Haryadi Kaimuddin, Alumni ITB dan CEO BYD Haka Auto Indonesia Sampaikan Peran EV untuk Kemandirian Energi di Studium Generale
Oleh Merryta Kusumawati - Teknik Geodesi dan Geomatika, 2025
Editor M. Naufal Hafizh, S.S.
BANDUNG, itb.ac.id - Haryadi Kaimuddin, CEO BYD Haka Auto Indonesia, yang juga Alumni Teknik Industri ITB 1992 mengajak mahasiswa memahami peran strategis kendaraan listrik dalam mendorong kemandirian energi nasional sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
Hal tersebut disampaikan dalam Studium Generale dengan tema “Peranan EV menuju Kemandirian Energi” di Aula Barat, ITB Kampus Ganesha, Jumat (24/4/2026), yang menghadirkan perspektif industri terkait perkembangan kendaraan listrik dan tantangan energi. Kegiatan ini dihadiri oleh 1.000 mahasiswa secara luring dan daring di Kampus Cirebon dan Jatinangor.
Wakil Rektor Bidang Komunikasi, Kemitraan, Kealumnian, dan Administrasi ITB, Dr. A. Rikrik Kusmara, S.Sn., M.Sn., menilai topik ini relevan dalam transisi menuju sistem energi yang lebih ramah lingkungan.
“Ke depan, kita perlu membangun kesadaran bersama untuk tidak lagi bergantung pada energi yang lebih ramah lingkungan, serta mulai beralih ke teknologi yang lebih bersih dan berkelanjutan,” ujarnya.
EV sebagai Solusi Kemandirian Energi dan Lingkungan
.jpg)
Dalam paparannya, Haryadi Kaimuddin menjelaskan bahwa kendaraan listrik berperan dalam menjawab tiga agenda utama Indonesia: kemandirian energi, pertumbuhan ekonomi, dan penurunan emisi. Ia menekankan bahwa adopsi EV berada di titik pertemuan ketiga target tersebut, sejalan dengan Asta Cita, rencana pembangunan jangka panjang, dan komitmen net zero emission.
Ia menambahkan bahwa sektor transportasi masih menjadi penyumbang utama konsumsi bahan bakar fosil. Tanpa transformasi energi, kebutuhan akan terus meningkat seiring pertumbuhan jumlah kendaraan.
Adapun potensi energi terbarukan Indonesia seperti tenaga air, panas bumi, dan surya dapat mendukung elektrifikasi transportasi serta mengurangi ketergantungan impor energi.
“Kalau kita bisa beralih ke listrik yang bersumber dari energi domestik, maka ketahanan energi nasional akan jauh lebih kuat,” ujarnya.
Perkembangan Industri EV dan Peluang Ekonomi
Selain aspek energi dan lingkungan, ia juga menyoroti pesatnya perkembangan industri kendaraan listrik di Indonesia. Industri otomotif memiliki kontribusi besar terhadap ekonomi nasional, baik dari produksi, ekspor, PDB, maupun penyerapan tenaga kerja. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan EV berpotensi memperkuat ekonomi dan menjadikan Indonesia sebagai basis produksi. Oleh karena itu, kesiapan sumber daya manusia sangat penting agar mampu memanfaatkan peluang tersebut.
Peran Mahasiswa dalam Transisi Energi
Pada kesempatan tersebut, mahasiswa juga diajak untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga berperan aktif dalam pengembangannya. Kemajuan teknologi membutuhkan kolaborasi antara industri, pemerintah, dan institusi pendidikan. Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam menciptakan solusi inovatif, terutama dalam menghadapi tantangan energi dan lingkungan di masa depan.
“Kita tidak bisa hanya menunggu perubahan, tetapi harus menjadi bagian dari perubahan itu sendiri,” ujarnya.
Setelah Studium Generale, BYD Indonesia juga melakukan campus hiring di GKU Timur khusus untuk mahasiswa ITB.
.jpeg)




