ITB dan PT Sahabat Investasi Indotama Jalin Kerja Sama Pendidikan, Riset, dan Pengabdian Masyarakat
Oleh Anggun Nindita
Editor Anggun Nindita
BANDUNG, itb.ac.id — Institut Teknologi Bandung (ITB) dan PT Sahabat Investasi Indotama menjalin kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia (SDM). Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman di Ruang Rapim A, Gedung Rektorat ITB, Rabu (14/10/2026).
Nota Kesepahaman ditandatangani oleh Wakil Rektor Bidang Komunikasi, Kemitraan, Kealumnian, dan Administrasi ITB, Dr. Andryanto Rikrik Kusmara, S.Sn., bersama Direktur PT Sahabat Investasi Indotama, Pitono Nugroho.
Kolaborasi ini mencakup pengembangan SDM, peningkatan kapasitas pendidikan, riset, inovasi, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan jejaring strategis. Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperluas kontribusi kedua pihak dalam menghadirkan solusi bagi berbagai tantangan sosial dan lingkungan.
Dr. Rikrik Kusmara menyambut baik kolaborasi tersebut sebagai langkah untuk memperkuat kegiatan ITB yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Berbagai kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang telah dilakukan ITB perlu dikomunikasikan secara lebih luas agar manfaatnya semakin dikenal publik. Salah satu upayanya melalui penguatan publikasi di media sosial, media nasional, serta pengembangan kemitraan strategis," katanya.
Beliau berharap kerja sama ini dapat mendukung peningkatan kontribusi dan visibilitas ITB terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
Sementara itu, Direktur PT Sahabat Investasi Indotama, Pitono Nugroho, menyampaikan bahwa penandatanganan Nota Kesepahaman ini bukan sekadar seremoni, melainkan awal dari komitmen bersama untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.
Ia menyoroti sejumlah tantangan global, seperti perubahan iklim, ancaman terhadap ekosistem laut, dan krisis air bersih, yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi dan dunia usaha.
"Dunia usaha kini semakin berkembang dari orientasi keuntungan finansial menuju pendekatan yang turut mempertimbangkan aspek sosial dan lingkungan melalui konsep triple bottom line hingga bisnis sosial (social business)," ujarnya.
Ia juga mengapresiasi berbagai kontribusi ITB dalam menghasilkan kegiatan dan inovasi yang berdampak bagi masyarakat.
"Melalui kerja sama ini, kami berharap dapat memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan dunia usaha dalam mengembangkan pengetahuan, inovasi, serta program pemberdayaan berkelanjutan," ungkapnya.
.jpg)

.jpg)
.jpg)



