Final Mapres ITB 2026, Wujudkan Mahasiswa Berprestasi yang Teladan dan Berdampak

Oleh Vito Egi Nandriansyah - Mahasiswa Teknik Geofisika, 2021

Editor Anggun Nindita

Seleksi Final Mahasiswa Berprestasi (Mapres) ITB 2026, pada pada Sabtu (28/3/2026) di Auditorium IPTEKS CC Timur, ITB Kampus Ganesha.

BANDUNG, itb.ac.id — Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui Direktorat Kemahasiswaan (Ditmawa), menyelenggarakan seleksi final Mahasiswa Berprestasi (Mapres) ITB 2026 sebagai bagian dari program nasional yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, pada Sabtu (28/3/2026) di Auditorium IPTEKS CC Timur, ITB Kampus Ganesha.

Program ini bertujuan memberikan apresiasi sekaligus mendorong mahasiswa untuk meraih prestasi terbaik, baik di bidang akademik maupun non-akademik melalui berbagai capaian, kompetisi, dan pengalaman organisasi.

Sebanyak 12 finalis dari berbagai fakultas dan sekolah di ITB berkompetisi pada tahap akhir, yaitu Muhammad Ilham Saripul Milah (Teknik Metalurgi, FTTM), Adisti Candraningtyas (Teknik Lingkungan, FTSL), Najwa Kahani Fatima (Teknik Informatika, STEI), Nareswari Tarisa Kirana (Teknik Geologi, FITB), Adrian Nicholas Daddy L.T. (Aktuaria, FMIPA), Geraldin Krisdya Putri (Desain Produk, FSRD), Ganesha Rahman Liswantoro (Teknik Fisika, FTI), Jessica Angelina (Sains dan Teknologi Farmasi, SF), Muhammad Abdillah Putra Alfera (Manajemen, SBM), Asybel B.P. Sianipar (Arsitektur, SAPPK), Carmelia Carina Halim (Rekayasa Pertanian, SITH), dan Faiz Deri Rahman (Teknik Dirgantara, FTMD).

Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., menegaskan bahwa Mahasiswa Berprestasi bukan sekadar tentang kemenangan, melainkan tentang keteladanan. “Mahasiswa Berprestasi adalah teladan, bukan hanya perkara menang dan kalah. Mereka harus berkarakter baik, menjadi contoh, dan berkontribusi nyata dan memberikan dampak bagi banyak orang,” ujar Rektor ITB.

Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., memberikan sambutan.

Ia juga menekankan bahwa predikat Mahasiswa Berprestasi membawa tanggung jawab besar sebagai representasi institusi. “Menjadi duta dan wajah ITB adalah amanah jangka panjang yang melekat seumur hidup,” tambahnya.

Rektor pun turut mengapresiasi para finalis sebagai representasi keberagaman bidang ilmu di ITB, mulai dari sains, teknik, seni, hingga sosial humaniora.

Sementara itu, Direktur Kemahasiswaan ITB, Prof. Dr. apt. Muhamad Insanu, S.Si., M.Si., menyampaikan bahwa hasil seleksi akan diteruskan ke LLDIKTI Wilayah IV pada pertengahan April 2026. "Para pemenang akan mendapatkan pembinaan lanjutan dari dewan juri untuk menyempurnakan berbagai aspek sebelum melangkah ke tingkat berikutnya," ungkapnya.

Pada tahap final, para peserta mengikuti sejumlah tahapan seleksi utama, yaitu Presentasi Gagasan Kreatif, Pidato dalam Bahasa Inggris, serta Verifikasi Capaian Unggulan. Seluruh rangkaian tersebut dinilai oleh delapan orang dewan juri yang terdiri dari akademisi dan praktisi lintas bidang melalui diskusi yang cermat dan objektif, dengan mempertimbangkan komponen capaian unggulan, gagasan kreatif, serta kemampuan berbahasa Inggris.

Berdasarkan hasil penilaian tersebut, ditetapkan tiga pemenang utama. Juara pertama diraih oleh Ganesha Rahman Liswantoro (Teknik Fisika, FTI), diikuti oleh Muhammad Abdillah Putra Alfera (Manajemen, SBM) sebagai juara kedua, dan Carmelia Carina Halim (Rekayasa Pertanian, SITH) sebagai juara ketiga.

Juara pertama Mapres ITB 2026, Ganesha Rahman Liswantoro (Teknik Fisika, FTI).

Melalui proses seleksi yang komprehensif ini, ITB tidak hanya menjaring mahasiswa dengan capaian unggul, tetapi juga sosok inspiratif yang mampu merepresentasikan kampus di tingkat nasional serta memberikan dampak positif bagi masyarakat.

#mahasiswa #mahasiswa berprestasi #mapres #mapres 2026