Prof. Ben Olken dari MIT Bahas Peran Riset untuk Kebijakan Publik yang Tepat Sasaran di Kuliah Umum SBM ITB

Oleh Vito Egi Nandriansyah - Teknik Geofisika, 2021

Editor M. Naufal Hafizh, S.S.

Prof. Ben Olken, ekonom dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) menyampaikan materi pada kuliah umum yang digelar di Auditorium, SBM ITB, Selasa (19/5/2026).

BANDUNG, itb.ac.id - Sekolah Bisnis dan Manajemen, Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) menggelar kuliah umum dengan pembicara Prof. Ben Olken, ekonom dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), dengan tema “How Rigorous Research Drives Better Policy: Two Decades of Evidence from Indonesia”, Selasa (19/5/2026), di Auditorium SBM ITB.

Kuliah umum tersebut membahas bagaimana riset empiris dan evaluasi berbasis bukti (evidence-based policymaking) dapat membantu pemerintah merancang kebijakan sosial yang lebih efektif dan tepat sasaran, khususnya dalam konteks Indonesia.

Wakil Dekan Bidang Akademik SBM ITB, Dr.rer.pol. Eko Agus Prasetio, S.T., M.B.A., CIM®, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Prof. Ben Olken di ITB. Ia pun menekankan pentingnya penguatan budaya riset di lingkungan akademik untuk mendukung kontribusi nyata terhadap kebijakan publik.

Dalam pemaparannya, Prof. Ben Olken yang juga direktur di J-PAL menjelaskan bahwa berbagai tantangan kebijakan publik modern membutuhkan pendekatan ilmiah yang berbasis data. Menurutnya, pertanyaan seperti bagaimana meningkatkan kualitas pendidikan, efektivitas bantuan sosial, hingga penggunaan transportasi publik tidak dapat dijawab hanya melalui asumsi, tetapi harus melalui evaluasi yang sistematis.

“Kita menghadapi persoalan kebijakan yang kompleks di berbagai sektor. Persoalan-persoalan tersebut dapat dijawab melalui evaluasi program secara menyeluruh untuk membantu menentukan hal-hal yang perlu diperbaiki, diperluas penerapannya, maupun dikurangi skalanya,” ujarnya.

Ia juga memperkenalkan pendekatan Randomized Controlled Trials (RCT) yang digunakan oleh J-PAL dalam mengevaluasi dampak program sosial. Melalui metode ini, populasi dibagi secara acak menjadi kelompok penerima program (treatment group) dan kelompok pembanding (comparison group) untuk mengukur dampak kebijakan secara objektif.

Sebagai organisasi riset global yang berbasis di MIT, J-PAL berfokus pada evaluasi program sosial untuk mendukung upaya pengurangan kemiskinan melalui pendekatan eksperimental. Dalam kuliah tersebut, Prof. Olken membagikan pengalaman Indonesia sebagai salah satu contoh penting dalam pengembangan kebijakan berbasis bukti.

Prof. Olken menegaskan bahwa penguatan basis bukti dalam pengambilan keputusan tidak hanya penting dalam sektor perlindungan sosial, tetapi juga dalam berbagai bidang lain.

“Bukti yang lebih baik menghasilkan keputusan yang lebih baik di bidang apa pun,” tuturnya.

#kuliah umum #sbm itb #mit