Mahasiswa Teknik Perminyakan ITB Raih Juara 1 Internasional, Bawa Inovasi Pengembangan Lapangan Migas Rendah Karbon

Oleh Indah Marcelinawati - Perencanaan Wilayah dan Kota, 2022

Editor M. Naufal Hafizh, S.S.

Tim Revivum meraih juara 1 tingkat internasional pada ajang Plan of Development (POD) PETROLIDA 2026, Sabtu (10/5/2026). (Dok. Tim Revivum)

SURABAYA, itb.ac.id - Tim Mahasiswa Teknik Perminyakan, Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM), Institut Teknologi Bandung (ITB) meraih Juara 1 tingkat internasional pada ajang Petrolida 2026 (Petroleum Integrated Days) yang diselenggarakan SPE ITS Student Chapter. Pada kompetisi tersebut, tim yang beranggotakan Naufal Herdian Saputra, Naufal Abiyyu Partowijoyo, Rayhan Andrasakti, Kevin Akbar Nasution, Muhammad Reza Muhtadi dan Gabriel Chris Palanza Sihotang membawakan proyek pengembangan lapangan migas bertajuk “FALAH Field” yang mengusung konsep pengembangan terintegrasi berbasis enhanced oil recovery (EOR), carbon capture utilization and storage (CCUS), serta intelligent completion technology.

Dalam kompetisi tersebut, tim berfokus pada penyusunan Plan of Development (POD) atau perencanaan pengembangan lapangan minyak secara menyeluruh. Tim dituntut untuk merancang pengembangan lapangan mulai dari karakterisasi reservoir bawah permukaan, estimasi cadangan, simulasi produksi, desain pengeboran, hingga fasilitas produksi dan aspek keselamatan lingkungan.

Tim membagi pengerjaan proyek berdasarkan bidang keahlian masing-masing agar setiap aspek dapat terintegrasi dengan baik. Naufal Herdian Saputra bertanggung jawab pada surface facility and pipeline network, Naufal Abiyyu Partowijoyo pada drilling and completion program, Rayhan Andrasakti, Kevin Akbar Nasution, dan Muhammad Reza Muhtadi pada subsurface and field development, serta Gabriel Chris Palanza Sihotang pada geomechanic and petrophysics analysis.

Tim Revivum saat melakukan presentasi pada ajang Plan of Development (POD) Petrolida 2026, Sabtu (10/5/2026). (Dok. Tim Revivum)

Motivasi tim mengikuti kompetisi ini adalah menambah pengalaman sekaligus mengukur kemampuan dalam menghadapi permasalahan kompleks di bidang teknik perminyakan.

Dalam proses pengerjaannya, mereka menghadapi tantangan berupa kondisi reservoir karbonat yang tidak merata sehingga berisiko menyebabkan proses produksi minyak menjadi kurang optimal. Untuk mengatasi hal tersebut, tim merancang strategi pengembangan lapangan menggunakan kombinasi injeksi air dan CO₂ yang dipadukan dengan teknologi pengontrol aliran otomatis agar distribusi produksi di dalam sumur dapat berjalan lebih efektif dan efisien. Selain itu, mereka membangun model simulasi reservoir dari awal karena data yang tersedia sebelumnya masih sederhana, sementara simulasi injeksi CO₂ membutuhkan model yang lebih detail dan kompleks.

Keunggulan utama proyek yang dibawakan tim terletak pada integrasi antardisiplin yang disusun secara runtut dan saling terhubung. Seluruh tahapan pengembangan dirancang mulai dari analisis kondisi reservoir, simulasi produksi, desain pengeboran, fasilitas produksi di permukaan, hingga analisis ekonomi dan potensi perdagangan karbon. Pendekatan tersebut berhasil meningkatkan produksi minyak secara signifikan sekaligus menunjukkan bahwa pengembangan lapangan migas dapat tetap memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan. Selain dinilai layak secara teknis dan ekonomi, proyek ini mampu mendukung upaya pengurangan emisi karbon melalui penyimpanan CO₂ secara permanen dan potensi pemanfaatan perdagangan karbon di masa mendatang.

Tim Revivum menerima penghargaan sebagai juara 1 tingkat internasional pada ajang Plan of Development (POD) Petrolida 2026, Sabtu (10/5/2026). (Dok. Tim Revivum)

Di balik pencapaian tersebut, tim menghadapi berbagai tantangan selama proses kompetisi berlangsung, terutama dalam membagi waktu di tengah kesibukan akademik tingkat akhir. Kendala perangkat untuk menjalankan simulasi lapangan yang kompleks juga sempat menjadi hambatan dalam pengerjaan proyek karena membutuhkan perangkat spesifikasi tinggi.

“Proses simulasi cukup memakan waktu karena keterbatasan perangkat laptop yang kami gunakan. Akhirnya kami mencoba menghubungi Kaprodi Teknik Perminyakan, Pak Dedy Irawan, untuk meminjam ruangan dan perangkat yang dapat mendukung pengerjaan simulasi,” ujar Naufal Herdian Saputra.

Selain dukungan fasilitas, mereka memperoleh banyak masukan dari kakak tingkat dan alumni, terutama terkait strategi menghadapi sesi presentasi dan menjawab pertanyaan juri secara teknikal. Diskusi dengan praktisi industri migas turut membantu tim memahami bagaimana pendekatan profesional digunakan dalam menyelesaikan persoalan lapangan secara nyata.

Bagi tim, kompetisi ini memberikan pelajaran yang sangat berharga, terutama dalam hal keberanian menghadapi tantangan di luar materi perkuliahan.

“Kompetisi ini benar-benar membuat kami untuk belajar lebih dari apa yang diajarkan di kelas. Selain itu, kami juga belajar untuk berani menjawab pertanyaan juri secara teknikal dan melatih manajemen waktu karena dalam satu minggu ada banyak hal yang harus dikejar,” ungkap Naufal Herdian Saputra.

Melalui kompetisi ini, tim memperoleh banyak pelajaran berharga mengenai pentingnya kerja sama tim, manajemen waktu, serta kemampuan dalam menyusun solusi secara terintegrasi.

Pengalaman tersebut tidak hanya memberikan peningkatan kemampuan teknis, tetapi juga melatih keberanian dalam menghadapi tantangan dan menyampaikan gagasan secara profesional. Tim pun berharap mahasiswa lain dapat turut berpartisipasi dalam berbagai kompetisi di bidang teknik perminyakan maupun bidang lainnya.

“Kami berharap mahasiswa dari jurusan yang sama bisa terus belajar dan melatih kemampuan agar dapat melanjutkan prestasi di kompetisi serupa. Karena menurut kami, TOD adalah kompetisi yang memberikan banyak pengalaman berharga,” ujar Gabriel Chris Palanza Sihotang.

#itb #institut teknologi bandung #mahasiswa itb #prestasi mahasiswa #teknik perminyakan #fttm itb #plan of development #enhanced oil recovery #carbon capture utilization and storage #pengembangan migas rendah karbon #inovasi energi #kompetisi internasional #sdg4 #quality education #sdg7 #affordable and clean energy #sdg9 #industry innovation and infrastructure #sdg13 #climate action