ITB Tuan Rumah Hult Prize Indonesia National Summit 2026, Dorong Startup Mahasiswa Berdampak Global

Oleh Anggun Nindita -

Editor M. Naufal Hafizh, S.S.


BANDUNG, itb.ac.id — Institut Teknologi Bandung (ITB) menjadi tuan rumah Hult Prize Indonesia National Summit 2026 yang digelar di Aula Timur, ITB Kampus Ganesha, Minggu (10/5/2026). Ajang ini mempertemukan startup mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk mempresentasikan gagasan bisnis inovatif, berdampak sosial, dan berorientasi pada keberlanjutan.

ITB sebelumnya ditunjuk sebagai National Host Hult Prize International 2026 di Indonesia. Penunjukan ini menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem inovasi, kewirausahaan, dan kolaborasi mahasiswa Indonesia menuju tingkat global.

Rangkaian kegiatan dimulai pada Sabtu (9/5/2026) dengan registrasi peserta, kickoff orientation, dan networking dinner di CRCS ITB. Pada Minggu (10/5/2026), kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan oleh Rektor ITB, orientasi juri, babak penyisihan 39 startup, sesi inspiratif, babak final, hingga penganugerahan dan penutupan.

Dalam sambutannya, Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., menyampaikan bahwa Hult Prize bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan keberanian dalam melihat persoalan, menawarkan solusi, dan membangun sesuatu yang berdampak.

“Apa yang kita saksikan hari ini bukan semata-mata sebuah kompetisi. Yang kita saksikan adalah keberanian, yakni keberanian untuk mengidentifikasi persoalan yang sulit, keberanian untuk mengusulkan solusi, dan yang paling penting, keberanian untuk melangkah maju dan siap membangun,” ujarnya.

Rektor ITB menyampaikan, penyelenggaraan Hult Prize National Summit di Indonesia menjadi penanda bahwa ekosistem inovasi nasional terus berkembang. Hal ini juga menunjukkan bahwa perguruan tinggi semakin berperan sebagai ruang lahirnya solusi bagi masyarakat.

Prof. Tata turut mengapresiasi partisipasi peserta. Lebih dari 100 tim menyatakan minat, 55 tim mengirimkan gagasan, 39 tim masuk short-listed, dan 37 tim hadir dalam National Summit 2026, mewakili 25 perguruan tinggi dan institusi pendidikan tinggi di Indonesia. Para peserta mengangkat berbagai isu, mulai dari keberlanjutan, sistem pangan, layanan kesehatan, ekonomi sirkular, hingga transformasi digital.

Prof. Tata menegaskan bahwa kewirausahaan bukan hanya tentang valuasi, skala, atau visibilitas, tetapi juga tentang menciptakan nilai dan menghadirkan solusi yang dipercaya masyarakat. “Inovasi bukan hanya tentang membangun perusahaan. Inovasi adalah tentang membangun solusi yang layak mendapatkan kepercayaan masyarakat,” ujarnya.

Selain kompetisi, kegiatan ini menghadirkan keynote speaker oleh Deputi Direktur Bidang Inkubasi dan Akselerasi Bisnis ITB, Fathiro Hutama Reksa Putra, S.T., M.Sc., Ph.D., dengan paparan bertajuk “From Inventor to Entrepreneur: Kisah Kasih di Balik Startup Teknologi Kampus”.


Fathiro menjelaskan bahwa banyak ide hebat lahir dari riset, kebutuhan, dan kreativitas, tetapi hanya sedikit yang mampu berkembang menjadi produk, startup, hingga bisnis yang bertahan dan berdampak. Ia menggambarkan perjalanan tersebut dari 1.000 ide, menjadi 100 produk, 10 startup, hingga sekitar 1 startup sukses.

Menurutnya, invensi tidak selalu sama dengan inovasi. Teknologi tidak cukup hanya dapat dibuat dan bekerja secara teknis, tetapi juga harus menjawab kebutuhan pengguna, diterima pasar, serta memiliki model bisnis yang berkelanjutan.

Ia juga menyoroti fase “the valley of death”, yakni tahap kritis ketika teknologi sudah melampaui tahap hibah penelitian, tetapi belum cukup siap untuk menarik investasi komersial. Pada fase ini, startup teknologi kampus kerap menghadapi keterbatasan sumber daya, ketidakpastian pasar, proses produksi yang belum stabil, hingga model bisnis yang belum terbukti.

Fathiro mendorong peserta untuk tidak hanya berfokus pada ide, tetapi juga membangun produk yang layak digunakan, dipercaya pengguna, dan mampu bertahan sebagai bisnis.

Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan keynote speaker lainnya, Sonny Rustiadi, SE., MBA., Ph.D., CBAP., dengan tema “Creative Logic: Turning Wild Ideas into Disciplined Businesses”. Setelah melalui proses penilaian, enam startup terbaik diumumkan sebagai finalis dan melanjutkan ke babak final melalui sesi pitching di hadapan dewan juri.

Sebagai tuan rumah nasional, ITB menegaskan komitmennya dalam mendukung lahirnya inovator muda dan wirausaha berdampak dari lingkungan perguruan tinggi. Hult Prize Indonesia National Summit 2026 diharapkan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan gagasan, memperkuat jejaring, dan membawa solusi dari kampus menuju panggung global.

#itb #itb berdampak #kampus berdampak #hult prize #hult prize indonesia #hult prize indonesia national summit 2026 #startup mahasiswa #kewirausahaan mahasiswa #inovasi mahasiswa #startup berdampak #inovasi berdampak #entrepreneurship #ekosistem inovasi #sdg4 #quality education #sdg8 #decent work and economic growth #sdg9 #industry innovation and infrastructure #sdg17 #partnerships for the goals