Tim Mahasiswa ITB Sapu Bersih Tiga Gelar Juara pada Smart Competition 2026

Oleh Ilham Rezy Saputra - Teknik Perminyakan, 2022

Editor M. Naufal Hafizh, S.S.

Tim Geopet ITB meraih predikat Triple Champion Smart Competition setelah menjuarai OGIP 2026, PETROLIDA 2026, dan BOREYES 2026. Dokumentasi diambil dalam rangkaian kompetisi di Bandung dan Yogyakarta. (Dok. Tim Geopet)

BANDUNG, itb.ac.id – Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang keteknikan dan energi. Mahasiswa yang tergabung dalam Tim Geopet berhasil meraih predikat triple champion smart competition setelah menjadi juara dalam tiga ajang berbeda, yaitu OGIP 2026, PETROLIDA 2026, dan BOREYES 2026.

Tim Geopet beranggotakan Ivy Josephine Tuati, Amanda Fionisha Santoso, dan Fayza Ananda Syahda Damanik. Ketiganya berhasil menunjukkan konsistensi, penguasaan materi, serta mental bertanding yang kuat dalam menghadapi berbagai smart competition.

Bagi Tim Geopet, pencapaian sebagai triple champion merupakan salah satu target utama sejak awal pembentukan tim. Meski demikian, mereka menegaskan bahwa pencapaian tersebut bukan menjadi alasan untuk cepat merasa puas.

“Kami tentunya sangat senang atas pencapaian ini dan ini merupakan salah satu target utama ketika kami membentuk Tim Geopet. Namun, kami tidak boleh puas dan harus tetap haus akan ilmu, terutama di bidang teknik perminyakan,” ujar Ivy.

Dalam menghadapi tiga kompetisi tersebut, Tim Geopet melakukan persiapan sejak jauh hari. Mereka membagi materi sesuai kemampuan masing-masing anggota, mulai dari geologi, geofisika, teknik perminyakan, hingga renewable energy. Selain materi teknis, mereka juga mempersiapkan diri untuk menghadapi pertanyaan nonteknis seperti trivia dan isu dinamis dalam dunia energi.

Strategi belajar yang diterapkan Tim Geopet berfokus pada pemahaman konsep, rasa ingin tahu yang tinggi, serta latihan menggunakan question bank. Menjelang hari perlombaan, mereka melakukan reviu intensif dan simulasi untuk membiasakan diri dengan pola pertanyaan yang mungkin muncul.

Salah satu tantangan terbesar yang mereka hadapi adalah menjaga mental tim ketika tertinggal skor dari lawan.

Menurut mereka, smart competition bukan hanya ajang untuk menguji kecepatan menjawab, tetapi juga ketahanan mental saat bertanding. Penguasaan materi memang penting, tetapi mental yang kuat menjadi faktor penentu ketika tim harus bangkit dari ketertinggalan.

“Banyak orang bisa menguasai materi, tetapi ketika skornya tertinggal jauh, mental bisa ciut dan tidak percaya diri untuk menekan buzzer. Saat semifinal PETROLIDA, skor kami sempat tertinggal jauh karena salah berturut-turut, tetapi kami saling menguatkan dan fokus untuk menaikkan skor,” Amanda.

Di tengah kesibukan akademik, koordinasi tim dijaga melalui komunikasi aktif di grup. Mereka saling memantau progres belajar dan membantu menutupi materi yang belum sempat dipelajari anggota lain. Waktu belajar biasanya diselipkan di sela-sela kesibukan kuliah, bahkan mereka kerap meluangkan waktu khusus sehari sebelum lomba untuk belajar intensif hingga larut malam.

Bagi Tim Geopet, pelajaran paling berkesan dari perjalanan ini adalah pentingnya memiliki rekan tim yang saling mendukung dan dapat diandalkan. Selama mengikuti kompetisi di berbagai kota, mereka merasa bahwa kekompakan, rasa percaya, dan semangat pantang menyerah menjadi kunci utama keberhasilan. “Penguasaan materi itu penting, tetapi tim yang saling percaya dan pantang menyerah adalah kunci kemenangan,” ujar Fayza.

Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa ITB lainnya untuk terus berani mencoba, menjaga semangat belajar, dan membangun kerja sama tim yang kuat dalam meraih prestasi.

#itb #prestasi mahasiswa #prestasi nasional