat, menandatangani Kesepakatan Bersama (PKS) untuk memperkuat kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Penandatanganan berlangsung pada Selasa (4/8/2026) di Ruang Rapim A, Gedung Rektorat ITB.
Kesepakatan Bersama tersebut menjadi langkah awal untuk membuka kolaborasi yang lebih luas antara ITB dan Pemerintah Kabupaten Solok dalam mendukung pembangunan daerah berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Rektor ITB Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., menyampaikan bahwa ITB secara aktif terus mengembangkan kerja sama dengan berbagai pemerintah daerah. Menurutnya, kolaborasi dengan pemerintah daerah merupakan bagian penting dari upaya ITB untuk memberikan dampak nyata bagi pembangunan bangsa.
“ITB itu punya dua misi. Yang pertama menjadi universitas kelas dunia yang unggul. Yang kedua, ITB itu harus berdampak terhadap pembangunan bangsa. Dari sisi yang berdampak itu, kita tidak mungkin mengerjakan sendiri. Kita harus bersama-sama dengan berbagai pihak,” ujarnya.
Prof. Tatacipta mengatakan, kerja sama dengan pemerintah daerah dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, mulai dari penelitian dan pengabdian kepada masyarakat hingga pengembangan program pendidikan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Dalam konteks Kabupaten Solok, terdapat sejumlah potensi yang dapat dikembangkan bersama, di antaranya bidang pariwisata, lingkungan, dan pertanian. Setelah Kesepakatan Bersama ditandatangani, kerja sama tersebut diharapkan dapat dilanjutkan melalui pembahasan yang lebih teknis untuk menentukan bidang dan program yang sesuai dengan kebutuhan daerah.
“Jadi saya kira nanti sesudah (Kesepakatan Bersama) ini ditandatangani mestinya tidak berhenti di situ, tapi kemudian justru nanti di detail-detail teknisnya dengan teman-teman yang lain,” tutur Prof. Tatacipta.
Selain penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, ITB juga membuka peluang kemitraan di bidang pendidikan. Pemerintah daerah, misalnya, dapat menjajaki skema kemitraan untuk mendukung putra-putri daerah memperoleh kesempatan menempuh pendidikan di ITB. ITB juga memiliki berbagai kegiatan persiapan bagi siswa sekolah menengah serta program peningkatan kapasitas bagi guru di daerah.
Sementara itu, Bupati Solok Jon Firman Pandu, S.H., menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Solok dan ITB. Ia berharap Kesepakatan Bersama tersebut dapat menjadi ruang kolaborasi untuk menjawab berbagai kebutuhan pembangunan di Kabupaten Solok.
Menurutnya, Kabupaten Solok memiliki wilayah yang luas dan sumber daya alam yang beragam. Namun, keterbatasan ruang fiskal membuat pemerintah daerah perlu mengoptimalkan berbagai potensi yang dimiliki melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Kabupaten Solok itu daerah yang sangat luas dengan potensi sumber daya alam yang melimpah. Dan ini tentu dengan keterbatasan ruang fiskal kita yang kecil hari ini, kita juga dituntut untuk bagaimana mengolah sumber daya alam ini dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Jon Firman Pandu menambahkan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan pariwisata, pengelolaan sumber daya alam, serta ketahanan terhadap bencana menjadi sejumlah kebutuhan penting bagi Kabupaten Solok.
Ia juga menyoroti pengalaman Kabupaten Solok menghadapi dampak hidrometeorologi pada akhir 2025. Dalam kondisi tersebut, sinergi dengan perguruan tinggi diharapkan dapat membantu pemerintah daerah memperkuat upaya pembangunan sekaligus meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan masyarakat.
Salah satu potensi kerja sama yang diharapkan dapat segera dikembangkan adalah penguatan sektor pariwisata. Pemerintah Kabupaten Solok berharap ITB dapat mendukung pengembangan masterplan kawasan wisata, khususnya Danau Singkarak serta Danau Kembar dan wilayah sekitarnya.
“Dengan adanya pengabdian masyarakat Institut Teknologi Bandung di wilayah, tentu besar harapan kami bagaimana pengembangan wisata ini terutama mungkin berkaitan dengan masterplan, baik Danau Singkarak maupun Danau Kembar dan sekitarnya,” kata Jon Firman Pandu.
Di bidang pendidikan, Pemerintah Kabupaten Solok juga berharap semakin banyak putra-putri daerah memperoleh kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di ITB. Menurut Jon Firman Pandu, penguatan kerja sama pendidikan dapat menjadi bagian penting dari upaya mempersiapkan sumber daya manusia Kabupaten Solok di masa mendatang.
Ia berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada penandatanganan Kesepakatan Bersama, tetapi dapat diwujudkan dalam berbagai program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Pemerintah Kabupaten Solok pun berkomitmen menindaklanjuti aspek teknis kerja sama, termasuk dalam mendukung program pendidikan bagi generasi muda daerah.

.jpeg)


