ITB Kukuhkan 269 Insinyur Baru, Dorong Lulusan Jadi Agen Perubahan bagi Bangsa

Oleh M. Naufal Hafizh, S.S.

Editor M. Naufal Hafizh, S.S.

Perwakilan lulusan program profesi insinyur membacakan sumpah/janji insinyur yang disaksikan oleh para rohaniwan.
BANDUNG, itb.ac.id — Institut Teknologi Bandung (ITB) menggelar Pengambilan Sumpah/Janji Insinyur Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) Semester I Tahun Akademik 2025/2026 di Sasana Budaya Ganesa (Sabuga), Sabtu (25/4/2026).

Dalam laporan pelaksanaan proses pendidikan PSPPI ITB, Dekan Sekolah Pascasarjana Ilmu dan Teknologi Multidisiplin (SPITM) ITB, Prof. Ir. Wahyu Srigutomo, S.Si., M.Si., Ph.D., menyampaikan pada periode ini, penyelenggaraan moda Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dilaksanakan selama satu semester, dari September hingga Desember 2025, dengan jumlah peserta sebanyak 274 mahasiswa. Proses pembelajaran pada moda RPL dilaksanakan secara fleksibel melalui kombinasi daring, luring, dan bauran, yang mencerminkan pendekatan pembelajaran profesional berbasis praktik dan pengalaman. Dari keseluruhan peserta, sebanyak 269 mahasiswa atau 98,2 persen dinyatakan lulus tepat waktu, dengan capaian indeks prestasi yang sangat baik, yakni rata-rata 3,89 dengan rentang nilai antara 3,00 hingga 4,00.

Dekan SPITM ITB, Prof. Ir. Wahyu Srigutomo, S.Si., M.Si., Ph.D.

Selain capaian pada moda RPL, PSPPI ITB juga secara resmi membuka moda reguler pada seluruh 21 subprogram studi mulai Semester I Tahun Akademik 2025/2026 yang berlangsung dalam dua semester.

Minat terhadap Program Profesi Insinyur ITB juga menunjukkan tren yang sangat positif. Pada Semester II Tahun Akademik 2025/2026, jumlah mahasiswa baru yang diterima mencapai 773 mahasiswa, terdiri atas 77 mahasiswa moda reguler dan 696 mahasiswa moda RPL. Jumlah ini meningkat hampir tiga kali lipat dibanding periode-periode sebelumnya. Secara keseluruhan, jumlah mahasiswa program profesi insinyur ITB juga terus menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun, dari 394 mahasiswa pada 2020 menjadi 1.062 mahasiswa pada 2025.

Wakil Rektor Bidang Keuangan, Perencanaan, dan Pengembangan ITB, Prof. Ir. Agus Jatnika Effendi, Ph.D.

Sementara itu, dalam sambutan Rektor ITB yang dibacakan oleh Wakil Rektor Bidang Keuangan, Perencanaan, dan Pengembangan, Prof. Ir. Agus Jatnika Effendi, Ph.D., disampaikan bahwa gelar insinyur bukan sekadar pengakuan atas capaian akademik, melainkan juga amanah besar yang menuntut integritas, tanggung jawab, serta komitmen untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan.

“Insinyur masa kini tidak hanya dituntut mampu menghasilkan solusi teknis, tetapi juga harus mampu berpikir sistemik, memahami dampak sosial, serta menjunjung tinggi etika profesi. Di tengah perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan, energi terbarukan, dan digitalisasi industri, para insinyur dituntut untuk adaptif terhadap perubahan, terus belajar sepanjang hayat, dan siap berkolaborasi lintas disiplin maupun lintas negara,” ujarnya.

Ketua Komisi Program Profesi Insinyur ITB, Prof. Ir. Asep Kurnia Permadi, M.Sc., Ph.D. menyematkan pin kepada perwakilan lulusan program profesi insinyur.

Rektor pun menyampaikan empat hal kepada para lulusan. Pertama, pentingnya profesionalisme dan etika, karena setiap keputusan teknis akan berdampak luas bagi masyarakat dan lingkungan. Kedua, pentingnya kolaborasi, sebab tantangan bangsa tidak dapat diselesaikan secara individual, melainkan memerlukan sinergi antara pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat. Ketiga, pentingnya keberlanjutan, setiap karya keinsinyuran harus mempertimbangkan aspek lingkungan, keselamatan, dan kesejahteraan masyarakat. Keempat, pentingnya kontribusi terhadap pengembangan sumber daya manusia, mengingat Indonesia membutuhkan lebih banyak insinyur berkualitas yang mampu memperkuat ekosistem pendidikan sains, teknologi, rekayasa, dan matematika.

Adapun pada sambutan Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Dr.-Ing. Ir. Ilham Akbar Habibie, MBA., IPU., ASEAN Eng, yang dibacakan oleh Ketua Pengurus PII Jawa Barat, Ir. Hambali, S.T., M.T., M.H., IPM, menegaskan bahwa para lulusan yang diambil sumpahnya bukan hanya menyandang gelar profesional, tetapi juga memikul amanah besar sebagai agen perubahan bagi bangsa.

Ketua Pengurus PII Jawa Barat, Ir. Hambali, S.T., M.T., M.H., IPM.

Peran insinyur menjadi sangat krusial dalam membangun kembali fondasi industri yang lebih kuat, bernilai tambah tinggi, dan berbasis inovasi. Hal ini bukan sekadar membangun pabrik, tetapi membangun ekosistem industri masa depan yang mengintegrasikan teknologi, sumber daya manusia unggul, dan keberlanjutan.

PII juga menekankan bahwa insinyur masa kini tidak cukup hanya menguasai teknologi, tetapi juga perlu mengintegrasikan inovasi dengan nilai kemanusiaan, menjaga keseimbangan antara produktivitas dan keberlanjutan, serta memastikan bahwa kemajuan teknologi memberi manfaat bagi masyarakat luas.

Salah seorang lulusan Program Profesi Insinyur ITB menerima ucapan selamat dari jajaran pimpinan yang hadir.

Prosesi ini menjadi penanda penting bagi para lulusan yang resmi menyandang gelar profesi insinyur, sekaligus menegaskan komitmen ITB dalam menyiapkan sumber daya manusia keinsinyuran yang kompeten, berintegritas, dan relevan dengan kebutuhan industri serta pembangunan nasional.

#itb #itb berdampak #program profesi insinyur #psppi itb #insinyur itb #spitm itb #kolaborasi industri #lulusan itb #sdg4 #quality education #sdg8 #decent work and economic growth #sdg9 #industry innovation and infrastructure #sdg17 #partnerships for the goals