Inovasi Media Tanam Berkelanjutan dari Limbah Akar, Tim Mahasiswa ITB Sabet Juara pada Ajang ChEAthon
Oleh Luisa Carmel - Mahasiswa Teknik Kimia, 2021
Editor Anggun Nindita

BANDUNG, itb.ac.id — Dua orang mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) berhasil meraih juara pertama dalam lomba Chemical Engineering Ideation Marathon (ChEAthon) dalam rangkaian Indonesia Chemical Engineering Challenge (IChEC) 2025 yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia ITB (HIMATEK-ITB).
Mereka adalah Putri Dysa Ayu Khalisyah (10624030) dari Program Studi Biologi, Joevan Faturahman (13023020) dari Program Studi Teknik Kimia. Kedua mahasiswa ITB ini bergabung dengan salah satu mahasiswa dari Universitas Indonesia (UPI), Daffa Adipramana.
Kelompok mereka mengusung REKAR, yaitu media tanam berkelanjutan dari limbah akar tanaman yang memiliki kemampuan ekstra dalam menyerap air, mengurangi biaya modal, serta menyediakan nutrisi yang baik bagi tanaman sehingga dapat meningkatkan produktivitas petani. Sirkularitas dapat diperoleh pula dengan sistem BankKer, tempat pengumpulan sampah perkebunan yang dapat digunakan kembali sebagai bahan baku REKAR.
Lomba ini mengusung konsep yang cukup unik, yaitu inkubasi ide terkait teknologi dan material kimia dalam waktu yang dibatasi untuk mengembangkan idenya menjadi suatu konsep yang utuh. Tiga orang pendaftar individual digabungkan ke dalam suatu tim melalui proses matchmaking untuk menyusun ide, presentasi, dan inforgrafis mengenai salah satu dari kelima ide terbaik yang diajukan oleh para peserta dalam kurun waktu 30 jam. Hasilnya kemudian dipresentasikan di depan para juri dan peserta seminar pada Minggu (9/2/2025).
Presentasi hasil kepada dewan juri (Dok. Panitia IChEC)
Putri dan Joevan mengatakan bahwa pengalaman ini cukup berkesan karena mereka perlu membangun chemistry dengan teman sekelompok dalam waktu yang singkat. Menurut mereka kerja sama merupakan kunci utama dalam menghasilkan ide yang inovatif. Komunikasi yang efektif juga sangat penting untuk memastikan setiap orang berkontribusi secara maksimal.
“Sharing ide menjadi faktor krusial dalam menggali berbagai perspektif yang dapat memperkaya konsep yang dikembangkan," ujar Joevan.
Putri pun memberikan pesan kepada teman-teman mahasiswa lainnya untuk tidak takut mencoba hal dan tantangan yang baru.
“Pertama, jangan takut mencoba dan jangan takut untuk sharing ide pribadi. Kedua, latih komunikasi yang baik untuk bisa bekerja sama dengan team. Ketiga, lihat permasalahan dari hal-hal terdekat di sekitar kita," ungkapnya.
Reporter: Luisa Carmel (Teknik Kimia, 2021)