KK People and Knowledge Management SBM ITB Dorong Penguatan Ekonomi Masyarakat melalui Kolaborasi Pengabdian Bersama UNRAM

Oleh -

Editor M. Naufal Hafizh, S.S.


MATARAM, itb.ac.id - Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) melalui Kelompok Keahlian People and Knowledge Management melaksanakan rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Gili Asahan, Lombok, pada 14–16 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya SBM ITB untuk berbagi pengetahuan dan memberikan pendampingan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam pengembangan usaha dan penguatan kapasitas pelaku usaha lokal.

Kunjungan SBM ITB ke Universitas Mataram juga diisi dengan kegiatan silaturahmi, diskusi, serta pembahasan berbagai peluang kerja sama dengan LPPM Universitas Mataram dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram. Melalui kerja sama ini, SBM ITB dan Universitas Mataram berkomitmen mengembangkan kolaborasi yang tidak hanya memperkuat hubungan kelembagaan, tetapi juga menghasilkan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Rangkaian kegiatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara SBM ITB dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Mataram pada Jumat (14/8/2026), di Ruang Sidang Utama LPPM Universitas Mataram. Hal ini menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi antara kedua institusi, khususnya dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Setelah penandatanganan PKS, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) bersama Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram (FEB UNRAM) dengan tema “Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Potensi Lokal.” FGD menjadi ruang bagi para dosen SBM ITB dan FEB UNRAM untuk bertukar gagasan dan perspektif mengenai bagaimana membangun dan memperkuat ekonomi masyarakat di Lombok dengan mengoptimalkan potensi lokal yang dimiliki.

Dalam diskusi tersebut, para dosen dari kedua institusi bertukar pemikiran mengenai berbagai peluang dan tantangan dalam pengembangan ekonomi lokal, termasuk bagaimana perguruan tinggi dapat berperan dalam memberikan pengetahuan, pendampingan, serta solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Diskusi juga menyoroti pentingnya membangun ekonomi masyarakat dengan mengembangkan potensi yang sudah tersedia, sehingga masyarakat dapat menjadi aktor utama dalam mengembangkan perekonomian daerahnya.

Dekan SBM ITB, Prof. Aurik Gustomo yang ikut hadir, menyampaikan bahwa pengembangan ekonomi masyarakat perlu dimulai dari pemahaman terhadap potensi yang telah dimiliki oleh suatu daerah.

“Penguatan ekonomi masyarakat tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang baru. Yang paling penting adalah bagaimana kita mengenali potensi yang sudah dimiliki masyarakat, kemudian mengembangkan potensi tersebut dengan pengetahuan, inovasi, dan pengelolaan yang tepat. Di sinilah perguruan tinggi memiliki peran untuk hadir bersama masyarakat, bukan hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga mendampingi proses pengembangannya agar dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut Prof. Aurik, kolaborasi antara perguruan tinggi juga menjadi penting untuk memastikan pengetahuan dan perspektif yang dimiliki masing-masing institusi dapat saling melengkapi dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

Salah satu bentuk konkret kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Gili Asahan. Dalam kegiatan ini, tim SBM ITB bersama LPPM Universitas Mataram memberikan coaching dan pendampingan langsung kepada para pelaku usaha lokal dengan pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing usaha.

Pendampingan dilakukan bersama para pemilik usaha yang menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat Gili Asahan, di antaranya ibu-ibu pelaku usaha keripik pisang serta bapak-bapak yang menjalankan usaha snorkeling dan wisata bahari. Melalui diskusi secara langsung, tim SBM ITB menggali berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha sekaligus memberikan masukan yang dapat diterapkan untuk membantu usaha berkembang secara lebih terarah dan berkelanjutan.

Berbagai aspek bisnis menjadi bagian dari pembahasan dalam sesi coaching, mulai dari branding dan positioning, pengembangan dan packaging produk, penentuan fokus produk yang memiliki potensi untuk dikembangkan, hingga perhitungan dan pengelolaan anggaran usaha. Pendampingan ini diharapkan dapat membantu para pelaku usaha melihat bisnis mereka secara lebih menyeluruh, tidak hanya dari sisi operasional, tetapi juga dari sisi strategi pengembangan usaha dan keberlanjutan bisnis.

Pendekatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi SBM ITB dalam menerapkan pengetahuan dan perspektif bisnis untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Melalui interaksi dan diskusi langsung dengan pelaku usaha, kegiatan pengabdian juga memberikan ruang bagi tim untuk memahami karakteristik, potensi, serta tantangan yang dihadapi masyarakat Gili Asahan.

Lebih dari sekadar kegiatan satu kali, Gili Asahan diharapkan menjadi salah satu fokus pengembangan kegiatan pengabdian kepada masyarakat SBM ITB dalam jangka panjang. Pendampingan yang dilakukan pada 14–16 Agustus 2026 menjadi bagian awal dari upaya membangun proses pendampingan yang berkelanjutan, dengan tujuan memperkuat kapasitas pelaku usaha, mengembangkan potensi ekonomi lokal, serta mendukung masyarakat dalam membangun usaha yang semakin mandiri dan berkelanjutan.


Kegiatan ini menjadi wujud nyata bahwa kontribusi perguruan tinggi tidak berhenti pada pertukaran pengetahuan di ruang akademik, tetapi juga dapat diterapkan secara langsung untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Melalui pendekatan coaching dan knowledge sharing, SBM ITB berupaya menghubungkan kompetensi akademik dengan persoalan dan potensi yang nyata di lapangan.

Sinergi antara SBM ITB dan LPPM Universitas Mataram diharapkan dapat terus berkembang melalui berbagai program bersama dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi lintas institusi ini sekaligus membuka peluang untuk menghadirkan program yang inovatif, relevan, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Ke depan, SBM ITB berkomitmen untuk terus mengembangkan kegiatan pengabdian yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Melalui pendampingan berkelanjutan di Gili Asahan, kegiatan ini diharapkan dapat turut memperkuat kapasitas pelaku usaha lokal sekaligus mendukung pengembangan potensi ekonomi masyarakat dan pariwisata Gili Asahan secara berkelanjutan.

#sbm itb #universitas mataram #pengabdian masyarakat #ekonomi lokal #umkm #gili asahan #lombok #potensi lokal #pariwisata #wisata bahari #pendampingan usaha #pengembangan usaha #kolaborasi perguruan tinggi #knowledge sharing #coaching #inovasi bisnis #ekonomi berkelanjutan #sdg 8 #decent work and economic growth #sdg 17 #partnerships for the goals #sdg 4 #quality education #sdg 1 #no poverty #sdg 12 #responsible consumption and production