Pengabdian Masyarakat Satgas PPK ITB 2026 Bawa Semangat Kolaborasi Wujudkan Kampus yang Aman dan Nyaman

Oleh Zeba Liqueiza Shakira Kudus - Perencanaan Wilayah dan Kota, 2022

Editor Muhammad Efriza Pandia

Satgas PPK ITB bersama DEMK ITB, Perangkat Kecamatan Arjawinangun, RSUD Arjawinangun, DPPKBP3A Kabupaten Cirebon, UPTD PPA Kabupaten Cirebon, WCC Mawar Balqis, dan Unit PPA Satreskrim Polresta Cirebon berfoto bersama setelah focus group discussion mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan ITB Kampus Cirebon, Kamis (4/6/2026). (Dok. Tim Satgas PPK ITB)

CIREBON, itb.ac.id - Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) ITB menggelar pengabdian masyarakat di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, di ITB Kampus Cirebon, 3-4 Juni 2026. Kegiatan bertajuk “Sinergi Cirebon: Membangun Kolaborasi Mewujudkan Kampus yang Aman dan Nyaman” ini berfokus pada peningkatan pemahaman dan kesadaran berbagai pihak mengenai isu kekerasan, khususnya dalam konteks lingkungan kampus.

Ketua Satgas PPK ITB, Rr. Diah Asih Purwaningrum, S.T., M.T., Ph.D. mengatakan, kegiatan ini penting dilakukan karena pengetahuan mengenai kekerasan harus dimiliki oleh masyarakat sekitar kampus yang berinteraksi langsung dengan sivitas akademika.

“Sering kali kekerasan terjadi di area sekitar kampus sehingga penanganannya memerlukan kerja sama antara masyarakat, mahasiswa, dan stakeholder terkait untuk menciptakan lingkungan sekitar kampus yang bebas kekerasan,” ujarnya.

Pada hari pertama, Satgas PPK berkoordinasi lintas sektor dalam pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan ITB Kampus Cirebon, antara lain dengan DPPKBP3A Kabupaten Cirebon, UPTD PPA Kabupaten Cirebon, WCC Mawar Balqis, serta Unit PPA Satreskrim Polresta Cirebon.

Koordinasi ini menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi antara Satgas PPK ITB dan para pemangku kepentingan daerah dalam mencegah dan merespons laporan kekerasan secara cepat, terintegrasi, dan efektif. Melalui jejaring ini, Satgas PPK pun memetakan risiko kekerasan terkini yang berpotensi terjadi di kalangan mahasiswa.

Diskusi pemetaan awal Satgas PPK ITB bersama DPPKBP3A Kabupaten Cirebon, UPTD PPA Kabupaten Cirebon, dan WCC Mawar Balqis, Rabu (3/6/2026). (Dok. Zeba Liqueiza SK)

Pada hari kedua, dilaksanakan focus group discussion (FGD) dan sosialisasi serta diskusi di ITB Kampus Cirebon. FGD dilakukan bersama DEMK ITB, perangkat Kecamatan Arjawinangun, RSUD Arjawinangun, DPPKBP3A Kabupaten Cirebon, UPTD PPA Kabupaten Cirebon, WCC Mawar Balqis, dan Unit PPA Satreskrim Polresta Cirebon.

Forum ini membahas risiko kekerasan di kalangan anak muda, sekaligus menjajaki peluang kerja sama formal yang terintegrasi dalam pencegahan dan penanganan kasus kekerasan di lingkungan kampus dan sekitarnya.

Setelah itu, digelar sosialisasi dan diskusi bersama mahasiswa ITB Kampus Cirebon serta masyarakat sekitar kampus. Peserta yang hadir dari masyarakat sekitar kampus antara lain Kepala Desa Geyongan, warga Desa Geyongan, pengusaha kos, pengusaha rumah makan lokal, pemilik kantin ITB Kampus Cirebon, pemilik usaha kontraktor, dan komunitas Gojek Arjawinangun.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, kepekaan, dan kemampuan masyarakat terkait pencegahan dan penanganan kasus kekerasan. Hal ini sebagai langkah nyata untuk membentuk agen-agen perubahan dalam mengampanyekan lingkungan sekitar yang aman, saling mendukung, dan terbebas dari budaya pemakluman terhadap kekerasan seksual (rape culture).

Sosialisasi dan diskusi mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan kampus dan sekitarnya bersama mahasiswa serta masyarakat sekitar ITB Kampus Cirebon, Kamis (4/6/2026). (Dok. Tim Satgas PPK ITB)

Ketua Satgas PPK ITB menyampaikan bahwa pencegahan kekerasan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh unsur kampus dan masyarakat sekitar.

“Sudah saatnya kita menyadari bahwa pencegahan kekerasan merupakan tanggung jawab bersama, baik Satgas PPK, pimpinan kampus, dosen, tendik, mahasiswa, dan masyarakat sekitar sebagai agen of change untuk menghapus rape culture yang sering dilakukan tanpa disadari,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Satgas PPK ITB hadir untuk menerima dan menindaklanjuti laporan maupun keluhan mahasiswa terkait kekerasan sesuai prosedur dan dasar hukum yang berlaku.

“Satgas PPK hadir dan terus bekerja untuk menangani keluhan mahasiswa terkait kekerasan berdasarkan prosedur legal yang berlaku, dan kami pastikan akan menyelesaikan kasus-kasus yang masuk. Jangan ragu untuk menghubungi hotline apabila mengalami atau menyaksikan kekerasan. Kerahasiaan korban dan pelapor akan dijamin, sehingga Satgas dapat memberikan bantuan dan pendampingan yang diperlukan,” ujarnya.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat menjadi langkah penguatan gerakan bersama bagi seluruh pihak dalam pencegahan dan penanganan kasus kekerasan. Melalui kegiatan ini, Satgas PPK ITB mengajak seluruh pihak untuk ikut mewujudkan lingkungan kampus dan kehidupan sosial yang lebih aman, nyaman, saling mendukung, serta bebas dari kekerasan.

Informasi mengenai Satgas PPK ITB dapat diakses melalui Instagram atau melalui formulir ini.

#itb #satgas ppk itb #itb kampus cirebon #kampus aman #pencegahan kekerasan #penanganan kekerasan #pengabdian masyarakat #sinergi cirebon #anti kekerasan seksual #sdg3 #good health and well being #sdg4 #quality education #sdg5 #gender equality #sdg10 #reduced inequalities #sdg16 #peace justice and strong institutions #sdg17 #partnerships for the goals