Tim Mahasiswa ITB Juara 1 Nasional Kompetisi Interpretasi Seismik Bidang Energi

Oleh Vito Egi Nandriansyah - Teknik Geofisika, 2021

Editor M. Naufal Hafizh, S.S.

Kiri ke kanan: Bagas Prakasa Akbar, M. Aufar Al Ghiffary, dan Abid Syabala berfoto bersama di Plaza Widya Nusantara, ITB Kampus Ganesha setelah meraih Juara 1 Seismic Interpretation dalam Geophysics Festival 2025, Selasa (20/1/2026). (ITB/Vito Egi Nandriansyah)

BANDUNG, itb.ac.id – Tim mahasiswa Teknik Geofisika Institut Teknologi Bandung (ITB) yang tergabung dalam The Greatest Cislam Team berhasil meraih Juara 1 Seismic Interpretation Competition (SIC) GEOFEST 2025, kompetisi tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Geofisika (HMTG) “MAYAPADA” Institut Teknologi Sumatra (ITERA).

Kompetisi yang mengusung tema “Enhancing Seismic Interpretation in Energy Resource Exploration” tersebut diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan menjadi ajang pengujian kemampuan interpretasi seismik dalam eksplorasi sumber daya energi.

Tim peraih juara pertama ini terdiri atas Muhammad Aufar Al Ghiffary (12320094) sebagai ketua tim, Bagas Prakasa Akbar (12321062), dan Abid Syabala (12321064). Dalam kompetisi tersebut, mereka mengajukan karya tulis berjudul “Evaluation of Hydrocarbon Potential Zones Through the Integration of Seismic Inversion, Multi-Attribute, Probabilistic Neural Network (PNN), Amplitude Variation with Frequency (AVF), and Seismic Stratigraphic Analysis in the Poseidon Field, Lower Plover Formation, Browse Basin, Australia”.

Karya tersebut disusun sebagai respons komprehensif terhadap tema lomba, dengan menekankan penguatan interpretasi seismik untuk eksplorasi sumber daya energi.

Topik yang membawa Tim ini meraih Juara 1 Seismic Interpretation dalam Geophysics Festival 2025, Selasa (20/01/2026). (ITB/Vito Egi Nandriansyah)

Dalam kompetisi ini, The Greatest Cislam Team dihadapkan pada studi kasus eksplorasi menggunakan data lapangan dari wilayah Australia. Tantangan utama yang diberikan adalah mengevaluasi potensi minyak dan gas bumi serta melakukan estimasi volumetrik untuk menilai keekonomisan cadangan migas.

Untuk menjawab tantangan tersebut, tim menerapkan pendekatan studi terintegrasi yang memadukan disiplin geologi, geofisika, dan petrofisika. Proses analisis dilakukan melalui interpretasi data sumur dan seismik secara kualitatif dan kuantitatif, identifikasi prospek, evaluasi sistem petroleum, pemilihan lokasi pengeboran strategis, hingga perhitungan volumetrik sebagai estimasi cadangan dan keekonomisan lapangan penelitian.

Keberhasilan meraih juara pertama tidak terlepas dari persiapan yang matang. Tim memprioritaskan manajemen waktu yang efektif, pendalaman konsep dasar geofisika dan geologi, serta penguatan pemahaman melalui kajian literatur terkait metode-metode penelitian yang digunakan. Integrasi metode dilakukan secara detail agar hasil interpretasi menjadi lebih akurat, komprehensif, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Selain aspek teknis, kesiapan mental juga menjadi perhatian utama. Latihan presentasi secara intensif, optimisme, serta doa menjadi bagian dari proses yang mendukung performa tim selama kompetisi.

Motivasi mengikuti kompetisi ini berangkat dari kedekatan topik lomba dengan fokus studi di Program Studi Teknik Geofisika ITB, khususnya pada interpretasi seismik refleksi dan karakterisasi reservoir. Tim ingin memperdalam kemampuan dalam mengintegrasikan metode geologi dan geofisika untuk menentukan lokasi pengeboran paling optimal dalam eksplorasi hidrokarbon.

Dorongan untuk menjadi yang terbaik di antara peserta dari berbagai universitas ternama di Indonesia juga menjadi pemacu semangat tim. Menariknya, pendaftaran kompetisi dilakukan menjelang penutupan, dan upaya tersebut berbuah hasil dengan diraihnya Juara 1.

Seluruh proses perlombaan ini dijalani tanpa bimbingan dosen pembimbing. Pilihan tersebut diambil sebagai tantangan untuk menguji kemampuan dan ketangguhan diri dalam mengaktualisasikan pemahaman keilmuan yang telah diperoleh selama proses pembelajaran. Meski demikian, tim tetap mendapatkan bantuan evaluatif dari rekan yang memberikan masukan kritis terhadap hasil akhir karya.

Berbagai kendala turut mewarnai perjalanan tim. Salah satunya adalah keterbatasan data berupa seismik post-stack tanpa informasi variasi sudut, sehingga proses inversi hanya menghasilkan persebaran impedansi akustik. Kendala tersebut justru mendorong lahirnya inovasi, yakni mengonversi hasil inversi impedansi akustik menjadi penampang densitas menggunakan metode multi-attribute, meningkatkan kualitasnya dengan Probabilistic Neural Network (PNN), hingga menghasilkan volume porositas.

Tidak berhenti pada informasi yang sensitif terhadap litologi, tim juga mampu mengorelasikan keberadaan fluida dengan menerapkan metode Amplitude Variation with Frequency (AVF), sebuah metode yang masih jarang digunakan dan harus dipelajari secara mandiri.

Kompleksitas integrasi metode multidisiplin serta manajemen waktu yang ketat menjadi tantangan tersendiri. Namun, seluruh kendala tersebut justru berhasil diolah menjadi kekuatan yang memperkuat karakter analitis dan inovatif tim, serta memperoleh apresiasi dari dewan juri.

Aufar, mewakili tim, menyampaikan pesan setelah mengikuti perlombaan. “Dari perlombaan ini kami memperoleh makna mendalam akan pentingnya dedikasi tinggi, inovasi cemerlang, disiplin waktu, dan kerja sama sebagai satu kesatuan tim untuk mencapai satu impian, yaitu menjadi yang terbaik, demi mematahkan kemustahilan di tengah kesibukan akademik dan pengerjaan Tugas Akhir. Terakhir dari saya, jangan pernah takut untuk memulai dan apabila sudah merasa bisa, ingat bahwasanya tidak ada kata selesai dalam belajar, karena proses pembelajaran berlangsung seumur hidup, sebagai cahaya untuk akal, penolong dalam kesulitan, dan jalan menuju kemenangan,” ujarnya.

Raihan Juara 1 pada SIC GEOFEST 2025 ini menjadi bukti komitmen mahasiswa ITB dalam berinovasi, berpikir kritis, serta berkontribusi pada pengembangan ilmu geofisika dan geologi, khususnya di sektor energi. Keberhasilan The Greatest Cislam Team sekaligus menegaskan kualitas mahasiswa Teknik Geofisika ITB yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi tantangan eksplorasi migas di masa depan.

#prestasi mahasiswa itb #prestasi nasional