Kemdiktisaintek-ITB, NEDO, dan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia Jajaki Kerja Sama Strategis Indonesia–Jepang di Bidang Energi Bersih dan Teknologi Industri

Oleh Anggun Nindita

Editor Anggun Nindita

BANDUNG, itb.ac.id - Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memperkuat penjajakan kerja sama strategis dengan New Energy and Industrial Technology Development Organization (NEDO) Jepang, dan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) dalam pengembangan energi bersih dan teknologi industri berkelanjutan.

Penjajakan kerja sama tersebut berlangsung melalui kunjungan delegasi Kemdiktisaintek, NEDO, dan PT TMMIN pada Kamis (8/1/2026) di Ruang Rapim A, Gedung Rektorat ITB. Sebelumnya, delegasi Kemdiktisaintek dan NEDO juga melakukan Kunjungan ke ITB Innovation Park, Summarecon, Bandung.

Kegiatan ini menjadi ruang dialog untuk mempertemukan kebijakan pemerintah, kapasitas riset perguruan tinggi, dukungan lembaga riset internasional, dan kebutuhan industri dalam menjawab tantangan transisi menuju industri rendah karbon.

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, M. Fauzan Adziman, menyampaikan bahwa kolaborasi Indonesia–Jepang ini diarahkan pada pengembangan proyek-proyek strategis berskala besar yang terhubung langsung dengan kebutuhan industri dan agenda hilirisasi teknologi.

Sementara itu, Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan dan peluang kolaborasi yang terbangun. Menurutnya, kerja sama ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam menghasilkan solusi nyata bagi pembangunan.

“ITB menyambut baik kolaborasi ini sebagai upaya bersama untuk mempertemukan riset, kebijakan, dan kebutuhan industri. Sinergi dengan Kemdiktisaintek, NEDO, dan mitra industri diharapkan dapat menghasilkan teknologi yang relevan dan berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.


Dalam sesi pemaparan, ITB memperkenalkan kapasitas risetnya di bidang biofuel, Sustainable Aviation Fuel (SAF), dan bioavtur, termasuk pengembangan berbasis minyak nabati dan biomassa nonpangan. ITB juga menampilkan pengembangan demo plant Bioavtur J100 serta penguasaan teknologi katalis sebagai elemen kunci untuk meningkatkan efisiensi proses dan kesiapan implementasi di skala industri.

Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi ITB, Prof. Ir. Lavi Rizki Zuhal, Ph.D., menjelaskan bahwa seluruh aktivitas riset tersebut dirancang dalam satu ekosistem yang saling terhubung.

"Kami tengah mengembangkan ekosistem kolaboratif yang menghubungkan riset dasar, pengembangan teknologi, hingga hilirisasi bersama industri. Dengan pendekatan ini, hasil riset tidak berhenti di laboratorium, tetapi dapat ditransformasikan menjadi solusi yang siap dimanfaatkan,” jelasnya.

Executive Director of Technology and Innovation Strategy NEDO, Kikuo Kishimoto, menekankan bahwa riset dan pengembangan harus berkontribusi langsung pada penyelesaian persoalan sosial.

“Dalam pengembangan industri, kita perlu menjawab tantangan energi, lingkungan, dan kesejahteraan hidup. Karena itu, riset dan pengembangan seharusnya berkontribusi ke arah tersebut. Kami melihat peluang untuk membangun perkembangan baru bersama Indonesia,” ujarnya.

Di sisi lain, Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam, memaparkan pendekatan dekarbonisasi melalui bauran teknologi, mulai dari biofuel, synthetic fuels (e-fuels), bioetanol generasi lanjut, hingga hidrogen. Pendekatan ini dipandang sebagai solusi transisi untuk menurunkan emisi sektor transportasi dan industri, sekaligus menyiapkan kesiapan teknologi jangka panjang.

Ke depan, para pihak sepakat untuk menindaklanjuti penjajakan ini melalui penyusunan peta jalan kolaborasi, pembentukan konsorsium riset terapan, serta perumusan proyek bersama yang menghubungkan kapasitas riset ITB, dukungan kebijakan Kemdiktisaintek, keunggulan teknologi NEDO, dan kebutuhan industri.

Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat pengembangan energi bersih berbasis sains dan teknologi, sekaligus memperkuat kemitraan strategis Indonesia–Jepang dalam mendorong industri yang berkelanjutan dan berdaya saing.

#kolaborasi #itb berdampak #diktisaintekberdampak