ITB-AVPN Gabungkan Akademisi, Filantropis, dan Investor Sosial dalam Anjungan Kolaborasi Global

Oleh Anggun Nindita -

Editor Muhammad Efriza Pandia

BANDUNG, itb.ac.id – Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama Asian Venture Philanthropy Network (AVPN) meluncurkan Penjuru ITB–AVPN di Villa Merah, ITB Kampus Ganesha, Kamis (4/6/2026). Kehadiran anjungan kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara dunia akademik, filantropi, bisnis, kewirausahaan, dan investor sosial dalam mendorong pendidikan, riset, inovasi, serta pembangunan berkelanjutan yang berdampak bagi masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Duta Besar Republik Singapura untuk Republik Indonesia, Yang Mulia (Y.M.) Kwok Fook Seng; Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi ITB, Lavi Rizki Zuhal; Wakil Rektor Bidang Komunikasi, Kemitraan, Kealumnian, dan Administrasi ITB, A. Rikrik Kusmara; Kepala Badan Pengelola Usaha dan Dana Lestari (BPUDL) ITB, Direktur Regional AVPN Asia Tenggara Dini Indrawati Septiani beserta timnya.

Dalam sambutannya, Poerbandono menjelaskan bahwa Villa Merah yang memiliki nilai sejarah yang panjang bagi ITB, diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi lahirnya berbagai kolaborasi strategis, khususnya melalui jejaring filantropisme internasional.

"Melalui Penjuru ITB-AVPN, kami ingin mengambil kesempatan untuk mengembangkan institusi filantropian ITB ke tingkat internasional. Ini merupakan langkah awal untuk membuka peluang kolaborasi global, memperluas keterpaparan, sekaligus menjadi sarana belajar bersama dalam mengembangkan kerja sama yang mendukung keberlanjutan," ujarnya.

Sementara itu, Lavi Rizki Zuhal menyoroti semakin eratnya hubungan Indonesia dan Singapura, khususnya dalam bidang pendidikan, riset, dan inovasi. Menurutnya, pendidikan merupakan salah satu investasi terpenting untuk masa depan.

Ia menegaskan bahwa ITB tidak hanya berkomitmen pada pendidikan dan pengembangan teknologi, tetapi juga pada penciptaan dampak sosial yang lebih luas. Karena itu, diperlukan sebuah ekosistem yang mampu menghubungkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari akademisi, filantropis, pelaku bisnis, hingga wirausahawan.

"Penjuru ITB-AVPN hadir sebagai anjungan yang mempertemukan berbagai pihak untuk bersama-sama menciptakan dampak positif. Kami berharap kolaborasi ini dapat berkontribusi pada pengembangan ekonomi hijau dan berbagai inisiatif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.


Direktur Regional AVPN Asia Tenggara Dini Indrawati Septiani Dini Indrawati Septiani, menjelaskan bahwa filantropi saat ini tidak lagi hanya berbicara mengenai pemberian dana. Lebih dari itu, filantropi juga mencakup berbagi pengalaman, pengetahuan, nilai, serta membangun jejaring yang saling menguatkan.

Menurutnya, kolaborasi antara ITB dan AVPN membuka peluang bagi para investor sosial untuk belajar dan bertumbuh bersama dalam menciptakan dampak yang lebih luas.

“ITB memiliki kekuatan dalam ilmu pengetahuan, riset, dan sumber daya manusia yang sangat penting untuk mendukung ekosistem investasi sosial. Kami melihat ITB sebagai mitra kolektif yang dapat bersama-sama meningkatkan kapasitas dan memperluas dampak hingga ke tingkat global,” ujarnya.

Ia berharap peluncuran Penjuru ITB-AVPN menjadi awal perjalanan kolaborasi jangka panjang yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pendidikan, riset, dan pembangunan sosial.

Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Singapura untuk Indonesia, HY.EM. Kwok Fook Seng, menyampaikan apresiasinya terhadap kemitraan yang terjalin antara ITB dan AVPN. Menurutnya, penguatan infrastruktur filantropi merupakan salah satu aspek penting dalam membangun ekosistem pembangunan yang berkelanjutan.

Ia menilai kolaborasi ini menjadi menarik karena tidak hanya berfokus pada pendidikan dan riset, tetapi juga membuka peluang kontribusi yang lebih luas bagi sektor publik.

"Kolaborasi ini menghadirkan kesempatan yang sangat baik untuk memperkuat investasi sosial yang berkelanjutan di Indonesia,” tuturnya.

AVPN sendiri merupakan jaringan investor sosial terbesar di Asia yang menghubungkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pembuat kebijakan, yayasan, sektor swasta, hingga investor dampak untuk meningkatkan aliran modal dan kolaborasi dalam menyelesaikan berbagai tantangan pembangunan berkelanjutan di Kawasan Asia. AVPN juga mendorong pengembangan investasi sosial, filantropi strategis, ekonomi hijau, serta berbagai inisiatif yang mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Melalui kegiatan Penjuru ITB-AVPN, ITB memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya menghasilkan ilmu pengetahuan dan inovasi, tetapi juga menjadi penghubung berbagai sektor untuk menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan di tingkat nasional maupun global.

#kerja sama #kolaborasi #bpudl itb #sdg4 #quality education #sdg8 #decent work and economic growth #sdg9 #industry innovation and infrastructure #sdg10 #reduced inequalities #sdg11 #sustainable cities and communities #sdg17 #partnerships for the goals