Tingkatkan Literasi Siswa, ITB Kenalkan Analisis Bahan Pewarna Kimia dalam Makanan
Oleh --- -
Editor Muhammad Efriza Pandia
Kegiatan Pengabdian Masyarakat KK Kimia Analitik FMIPA ITB di SMAN 5 Pekanbaru, Selasa (28/7/2026).
BANDUNG, itb.ac.id — Penggunaan bahan pewarna dalam makanan menjadi salah satu hal yang perlu dipahami masyarakat, termasuk siswa sebagai generasi muda. Untuk meningkatkan literasi mengenai bahan pewarna alami dan sintetis dalam makanan, Kelompok Keilmuan Kimia Analitik, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Masyarakat Kolaborasi di SMAN 5 Pekanbaru, Selasa (28/7/2026).
Kegiatan bertajuk “Peningkatan Literasi Siswa mengenai Bahan Pewarna Kimia dalam Makanan” tersebut diikuti oleh 100 siswa dari berbagai kelas. Melalui kegiatan ini, siswa memperoleh pemahaman mengenai bahan pewarna yang digunakan dalam makanan serta pentingnya mengenali sumber dan penggunaannya secara bijak. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat mendorong siswa untuk turut meningkatkan literasi masyarakat di lingkungan sekitarnya.
Selain penyuluhan, kegiatan juga memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam menerapkan ilmu kimia. Sebanyak 20 siswa kelas XI dan XII mengikuti pelatihan analisis zat warna pada kerupuk menggunakan spektrofotometer VIS.
Belajar Mengenali Pewarna melalui Praktik Analisis
Percobaan Kimia: Analisis pewarna makanan pada kerupuk menggunakan spektrofotometer VIS.
Dalam pelatihan tersebut, siswa diperkenalkan pada prinsip dasar kerja spektrofotometer VIS untuk menganalisis zat warna dan kadar pewarna sintetis, khususnya tartrazin dan red scarlet, pada sampel kerupuk.
Praktik ini tidak hanya mengenalkan siswa pada penggunaan instrumen analisis, tetapi juga melatih kemampuan berpikir ilmiah melalui proses pengamatan, analisis data, penyusunan argumen, hingga penarikan kesimpulan. Dengan demikian, konsep kimia yang dipelajari di kelas dapat dipahami melalui contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan mengenai bahan pewarna alami dan sintetis yang beredar, termasuk cara mengidentifikasinya secara visual. Dalam sesi praktik, siswa juga berlatih mengidentifikasi zat warna menggunakan instrumen analisis.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi tambahan materi pembelajaran kimia di sekolah sekaligus mendorong minat siswa untuk mempelajari sains melalui persoalan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari dan masyarakat.
Memperkuat Motivasi Belajar Sains
Kepala SMAN 5 Pekanbaru, H. Zahar, M.Pd., mengapresiasi kegiatan kunjungan dan pengabdian masyarakat yang dilakukan ITB. Ia berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan motivasi siswa untuk mempelajari bidang sains dan teknik serta membuka wawasan mereka mengenai kesempatan melanjutkan pendidikan di ITB.
Sementara itu, Ketua Kelompok Keilmuan Kimia Analitik FMIPA ITB sekaligus alumni SMAN 5 Pekanbaru, Prof. Ir. Muhammad Ali Zulfikar, M.Si., Ph.D., IPM., ASEAN. Eng., menyampaikan kebanggaannya dapat kembali berkontribusi bagi sekolah tempatnya menempuh pendidikan.
"Para siswa dapat belajar sains dan teknik dengan lebih giat sehingga kelak dapat menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi kemajuan daerah dan bangsa," ujarnya.
Kegiatan Pengabdian Masyarakat Kolaborasi ini melibatkan dosen serta alumni-mahasiswa pascasarjana Kelompok Keilmuan Kimia Analitik FMIPA ITB, yaitu Prof. Ir. Muhammad Ali Zulfikar, M.Si., Ph.D., IPM., ASEAN. Eng.; Dr. Muhammad Yudhistira Azis, M.Si.; Dr. Untung Triadhi, M.Si.; Dr. Nurrahmi Handayani, M.Si.; Wirhamna, M.Si.; John Yoro Parlindungan, S.Pd., M.PKim.; Anindita Syafira Ariesta, S.Pd., M.Si.; dan Mhd Sholeh Kurniawan Nst, S.Pd.
Kegiatan ini didukung oleh DPMK ITB melalui skema bottom up, Laboratorium Kimia Analitik FMIPA ITB, serta FMIPA ITB.

.jpeg)




