ITB dan SANY Heavy Industry Indonesia Perkuat Kolaborasi Riset, Teknologi, dan Pengembangan SDM

Oleh Anggun Nindita

Editor Anggun Nindita


KARAWANG, itb.ac.id — Institut Teknologi Bandung (ITB) dan PT SANY Heavy Industry Indonesia memperkuat kolaborasi perguruan tinggi dan industri melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang kerja sama pendidikan, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia, Senin (24/8/2026), di PT SANY Industry Machinery, Kawasan Industri Mitra Karawang, Jawa Barat.

Kerja sama tersebut membuka peluang pengembangan talenta melalui program magang, kesempatan kerja bagi mahasiswa dan lulusan ITB, serta work-integrated learning. Selain itu, kedua pihak berpeluang mengembangkan riset bersama, teknologi, pertukaran pengetahuan, hingga pemanfaatan fasilitas penelitian.

Nota Kesepahaman tersebut ditandatangani oleh Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi ITB, Prof. Ir. Lavi Rizki Zuhal, Ph.D., dan Direktur Utama PT SANY Heavy Industry Indonesia, Li Dao.

Rangkaian kegiatan turut diisi dengan kunjungan ke fasilitas produksi SANY. Delegasi ITB melihat secara langsung lingkungan manufaktur alat berat sekaligus mendapatkan gambaran mengenai teknologi produksi dan arah pengembangan perusahaan.

Prof. Lavi mengapresiasi kesempatan bagi ITB untuk mengenal lebih dekat fasilitas dan visi SANY. Ia mengatakan, kemitraan tersebut merupakan pengembangan dari jejaring kolaborasi ITB dengan perguruan tinggi dan industri di Tiongkok yang telah dirintis dalam beberapa tahun terakhir.

Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi ITB, Prof. Ir. Lavi Rizki Zuhal, Ph.D.

Kolaborasi tersebut bermula pada 2023 melalui kerja sama Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) ITB dengan PT Green Eco-Manufacture (GEM). Kemitraan kemudian berkembang dengan melibatkan Central South University (CSU), Tiongkok.

Salah satu hasil konkretnya adalah pembangunan joint laboratory di ITB Kampus Jatinangor. Menurut Prof. Lavi, fasilitas tersebut dibangun dari awal dan dalam waktu sekitar satu tahun telah dilengkapi berbagai peralatan riset berstandar tinggi.

"Keberhasilan tersebut kemudian mendapat perhatian sebagai salah satu model kolaborasi internasional antara perguruan tinggi Indonesia, perguruan tinggi Tiongkok, dan industri," kata Prof. Lavi.

“Kerja sama yang telah berjalan menjadi success story bagaimana universitas di Indonesia, universitas di Tiongkok, dan industri dapat bekerja bersama. Kami ingin model kolaborasi seperti ini dapat diperluas, termasuk dengan SANY,” lanjut Prof. Lavi.

Dari Alat Berat hingga Manufaktur Cerdas

PT SANY Heavy Industry Indonesia merupakan bagian dari SANY Group, salah satu produsen alat berat dan mesin konstruksi terbesar di dunia yang berasal dari Tiongkok. Perusahaan mengembangkan teknologi untuk berbagai sektor, antara lain konstruksi, pertambangan, energi, dan manufaktur cerdas.

Di Indonesia, SANY telah mengembangkan kegiatan manufaktur sejak 2021 melalui pembangunan fasilitas produksi di Kawasan Industri Karawang, Jawa Barat. Pada 2020, perusahaan mengembangkan Lighthouse Factory pertamanya di luar Tiongkok dengan penerapan digitalisasi, otomatisasi, dan industrial internet dalam proses produksi.

SANY kemudian memperluas fasilitas industrinya pada 2023 melalui pembangunan kawasan industri tahap II guna memperkuat kapasitas produksi dan mendukung kebutuhan sektor konstruksi serta pertambangan nasional.

Selain menyediakan alat berat untuk berbagai proyek infrastruktur, pertambangan, dan industri, SANY turut mengembangkan sumber daya manusia melalui program rekrutmen, campus hiring, dan pengembangan talenta muda di bidang teknik.

Chairman of SANY Asia Pacific, Zhang Song, menyambut baik kunjungan delegasi ITB. Ia memandang ITB sebagai salah satu perguruan tinggi strategis di Indonesia untuk menjadi mitra dalam pengembangan teknologi dan sumber daya manusia.

Menurutnya, SANY saat ini berfokus pada tiga arah utama dalam strategi global perusahaan, yakni globalisasi, digitalisasi, dan dekarbonisasi.

"Dalam konteks kerja sama dengan ITB, SANY berkomitmen mendorong penelitian dan pengembangan (research and development/R&D), transfer teknologi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia Indonesia," ungkapnya.

Chairman of SANY Asia Pacific, Zhang Song (yang memakai baju putih)

Kolaborasi dengan perguruan tinggi, khususnya dengan ITB, diharapkan dapat memperluas kesempatan bagi talenta Indonesia untuk memperoleh pengalaman dan kompetensi yang relevan dengan perkembangan industri sekaligus meningkatkan peluang mereka untuk mengisi posisi-posisi strategis pada masa mendatang.

Kolaborasi Lintas Keilmuan di ITB

Kerja sama ITB dan SANY dirancang tidak hanya melibatkan satu bidang keilmuan, namun multidisiplin. ITB membawa kekuatan lintas fakultas dan sekolah untuk mengembangkan berbagai bentuk kolaborasi yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) berpotensi mengembangkan kerja sama dalam teknologi pertambangan dan alat berat, keselamatan serta efisiensi operasional pertambangan, hingga penelitian yang berkaitan dengan sektor pertambangan.

Sementara itu, Fakultas Teknologi Industri (FTI) dapat berkontribusi dalam rekayasa industri, teknologi manufaktur, otomasi, sistem produksi, serta pengembangan inovasi teknologi yang relevan dengan kebutuhan industri.

Pada aspek mesin dan peralatan, Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) memiliki peluang kolaborasi dalam desain mesin, rekayasa mekanik, peralatan industri, serta pengembangan teknologi alat berat.

Adapun Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) berpotensi berkontribusi dalam pengembangan teknologi digital, otomasi, kecerdasan buatan, sistem kendali, hingga transformasi digital industri.


Selain fakultas dan sekolah tersebut, Direktorat Riset dan Inovasi (DRI) ITB dapat mendukung fasilitasi dan penguatan kolaborasi riset, inovasi teknologi, serta pengembangan ekosistem penelitian antara ITB dan SANY. Dalam kunjungan tersebut, ITB juga melibatkan Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) sebagai bagian dari upaya memperluas skema kolaborasi lintas disiplin.

Potensi tersebut sejalan dengan cakupan Nota Kesepahaman yang meliputi pendidikan dan pengembangan talenta, penelitian, pengembangan dan inovasi, program magang, kesempatan kerja bagi mahasiswa dan lulusan ITB, pembelajaran berbasis industri, pertukaran pengetahuan, serta pemanfaatan fasilitas penelitian.

Bagi ITB, kolaborasi dengan industri menjadi salah satu jalan untuk mempertemukan kekuatan akademik dengan persoalan dan kebutuhan nyata di lapangan. Dengan demikian, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman belajar yang semakin dekat dengan dunia industri, sementara riset dan inovasi perguruan tinggi memiliki peluang lebih besar untuk dikembangkan dan dimanfaatkan.

Melalui kemitraan ini, ITB dan PT SANY Heavy Industry Indonesia diharapkan dapat memperkuat ekosistem pendidikan, riset, inovasi, dan pengembangan talenta yang semakin terhubung dengan perkembangan teknologi industri, sekaligus mempererat hubungan akademik dan industri antara Indonesia dan Tiongkok.

#mou #itb #nota kesepahaman #kolaborasi #itb berdampak #sdg4 #quality education #sdg8 #decent work and economic growth #sdg9 #industry innovation and infrastructure #sdg17 #partnerships for the goals