ITB Perkuat Kolaborasi Akademik dan Riset dengan Science Tokyo dan GRIPS
Oleh Anggun Nindita -
Editor Anggun Nindita
TOKYO, itb.ac.id — Institut Teknologi Bandung (ITB) melakukan kunjungan kelembagaan ke sejumlah perguruan tinggi di Jepang, Kamis (1/10/2026), untuk memperkuat jejaring internasional sekaligus menjajaki pengembangan kerja sama di bidang pendidikan dan penelitian.
Delegasi ITB dipimpin Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., dan diikuti sejumlah dekan dari berbagai fakultas dan sekolah di ITB. Dalam kunjungan tersebut, delegasi ITB menghadiri pertemuan dengan Institute of Science Tokyo (Science Tokyo) di Ookayama Campus serta National Graduate Institute for Policy Studies (GRIPS), Tokyo.
Perkuat Kolaborasi Peneliti dengan Science Tokyo
Dalam pertemuan dengan pimpinan Science Tokyo, ITB membahas penguatan kerja sama antarpeneliti serta pengembangan skema co-supervision bagi mahasiswa. Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi kedua institusi untuk mengidentifikasi peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan berdasarkan kepakaran dan aktivitas riset masing-masing.
Delegasi ITB juga melakukan kunjungan ke sejumlah laboratorium di Science Tokyo. Agenda tersebut memberikan kesempatan untuk melihat lebih dekat fasilitas dan kegiatan penelitian yang berpotensi menjadi titik temu bagi pengembangan kolaborasi riset pada masa mendatang.
Jajaki Exchange hingga Joint Supervision bersama GRIPS
Dalam agenda bersama National Graduate Institute for Policy Studies (GRIPS), delegasi ITB membahas peluang pengembangan kerja sama akademik dalam berbagai bentuk.
Sejumlah peluang yang dibicarakan antara lain program pertukaran mahasiswa (student exchange), PhD joint supervision, serta skema cross-assignment profesor antarinstitusi. Melalui skema tersebut, ITB dan GRIPS berpeluang memperluas interaksi akademik sekaligus mempertemukan kepakaran dosen dan peneliti dari kedua institusi.
Kunjungan ITB ke Jepang tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas kemitraan global ITB melalui kerja sama yang semakin konkret di tingkat institusi, fakultas/sekolah, hingga antarpeneliti. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi mahasiswa dan dosen dalam pendidikan, mobilitas akademik, serta pengembangan penelitian bersama.

.jpg)




.jpg)