ITB dan Université Paris-Saclay Jalin Kolaborasi Program Double Degree Berbasis Pengalaman Industri hingga Riset Internasional
Oleh -
Editor M. Naufal Hafizh, S.S.
ANGERS, PRANCIS, itb.ac.id - Institut Teknologi Bandung (ITB) memperkuat kerja sama strategis dengan Université Paris-Saclay, Prancis, melalui pengembangan berbagai program kolaborasi pendidikan dan riset internasional. Kesepakatan ini merupakan salah satu hasil dari rangkaian kegiatan The 14th Indonesia–France Joint Working Group (JWG) on Higher Education, Research, and Innovation yang diselenggarakan pada 1–3 Juli 2026 di Kota Angers, Prancis.
Delegasi ITB pada kegiatan tersebut dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan (WRAM), Prof. Dr. Irwan Meilano, S.T., M.Sc., bersama Dekan Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI), Prof. Dr. Ir. Tutun Juhana, S.T., M.T., IPU, serta Direktur Kemitraan ITB, Dr. Ir. Endra Gunawan, S.T., M.Sc. Kehadiran ITB dalam forum JWG ke-14 menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring global ITB dengan institusi pendidikan tinggi dan riset terkemuka dunia.
Université Paris-Saclay, yang saat ini berada pada peringkat 70 dunia dalam QS World University Rankings 2026, merupakan salah satu ekosistem pendidikan tinggi dan riset terbesar di Eropa. Institusi ini merupakan hasil konsolidasi universitas, Grandes Écoles, serta lembaga riset nasional Prancis seperti CNRS, CEA, INRAE, INSERM, ONERA, Inria, dan IHES. Paris-Saclay dikenal memiliki kekuatan utama dalam bidang sains, teknologi, engineering, kedokteran, serta pengembangan bidang strategis seperti artificial intelligence (AI), data science, dan quantum technology.
Prof. Irwan Meilano, mengatakan, kerja sama ini meliputi sejumlah hal. “Sebagai bagian dari kerja sama ini, ITB dan Université Paris-Saclay menyepakati pengembangan berbagai program akademik internasional, khususnya program double degree jenjang sarjana (S1) dengan skema 2+2, double degree jenjang magister (S2), pertukaran mahasiswa, pembimbingan bersama mahasiswa doktoral (joint Ph.D. supervision), serta pengembangan executive education,” ujarnya.
Salah satu keunggulan model pendidikan Paris-Saclay adalah integrasi pendidikan akademik dengan pengalaman industri. Mahasiswa ITB yang mengikuti program double degree, baik pada jenjang S1 maupun S2, akan memperoleh kesempatan mengikuti internship di industri mitra Paris-Saclay, sehingga memperkuat kompetensi profesional, pengalaman global, dan jejaring internasional mahasiswa.

Selain program gelar, kedua institusi juga membahas peluang pengembangan student mobility berbasis proyek dan riset bersama, termasuk melalui kegiatan capstone project untuk menjawab berbagai tantangan masyarakat seperti energi, air, konektivitas, dan pengembangan wilayah. Skema ini sejalan dengan sistem pendidikan Paris-Saclay yang mendorong mahasiswa untuk memperoleh pengalaman internasional selama masa studi.
Kolaborasi ini juga membuka peluang peningkatan interaksi akademik antardosen, termasuk melalui keterlibatan dosen Paris-Saclay sebagai visiting professor di ITB, pengembangan riset bersama, dan peningkatan publikasi internasional.
.jpg)




.jpg)