SBM ITB dan PLN Dorong Organizational Streamlining melalui Lean HR dan People Analytics dalam HCM Talks ke-5
Oleh --- -
Editor Anggun Nindita
BANDUNG, itb.ac.id - Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) bekerja sama dengan PT PLN (Persero) menyelenggarakan HCM Talks ke-5, pada Jumat (27/2/2026). Agenda ini merupakan forum strategis yang mempertemukan akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan untuk membahas peran human capital dalam mendukung keberlanjutan dan transformasi organisasi.
Mengusung tema “Navigating the Future of Human Capital: Business and Organizational Streamlining through Lean HR and People Analytics”, forum ini menyoroti pentingnya efisiensi yang berorientasi pada penciptaan nilai, bukan sekadar penyederhanaan struktur, di tengah tantangan bisnis dan transformasi BUMN yang semakin kompleks.
Ketua Kelompok Keahlian People and Knowledge Management (KK PKM) SBM ITB, Prof. Dr. Henndy Ginting, S.Psi., M.Si., Psikolog, dalam sambutannya menegaskan bahwa human capital merupakan key enabler keberhasilan organisasi. Menurutnya, meskipun bukan bisnis inti, human capital menjadi fondasi utama agar seluruh aset dan strategi organisasi dapat berfungsi secara optimal dan berkelanjutan.
Senada dengan hal tersebut, Dekan SBM ITB Prof. Dr. Aurik Gustomo, S.T., M.T. menekankan bahwa agenda streamlining tidak dapat dilepaskan dari efisiensi yang mendukung pertumbuhan. Efisiensi, menurutnya, bukanlah upaya mereduksi peran manusia, melainkan mengarahkan human capital pada konsep ambidextrous organization—mampu menjaga keberlangsungan bisnis sekaligus mendorong inovasi dan eksplorasi teknologi baru.
Dari sisi industri, Director of Legal and Human Capital Management PT PLN (Persero), Yusuf Didi Setiarto, menyampaikan bahwa kolaborasi antara akademisi dan praktisi menjadi ruang strategis untuk mempertemukan konsep ideal dengan realitas operasional. Forum seperti HCM Talks dinilai penting untuk menghasilkan pemikiran kritis dan praktik terbaik yang selaras dengan kebijakan negara serta kepentingan pemegang saham.
Sementara itu, Senior Director HC Talent Management & Culture Danantara Asset Management (Danantara Asset Management), Wiwik Wahyuni, menegaskan bahwa streamlining bukan semata-mata soal efisiensi struktural, melainkan fondasi strategis dalam membangun kepemimpinan dan sistem organisasi yang mampu meningkatkan daya saing Indonesia secara global dan berkelanjutan secara nasional.
Diskusi turut menyoroti tantangan aktual BUMN, di mana pada 2024 sekitar 52% BUMN mencatatkan kerugian hingga Rp50 triliun akibat proses berlapis, pendekatan silo, fragmentasi talenta, serta lemahnya perencanaan bisnis. Menjawab kondisi tersebut, Danantara mendorong konsolidasi dan penyederhanaan struktur pada sekitar 80% BUMN, bukan untuk perampingan semata, melainkan agar perusahaan lebih fokus secara strategis dan berkelanjutan.
Forum ini menegaskan bahwa restrukturisasi organisasi tidak cukup dilakukan pada sisi struktur, tetapi harus dibarengi dengan disiplin proses yang kuat dan terarah. Proses tersebut mencakup peninjauan fundamental bisnis, restrukturisasi keuangan dan model bisnis, konsolidasi proses, hingga implementasi transformasi yang bertujuan menciptakan value creation jangka panjang.
Tiga Panel Bahas Strategi, Mindset, dan Teknologi
HCM Talks ke-5 dibagi ke dalam tiga panel utama. Panel pertama membahas organizational streamlining sebagai fondasi keberlanjutan bisnis. Para panelis menegaskan bahwa streamlining bukan sekadar menggabungkan atau memisahkan unit, melainkan proses transisi strategis untuk memperkuat fondasi bisnis sebelum melakukan ekspansi. Transformasi dinilai harus diawali dengan pembenahan fundamental, penguatan operational excellence, serta pengelolaan human capital yang selaras dengan arah bisnis.
Panel kedua menyoroti pentingnya pergeseran strategic mindset dan peran Lean HR dalam mendukung transformasi organisasi, khususnya di BUMN. Diskusi menekankan bahwa pengurangan tenaga kerja bukan solusi utama. Sebaliknya, streamlining perlu diarahkan pada pembangunan high performance culture, peningkatan produktivitas, dan optimalisasi talenta melalui peran HR yang strategis, didukung oleh teknologi, otomatisasi, dan people analytics.
Transformasi human capital di PLN menjadi salah satu contoh, di mana pendekatan yang sebelumnya bersifat administratif dan terdesentralisasi kini beralih menuju future human capital yang terpusat, berbasis data, dan berorientasi pada penciptaan nilai bisnis.
Panel ketiga membahas adopsi teknologi dan people analytics sebagai kunci optimalisasi bisnis dan organisasi. Pendekatan berbasis data dinilai penting untuk menghindari subjektivitas dan fragmentasi dalam pengambilan keputusan. Namun demikian, para panelis menekankan bahwa data dan teknologi hanya akan bernilai jika didukung oleh operational excellence, pemahaman konteks talenta, serta komunikasi yang efektif.
Aspek komunikasi dan kepercayaan (trust) juga menjadi sorotan penting. Keberhasilan transformasi organisasi dinilai sangat bergantung pada legitimasi kebijakan, kejelasan tujuan, serta kemampuan pemimpin dan organisasi dalam membangun kepercayaan di internal maupun publik.
Survei Karyawan dan Optimisme Keberlanjutan
Acara ini turut didukung oleh Populix yang memaparkan hasil survei terhadap karyawan BUMN. Hasil survei menunjukkan bahwa secara umum karyawan mendukung inisiatif streamlining. Meski demikian, masih terdapat kekhawatiran emosional terkait perubahan yang berdampak pada tenaga kerja, seperti penyesuaian jumlah karyawan dan kinerja, yang perlu dikelola melalui komunikasi dan pendekatan yang berpusat pada manusia.
Melalui interaksi berkelanjutan antara akademisi dan praktisi, SBM ITB dan PLN optimistis bahwa agenda organizational streamlining yang didukung Lean HR, people analytics, dan komunikasi yang kredibel dapat menjadi fondasi bagi pertumbuhan BUMN yang sehat, adaptif, dan berkelanjutan di masa depan.

.jpg)





