UKM Fest ITB 2026, Keberagaman 88 Unit Kegiatan Mahasiswa Jadi Ruang Tumbuh Bersama di Kampus
Oleh Vito Egi Nandriansyah - Teknik Geofisika, 2021
Editor M. Naufal Hafizh, S.S.
BANDUNG, itb.ac.id - Institut Teknologi Bandung menyelenggarakan UKM Fest ITB 2026 sebagai ruang apresiasi dan kolaborasi bagi berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Kegiatan yang berada di bawah naungan Kabinet Keluarga Mahasiswa ITB melalui Kementerian Pemberdayaan UKM dan Paguyuban ini mempertemukan berbagai rumpun UKM untuk menampilkan karya serta aktivitas mahasiswa di lingkungan kampus.
UKM Fest 2026 menghadirkan beberapa rangkaian pre-event yang melibatkan berbagai rumpun UKM, seperti kegiatan “Sehari Bersama Orkes” yang mengajak mahasiswa mencoba berbagai cabang olahraga bersama unit-unit rumpun Olahraga dan Kesehatan, serta “Kelas Isu x Senbud” yang menghadirkan kelas diskusi dari unit APKM sekaligus aktivitas interaktif dari unit-unit Seni Budaya di Lapangan Cinta ITB.
Puncak acara UKM Fest ITB 2026 digelar 7 Maret 2026 digelar di Lapangan CC Timur (Lapangan Cinta) dan Aula Barat. Berbagai unit dari tiga rumpun UKM menghadirkan pameran yang menampilkan identitas serta karya masing-masing unit, mulai dari atribut olahraga, dokumentasi kegiatan, karya ilustrasi dan komik, hingga infografis edukatif.
Selain pameran, Aula Barat ITB menjadi panggung utama bagi rangkaian pertunjukan seni yang disusun dalam alur cerita bertajuk “The Great Reboot”. Konsep ini menggambarkan sistem server KM ITB yang mengalami gangguan sehingga potongan-potongan “kode” yang merepresentasikan unit-unit mahasiswa terpencar. Melalui berbagai penampilan seni, potongan-potongan tersebut kemudian dipersatukan kembali sebagai simbol pentingnya kontribusi setiap unit dalam ekosistem kemahasiswaan.

Beragam unit seni budaya turut memeriahkan panggung tersebut. Penampilan diawali oleh Apres!, dilanjutkan dengan berbagai pertunjukan seni tradisi dari unit-unit kebudayaan daerah, seperti PSTK ITB yang menampilkan tari gambyong pareanom dengan iringan langsung gamelan. Panggung kemudian dilanjutkan dengan penampilan dari Unit Kebudayaan Aceh, Unit Budaya Lampung, Unit Kebudayaan Minangkabau, serta Lingkung Seni Sunda.
Selain pertunjukan seni tradisi, panggung UKM Fest juga menghadirkan penampilan modern dari INFINITY ITB serta Korean Culture Club yang menampilkan tari tradisional dan modern. Berbagai unit budaya mancanegara seperti Unit Kebudayaan Jepang, Unit Kebudayaan Tionghoa, dan Genshiken turut memeriahkan acara dengan pertunjukan yang memadukan unsur budaya internasional dengan ekspresi seni mahasiswa.

Salah satu penampilan yang menarik adalah kolaborasi Unit Kebudayaan Melayu Riau dan ITB Student Orchestra yang membawakan Tari Gincu Merah Muda dengan iringan musik orkestra. Hal ini menjadi simbol dari semangat sinergi antarunit yang menjadi inti dari penyelenggaraan UKM Fest.
Hingga awal 2026, tercatat terdapat 88 UKM aktif di ITB yang mewakili beragam minat dan bakat mahasiswa. UKM Fest menjadi wadah yang mempertemukan keberagaman tersebut sekaligus memperlihatkan dinamika aktivitas mahasiswa yang kolaboratif di lingkungan kampus.

Kepala Subdirektorat Pengembangan Prestasi ITB, Muhammad Yorga Permana, S.T., M.Sc., Ph.D., menekankan bahwa kegiatan UKM menjadi ruang penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan berbagai kompetensi di luar akademik.
“UKM Fest menunjukkan bahwa mahasiswa ITB tidak hanya mampu melakukan complex problem solving, tetapi juga memiliki kreativitas, kemampuan kolaborasi, serta resiliensi yang tinggi. Untuk dapat tampil beberapa menit di atas panggung, proses latihan yang dilakukan bisa memakan waktu berbulan-bulan,” ujarnya.
Ia juga mendorong mahasiswa untuk aktif terlibat dalam kegiatan kemahasiswaan sebagai bagian dari proses pengembangan diri selama menempuh pendidikan di kampus.

Melalui UKM Fest, berbagai unit kegiatan mahasiswa di ITB tidak hanya menampilkan identitas dan karyanya, tetapi juga memperkuat ekosistem kemahasiswaan yang kolaboratif, kreatif, dan dinamis di lingkungan kampus.


.jpg)


