SBM ITB dan IEEF Raih Hibah RECLICKS untuk Kajian Integrasi Pasar Listrik ASEAN

Oleh --- -

Editor Anggun Nindita

JAKARTA, itb.ac.id - Tim riset dari School of Business and Management Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) bersama Institute for Energy, Economics and Finance (IEEF) berhasil terpilih sebagai salah satu penerima RECLICKS Research Grant. Program hibah riset ini diselenggarakan oleh Purnomo Yusgiantoro Center melalui inisiatif RECLICKS by PYC bekerja sama dengan University of Waterloo dalam proyek FINCAPES, pada Rabu (29/4/2026).

Program RECLICKS Research Grant merupakan hibah riset kompetitif yang berfokus pada penguatan penelitian di bidang pembiayaan iklim (climate finance) dan transisi energi. Program ini mempertemukan peneliti, akademisi, praktisi, dan pembuat kebijakan untuk mendorong lahirnya kajian yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga relevan terhadap kebutuhan kebijakan energi di Indonesia.

Proses seleksi hibah dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari penilaian proposal, evaluasi oleh para ahli, hingga sesi pitching intensif. Melalui tahapan tersebut, setiap tim dituntut menunjukkan kedalaman analisis, relevansi kebijakan, serta potensi implementasi riset yang diajukan.

Pemberian hibah ini menjadi bagian dari rangkaian CLICKS Workshop bertajuk “Strengthening Research Implementation for Climate Finance and Energy Transition” yang berlangsung selama dua hari. Workshop tersebut juga menjadi ruang kolaborasi dan pertukaran pengetahuan antara peserta dan para pakar di bidang energi dan pembiayaan iklim.

Tim SBM ITB dan IEEF mengusung riset berjudul “Valuing Strategic Flexibility in ASEAN Electricity Market Integration: Real Options Evidence from the Indonesia–Singapore Interconnection.” Penelitian ini dipimpin oleh Dzikri Firmansyah Hakam bersama Atika Irawan dan Nitha Pricillia.


Riset tersebut juga melibatkan peneliti dari IEEF, yakni Khairil Insan Bintang, Ihda Farhatun Nisak, dan Anisya Nurfitri Kustyani, serta Wahyu Parbowo.

Penelitian ini dinilai memiliki relevansi strategis karena membahas integrasi pasar listrik lintas negara di kawasan ASEAN, khususnya melalui studi kasus interkoneksi listrik Indonesia–Singapura. Dengan menggunakan pendekatan real options valuation, penelitian tersebut berupaya menilai fleksibilitas strategis dalam pengambilan keputusan investasi dan kebijakan pada proyek interkoneksi listrik lintas batas negara.

Pendekatan tersebut dinilai penting untuk memahami bagaimana ketidakpastian pasar, regulasi, dan dinamika transisi energi dapat memengaruhi kelayakan serta arah pengembangan infrastruktur energi regional di masa depan.

Selain proses seleksi riset, program RECLICKS juga menghadirkan sesi penguatan kapasitas bagi peserta. Materi yang diberikan mencakup strategi komunikasi hasil penelitian kepada pembuat kebijakan, penyusunan rekomendasi kebijakan yang aplikatif, serta integrasi prinsip Gender and Socio-economic Inclusivity (GESEI) dalam desain riset.

Keberhasilan tim SBM ITB dan IEEF dalam memperoleh hibah ini menunjukkan komitmen kedua institusi dalam memperkuat ekosistem riset energi yang berbasis bukti, interdisipliner, dan berorientasi pada dampak kebijakan. Melalui kolaborasi akademik, riset kebijakan, dan jejaring internasional, kajian ini diharapkan dapat berkontribusi pada percepatan transisi energi yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia maupun kawasan ASEAN.

#sbm #sbm itb #sdg7 #affordable and cleanenergy #sdg9 #industry innovation and infrastructure #sdg13 #climate action #sdg17 #partnerships for the goals #sdg4 #quality education