Alumni ITB86 Berikan Bantuan Internet hingga 1 Gbps untuk Kampus saat Reuni Akbar 40 Tahun
Oleh M. Naufal Hafizh, S.S.
Editor M. Naufal Hafizh, S.S.
BANDUNG, itb.ac.id — Institut Teknologi Bandung (ITB) menerima bantuan penyediaan koneksi dan bandwidth jaringan internet dari alumni ITB Angkatan 1986 (ITB86) untuk mendukung kebutuhan pembelajaran digital di lingkungan kampus. Penyerahan simbolis bantuan dilakukan saat Reuni Akbar 40 Tahun ITB86 di Lapangan Aula Barat, ITB Kampus Ganesha, Sabtu (24/10/2026).
Bantuan ini merupakan kerja sama ITB86 dengan PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (SURGE), yang mencakup pemasangan koneksi internet dengan bandwidth berkisar antara 200 Mbps hingga 1 Gbps.
Ketua Panitia Reuni 40 Tahun ITB86, Batara Purba, mengatakan bahwa bantuan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi alumni dalam mendukung Rencana Strategis ITB 2026–2030, termasuk upaya meningkatkan daya saing institusi menuju peringkat 150 dunia.
"Malam ini kita tidak hanya kumpul-kumpul. Malam ini melalui program yang akan dilakukan oleh ITB86 bekerja sama dengan salah satu rekanan kita, kita memberikan kontribusi nyata untuk ITB dan juga mendukung rencana strategis ITB 2026–2030," ujarnya, bersama Ketua Angkatan IAITB86 Adrian Sutisna.
Batara berharap semangat kebersamaan ITB86 dapat terus diwujudkan melalui berbagai kontribusi bagi pendidikan dan masyarakat.
"Sebagai alumni ITB, kita bertanggung jawab untuk bisa mencari solusi untuk negara kita," katanya.
Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., IPU, ASEAN Eng., dalam sambutannya, menyampaikan perkembangan teknologi telah mengubah cara mahasiswa belajar, mencari informasi, dan memanfaatkan ruang-ruang akademik.
“Dengan demikian, pengembangan fasilitas kampus yang adaptif terhadap kebutuhan mahasiswa perlu dilakukan untuk menunjang kegiatan akademik,” ujarnya.
Dengan tema "Untuk ITB, Untuk Bandung, Untuk Indonesia", Reuni Akbar 40 Tahun ITB86 juga menjadi momentum memperkenalkan berbagai kontribusi sosial yang telah dilakukan para alumni.
Salah satunya melalui program Beasiswa G86 yang telah berjalan selama lebih dari satu dekade. Program ini memberikan dukungan pendidikan bagi mahasiswa ITB dan keluarga besar ITB86 yang menghadapi keterbatasan ekonomi, tanpa mensyaratkan indeks prestasi kumulatif (IPK). Penerima beasiswa juga memperoleh pendampingan akademik dan psikologis melalui peran ibu asuh atau pembimbing.
Salah seorang penerima manfaat, Ahmad Fitra Alkautsar. Ia membagikan pengalamannya menerima dukungan Beasiswa G86 yang membantunya menyelesaikan pendidikan, aktif berorganisasi, hingga melanjutkan studi magister di Indonesia dan Jepang. Setelah lulus, ia berkarier sebagai Geothermal Scientist di PT Pertamina Geothermal Energy.
.jpeg)
Selain program beasiswa, ITB86 mempersembahkan pertunjukan video mapping di Aula Barat ITB yang dikreasikan oleh Arafura dengan bimbingan alumni Kimia ITB Angkatan 1986, Ricky Pesik.
Rangkaian reuni yang berlangsung sejak sore hingga malam ini turut menghadirkan pertunjukan seni, penampilan musik, serta berbagai kegiatan kebersamaan. Kegiatan itu juga turut dihadiri Wali Kota Bandung, M. Farhan.

Selain itu, Direktorat Kealumnian dan Pengembangan Karier ITB memperkenalkan layanan digital Satu Alumni ITB. Platform ini merupakan sarana digital untuk memperkuat konektivitas alumni, memudahkan akses informasi, serta mendukung pemutakhiran data alumni ITB secara mandiri. Pengenalan tersebut menjadi salah satu upaya memperluas jangkauan informasi layanan Satu Alumni ITB kepada alumni yang tersebar di berbagai wilayah dan sektor industri.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor ITB menyampaikan bahwa kebersamaan selama menempuh pendidikan dapat membentuk persahabatan yang bertahan sepanjang hayat.
"Kita 4 tahun, 5 tahun, mungkin ada yang 6 tahun kuliah bersama, tapi berteman selamanya," ujarnya.
Ia juga berpesan kepada alumni agar senantiasa menjaga kepedulian terhadap kampus melalui semangat, mengutip Yani Panigoro, alumni Teknik Elektro ITB 70, "Jangan pernah lelah mencintai almamater."
.jpg)

.jpg)
.jpg)




