InnoVibes 2026 x KIIP: Dorong Peran Perempuan dalam Ekosistem Inovasi
Oleh Anggun Nindita
Editor Anggun Nindita
BANDUNG, itb.ac.id— Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui Direktorat Hilirisasi dan Komersialisasi Produk Teknologi (DHKT) menyelenggarakan InnoVibes 2026 x Korea-Indonesia Innovation Partners (KIIP) di ITB Innovation Park, Summarecon Bandung, Selasa–Rabu (13–14/10/2026). Pada hari pertama yang mengusung tema “Perempuan, Inovasi, dan Dampak bagi Indonesia”, kegiatan ini menjadi ruang pertemuan bagi akademisi, peneliti, pelaku industri, startup, dan masyarakat untuk memperkenalkan berbagai inovasi sekaligus memperluas peluang kolaborasi.
Melalui rangkaian pameran inovasi, diskusi, dan forum kerja sama internasional, kegiatan ini mendorong agar hasil penelitian tidak hanya berhenti sebagai publikasi ilmiah, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk, usaha, maupun solusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Direktur Hilirisasi dan Komersialisasi Produk Teknologi ITB, Ir. Hary Devianto, S.T., M.Eng., Ph.D., IPM, ASEAN Eng., menyampaikan bahwa InnoVibes diharapkan menjadi simpul pertemuan berbagai pihak dalam ekosistem inovasi, mulai dari perguruan tinggi hingga industri dan masyarakat.
"Inovasi tidak cukup hanya menghasilkan teknologi baru. Hal yang tidak kalah penting adalah memastikan teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat," katanya.
Ia menjelaskan bahwa penguatan hilirisasi dan komersialisasi di ITB juga diarahkan untuk mengakomodasi inovasi yang memiliki nilai sosial tinggi, meskipun potensi komersialnya tidak selalu besar. Dengan demikian, keberhasilan inovasi tidak hanya diukur dari keuntungan ekonomi, tetapi juga dari dampak dan keberlanjutan manfaatnya.
Mengangkat Peran Perempuan dalam Ekosistem Inovasi
Salah satu perhatian utama InnoVibes 2026 adalah kontribusi perempuan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kewirausahaan. Melalui empat semangat utama, yakni "Mencipta, Membangun, Memimpin, dan Berdampak", kegiatan ini menampilkan perjalanan perempuan dalam mengembangkan gagasan menjadi inovasi yang dapat digunakan masyarakat.
Hary menyoroti pentingnya menghadirkan perspektif perempuan, khususnya para pendiri startup, dalam membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan.
"Kemampuan mempertimbangkan risiko, memahami kebutuhan pengguna, dan mengembangkan usaha secara matang menjadi aspek penting dalam perjalanan sebuah inovasi," ujarnya.
Pada hari pertama, Selasa (13/10/2026), InnoVibes menghadirkan talkshow “Perempuan dan Dampak: Dari Riset Menuju Solusi yang Berdampak”. Diskusi ini melibatkan Prof. Dr. Pingkan Aditiawati, M.S. dari Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) ITB; Dr. Syifa F. Syihab, S.TP., M.Si. dari Universitas Pendidikan Indonesia; serta Inge Wahyuni, S.K.M., M.P.P., M.T. dari Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Barat.
Diskusi yang dimoderatori Melia Famiola, S.T.P., M.T., Ph.D. dari Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) ITB tersebut membahas bagaimana hasil penelitian dapat dikembangkan menjadi solusi, khususnya di bidang kesehatan dan gizi, melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat.
Sementara itu, pada hari kedua, Rabu (14/10/2026), sesi Women Founders dijadwalkan menghadirkan Atina Putri, Founder dan CEO Pustakara AI; Salsabilla, Co-Founder dan CEO Nasho; serta Semeru Gita Lestari, Co-Founder dan COO Bell Living Lab. Ketiganya akan berbagi pengalaman dalam membangun usaha berbasis inovasi, mulai dari pengembangan produk, memahami kebutuhan pasar, hingga menghadapi tantangan pertumbuhan bisnis.
Dari Laboratorium Menuju Produk yang Bermanfaat
Selain diskusi, InnoVibes 2026 menghadirkan Innovation Exhibition yang menampilkan beragam hasil penelitian, purwarupa, produk teknologi, serta inovasi dari startup dan mitra ITB.
Pameran ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengenal lebih dekat teknologi yang dikembangkan di lingkungan perguruan tinggi. Berbagai inovasi yang ditampilkan mencakup produk dan solusi yang berpotensi dimanfaatkan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui sesi Exhibitor Highlight, para peneliti dan inovator juga memperoleh kesempatan untuk memperkenalkan produk mereka, menjelaskan proses pengembangannya, serta berinteraksi langsung dengan pengunjung.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya ITB memperkuat proses hilirisasi, yakni membawa hasil penelitian dari laboratorium menuju penerapan yang lebih luas di industri dan masyarakat.
Perkuat Kolaborasi Indonesia–Korea melalui Teknologi dan Budaya
InnoVibes 2026 juga diselenggarakan bersama Technology and Cultural Heritage Symposium dalam rangkaian KIIP Korea Week 2026. Forum ini mempertemukan akademisi, praktisi, pelaku industri, dan mitra dari Korea Selatan untuk mengeksplorasi pemanfaatan teknologi dalam pelestarian warisan budaya.
Kolaborasi tersebut merupakan salah satu tindak lanjut kerja sama yang melibatkan ITB, Dongmin Co., Ltd., ONNAMU Co., Ltd., dan PT Mediasi Sarana Nusa pada Juli 2026.
Sejumlah topik menjadi perhatian dalam forum ini, antara lain pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI), digitalisasi warisan budaya, dokumentasi bangunan bersejarah menggunakan teknologi tiga dimensi, hingga pengembangan peluang bisnis dan startup berbasis teknologi.
Salah satu pendekatan yang diperkenalkan adalah Phygital Cultural Tourism, yaitu penggabungan pengalaman fisik dan digital untuk membuat warisan budaya lebih mudah diakses dan dipahami masyarakat.
Pengembangan teknologi seperti kios informasi berbasis AI dengan bahasa isyarat BISINDO di Museum ITB serta chatbot AI untuk Museum Sangju di Korea Selatan menjadi contoh bagaimana inovasi digital dapat memperluas akses masyarakat terhadap informasi dan pengalaman budaya.
Melalui forum ini, kolaborasi Indonesia dan Korea Selatan diharapkan tidak hanya memperkuat pertukaran pengetahuan, tetapi juga membuka peluang pengembangan teknologi dan kerja sama industri kreatif.
ITB Innovation Park Sebagai Simpul Kolaborasi
Penyelenggaraan InnoVibes 2026 x KIIP sekaligus memperkuat peran ITB Innovation Park sebagai ruang yang mempertemukan peneliti, inovator, startup, industri, pemerintah, dan mitra internasional.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, ITB mendorong pemanfaatan hasil penelitian menjadi solusi yang bermanfaat bagi masyarakat, sekaligus membuka peluang bagi para inovator untuk mengembangkan produk dan memperluas jejaring kerja sama.
.jpg)



