ITB Anugerahkan Guru Besar Emeritus kepada Pakar Teknologi Kuantum Prof. Hermawan Kresno Dipojono

Oleh Anggun Nindita -

Editor Muhammad Efriza Pandia


BANDUNG, itb.ac.id — Institut Teknologi Bandung (ITB) menganugerahkan gelar Profesor Emeritus kepada Prof. (Em ITB). Ir. Hermawan Kresno Dipojono, MSEE., Ph.D., dalam prosesi yang digelar di Multipurpose Hall, Gedung CRCS, ITB Kampus Ganesha, Rabu (23/9/2026).

Penganugerahan tersebut menjadi bentuk penghormatan atas kontribusi Prof. Hermawan dalam pendidikan, penelitian, kepemimpinan akademik, serta pengabdian kepada masyarakat. Memasuki masa purnadarma, ia tetap berkomitmen melanjutkan riset, membangun jejaring internasional, dan menyiapkan generasi baru di bidang teknologi kuantum.

Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., mengatakan Prof. Hermawan memiliki perjalanan panjang bersama ITB, mulai dari pengembangan akademik dan kurikulum, kepemimpinan di Fakultas Teknologi Industri (FTI), hingga penguatan jejaring riset internasional.


"Prof. Hermawan pernah menjabat sebagai Dekan FTI ITB, pejabat di Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, serta Ketua Senat Akademik ITB. Di luar kampus, ia juga aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan, termasuk pembinaan generasi muda di lingkungan Masjid Salman ITB," ujar Rektor ITB.

Menurut Rektor ITB, purnadarma tidak berarti berhentinya kontribusi seorang guru besar. "Gelar Profesor Emeritus menegaskan bahwa pengalaman, ilmu, dan keteladanan Prof. Hermawan tetap menjadi bagian penting dalam perkembangan ITB," katanya.

Menteri Ketenagakerjaan RI, Prof. Ir. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D., turut menyampaikan apresiasi. Ia memandang Prof. Hermawan sebagai sosok guru dan panutan yang konsisten berbagi ilmu serta memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.


Dari Material Komputasional hingga Teknologi Kuantum
Prof. Hermawan merupakan alumnus Teknik Fisika ITB dan dikukuhkan sebagai Guru Besar ITB pada 2012 dalam bidang Rancang Bangun Material Komputasional dan Simulasi Dinamika Molekul.

Dekan FTI ITB, Prof. Ir. Tirto Prakoso, S.T., M.Eng., Ph.D., mengatakan penganugerahan Profesor Emeritus bukanlah titik akhir pengabdian. "Penghargaan ini merupakan bukti atas dedikasi, kepemimpinan, pemikiran, dan keteladanan Prof. Hermawan yang diharapkan terus menginspirasi generasi penerus," ungkap Prof. Tirto

Sementara itu, Mohammad Kemal Agusta, S.T., M.Eng., Ph.D., yang mewakili Kelompok Keahlian Teknik Fisika, FTI ITB, mengenang Prof. Hermawan sebagai salah satu perintis desain material komputasional di Indonesia sekaligus mentor bagi banyak mahasiswa dan peneliti.

Siapkan SDM Indonesia Menghadapi Era Kuantum
Dalam pidatonya, Prof. Hermawan menggambarkan perjalanan hidupnya sebagai sebuah “rasi bintang pembentuk karakter dan pemikiran”, yang terbentuk dari dunia akademik, spiritualitas, serta tokoh dan bacaan yang membangun visi kebangsaannya.


Memasuki masa purnadarma, ia menyebut dirinya memasuki “fase kebebasan berkarya”. Waktu yang sebelumnya banyak tersita untuk tugas struktural dan administratif kini dapat lebih diarahkan untuk eksplorasi ilmiah, khususnya komputasi kuantum.

Prof. Hermawan juga menekankan pentingnya laboratorium sebagai ruang kaderisasi. "Mahasiswa tidak hanya datang untuk belajar dan meneliti, tetapi diharapkan tumbuh menjadi kolega, ilmuwan, dan mentor bagi generasi berikutnya," ucapnya.

Perhatiannya kini antara lain tertuju pada Quantum Machine Learning (QML), pengembangan komputasi kuantum, serta pembangunan jaringan riset internasional. Selain melalui penelitian, ia juga berupaya mewariskan pengetahuan melalui buku dan bahan ajar berbahasa Indonesia, termasuk mengenai medan elektromagnet dan sains komputer kuantum.


"Indonesia tidak cukup hanya mengikuti perkembangan teknologi kuantum. Penguatan sumber daya manusia menjadi kunci agar Indonesia mampu mengambil peran dalam perkembangan teknologi tersebut," tuturnya.

“Tujuan utamanya adalah kaderisasi agar Indonesia tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pemain utama di era teknologi kuantum,” lanjutnya.

Penganugerahan Profesor Emeritus tersebut menjadi babak baru perjalanan Prof. Hermawan. Meski telah memasuki masa purnadarma, pengabdiannya berlanjut melalui riset, pendidikan, pembinaan generasi muda, serta pengembangan teknologi masa depan.

#guru besar emeritus #fti #teknik fisika itb #bidang quantum #sdg4 #quality education #sdg9 #industry innovation and infrastructure #sdg17 #partnerships for the goals