Novadüng, Tim Mahasiswa ITB Bawa Inovasi Sustainable Childcare, Raih Prestasi di Hult Prize Indonesia

Oleh Vito Egi Nandriansyah - Teknik Geofisika, 2021

Editor M. Naufal Hafizh, S.S.

BANDUNG, itb.ac.id - Tim Novadüng dari Institut Teknologi Bandung (ITB) meraih Juara 2 pada ajang Hult Prize Indonesia melalui inovasi sustainable childcare berbasis teknologi Bio-SAP. Prestasi tersebut diraih oleh tim multidisiplin yang terdiri atas Naila Faridah Huda Wasilah (Oseanografi, 2022), Muhammad Dika Hakim (Teknik Material, 2022), Nadya Saski Wardiman (Teknik Telekomunikasi, 2022), dan Arvyno Pranata Limahardja (Sains dan Teknologi Informasi, 2022).

Berawal dari keresahan terhadap persoalan lingkungan dan akses produk perawatan bayi yang berkualitas, Novadüng menghadirkan solusi yang tidak hanya berfokus pada keberlanjutan, tetapi juga kenyamanan dan keterjangkauan bagi masyarakat.

Tim Novadüng menyoroti bahwa sampah popok menjadi salah satu penyumbang terbesar limbah sekali pakai di dunia, tetapi masih jarang menjadi perhatian utama dalam isu keberlanjutan.

“Awalnya dari dua keresahan yang bertemu di titik yang sama, yaitu kondisi lingkungan yang kerusakannya jauh lebih parah dari yang terlihat di permukaan dan potensi material absorban berkelanjutan yang sebenarnya sudah ada namun belum dimanfaatkan secara optimal,” ujar Naila.

Dari keresahan tersebut, tim mulai mempertanyakan kemungkinan menghadirkan solusi berkelanjutan di industri childcare yang selama ini belum banyak disentuh dari sisi sustainability. Gagasan tersebut kemudian berkembang menjadi Novadüng, sebuah inovasi childcare berbasis teknologi Bio-SAP yang dirancang untuk menghadirkan sistem yang lebih ramah lingkungan tanpa mengorbankan kenyamanan pengguna.

Melalui teknologi tersebut, Novadüng mencoba mengisi ruang kosong antara kualitas childcare dan keberlanjutan yang selama ini berjalan beriringan, tetapi jarang diselesaikan secara bersamaan.

“Yang menjadi prinsip utama kami adalah tidak memaksa konsumen untuk mengubah kebiasaan secara drastis, karena penggunaan popok sudah sangat melekat dalam keseharian. Kami tidak berupaya melawan kebiasaan itu, melainkan memperbaikinya melalui hybrid system yang lebih cerdas dan dapat diakses semua kalangan,” kata Dika.

Lebih dari sekadar menghadirkan produk ramah lingkungan, Novadüng juga merancang ulang keseluruhan sistem childcare agar menjadi smarter, better, and built for everyone. Pendekatan tersebut menjadi salah satu kekuatan utama tim dalam kompetisi Hult Prize Indonesia.

Saat ini, Novadüng tengah memasuki fase pengujian dan pengembangan lanjutan, khususnya pada komponen insert yang bersentuhan langsung dengan kulit bayi sehingga memerlukan standar keamanan dan kualitas yang tinggi. Setelah tahap tersebut selesai, tim berencana melanjutkan proses pengajuan kekayaan intelektual dan legalitas produk sebelum menghadirkan minimum viable product (MVP) kepada publik.

“Kami ingin membuktikan bahwa sustainable childcare bukan sesuatu yang jauh atau mahal, melainkan sesuatu yang nyata dan sedang kami bangun,” tutur Arvyno.

Melalui capaian ini, Tim Novadüng menunjukkan bagaimana kolaborasi lintas disiplin di ITB dapat melahirkan inovasi yang tidak hanya kompetitif secara global, tetapi juga relevan dalam menjawab tantangan sosial dan lingkungan di masa depan.

#itb #itb berdampak #mahasiswa itb #prestasi mahasiswa #prestasi nasional #hult prize indonesia #novadng #inovasi mahasiswa #sustainable childcare #bio sap #teknologi berkelanjutan #inovasi berkelanjutan #kewirausahaan #startup mahasiswa #kolaborasi lintas disiplin #lingkungan #sdg3 #good health and well being #sdg9 #industry innovation and infrastructure #sdg10 #reduced inequalities #sdg12 #responsible consumption and production #sdg13 #climate action