International Orientation Day ITB 2026: Bekali Proses Akademik, Dinamika Kampus dan Kehidupan Lintas Budaya bagi Mahasiswa Asing

Oleh Anggun Nindita -

Editor Muhammad Efriza Pandia


BANDUNG, itb.ac.id - Sebanyak 97 mahasiswa internasional dari berbagai Fakultas dan Sekolah di Institut Teknologi Bandung (ITB) mengikuti International Orientation Day sebagai bagian dari rangkaian Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) ITB 2026. Mengusung tema “Connecting Cultures, Creating Futures”, kegiatan yang berlangsung di Aula Timur dan area sekitar ITB Kampus Ganesha, Rabu (19/8/2026), menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan akademik sekaligus beradaptasi dengan kehidupan di Bandung dan Indonesia.

Kegiatan diawali dengan penyambutan mahasiswa dan sambutan resmi dari Wakil Rektor Bidang Komunikasi, Kemitraan, Kealumnian, dan Administrasi ITB, Dr. Andryanto Rikrik Kusmara, S.Sn., M.Sn. Mewakili Rektor dan sivitas akademika ITB, ia menyampaikan ucapan selamat datang kepada para mahasiswa internasional yang akan memulai perjalanan akademiknya di ITB.


Ia berharap masa studi di ITB dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk tidak hanya menimba ilmu, tetapi juga memperluas wawasan, menambah pengalaman, serta memberikan kontribusi melalui gagasan-gagasan unik di lingkungan akademik.

“Waktu yang dihabiskan di ITB diharapkan dapat digunakan untuk menimba ilmu, memperluas wawasan, menambah pengalaman, serta memberikan kontribusi gagasan unik ke lingkungan akademik ITB,” ujarnya.

Ia juga berpesan agar para mahasiswa dapat menjalani masa belajar yang bermanfaat, memperkaya diri, dan memberikan pengalaman yang berkesan selama berada di ITB.

Selanjutnya, Kepala Subdirektorat Mobilitas Internasional ITB, Lia Amelia Tresna Wulan Asri, S.Si., M.Si., Ph.D., menyampaikan pengenalan mengenai Bandung sekaligus berbagai layanan yang disediakan bagi mahasiswa internasional. Atas nama Direktorat Kemitraan dan International Relations Office (IRO) ITB, ia menyambut para mahasiswa dan memperkenalkan dukungan yang dapat dimanfaatkan selama menjalani kehidupan akademik di ITB.

IRO ITB menyediakan berbagai layanan, antara lain pendampingan terkait imigrasi dan izin tinggal, Buddy Program, bantuan akomodasi, serta kelas bahasa Indonesia. "Melalui Buddy Program, mahasiswa internasional akan dipasangkan dengan mahasiswa ITB untuk membantu proses adaptasi terhadap lingkungan kampus maupun kehidupan sehari-hari," ungkapnya.


Mahasiswa juga diperkenalkan dengan Kota Bandung sebagai kota pendidikan yang memiliki lingkungan kondusif dengan suasana sejuk karena dikelilingi pegunungan. Bandung juga dikenal sebagai salah satu pusat industri kreatif dan kebudayaan Indonesia, dengan kekayaan kuliner khas Sunda serta akses transportasi yang relatif mudah dari Jakarta.

Mengenal Sistem Akademik dan Layanan Digital ITB
Salah satu bagian penting dalam orientasi adalah sesi Academic Information yang disampaikan oleh Kepala Subdirektorat Monitoring dan Evaluasi Pendidikan, Nurrohman Wijaya, S.T., M.T., M.Sc., Ph.D. Sesi ini memberikan pembekalan mengenai sistem akademik ITB agar mahasiswa memiliki pemahaman awal sebelum menjalani perkuliahan.

Materi yang disampaikan mencakup pengenalan dasar Sistem Informasi Akademik (SIX) ITB, mekanisme pengambilan mata kuliah, proses alih kredit dan fasilitas akademik, serta pengenalan sistem akademik dan EduNex. Mahasiswa juga mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan melalui sesi tanya jawab.

Pembekalan kemudian dilanjutkan dengan sesi informasi dari Direktorat Sarana Prasarana dan Sistem Informasi mengenai penggunaan akun SIX akademik. Wakil Direktur Bidang Sistem dan Teknologi Informasi, Achmad Imam Kistijantoro, S.T., M.Sc., Ph.D., memberikan panduan teknis mengenai aktivasi dan pengisian portal akun SIX.


Sesi tersebut tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melakukan praktik dan simulasi secara langsung. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan lebih siap menggunakan layanan digital akademik sejak awal masa studi.

Selain aspek akademik, mahasiswa internasional juga mendapatkan pembekalan mengenai aturan keimigrasian Indonesia. Perwakilan Kantor Imigrasi Kelas I Bandung, Duwi Riyadi Putra, S.Sos., M.Sc., menjelaskan ketentuan dasar keimigrasian bagi mahasiswa asing, termasuk informasi teknis mengenai visa, pembuatan, serta perpanjangan Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS).

Pembekalan ini menjadi bagian penting untuk memastikan mahasiswa memahami ketentuan yang perlu dipatuhi selama tinggal dan menempuh pendidikan di Indonesia.

Membuka Ruang Interaksi Lintas Budaya
International Orientation Day tidak hanya diisi dengan sesi pemaparan. Mahasiswa diajak mengenal lingkungan ITB Kampus Ganesha melalui campus tour yang didampingi oleh para buddy. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal berbagai fasilitas kampus sekaligus berinteraksi secara lebih dekat dengan mahasiswa ITB.

Setelah itu, mahasiswa diperkenalkan dengan perwakilan Fakultas dan Sekolah masing-masing. Sesi ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh informasi yang lebih spesifik mengenai lingkungan akademiknya serta berdiskusi langsung dengan perwakilan Fakultas dan Sekolah.

Suasana semakin cair melalui kegiatan mingle with buddies dan makan siang bersama. Interaksi informal antara mahasiswa internasional dan mahasiswa ITB diharapkan dapat membantu membangun jejaring pertemanan sekaligus memperkuat proses adaptasi di lingkungan baru.


Kegiatan juga dilengkapi dengan berbagai perlombaan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, seperti bakiak, estafet sarung, misi sedotan, dan makan kerupuk. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan sesi karaoke bersama.

Melalui International Orientation Day 2026, ITB berupaya memberikan pembekalan yang menyeluruh bagi mahasiswa internasional, mulai dari kesiapan akademik, informasi keimigrasian, pengenalan budaya dan lingkungan, hingga dukungan kesejahteraan mahasiswa.

#itb #itb 2026 #pmb itb 2026 #mahasiswai nternasional #international orientation day #connecting cultures #creating futures #sdg4 #quality education #sdg1 0 #reducedi nequalities #sdg17 #partnerships for the goals