ITB dan University of Melbourne Perkuat Kemitraan Akademik dan Riset, dari Double Degree hingga Kolaborasi Inovasi
Oleh M. Naufal Hafizh, S.S.
Editor M. Naufal Hafizh, S.S.
BANDUNG, itb.ac.id — Institut Teknologi Bandung (ITB) dan University of Melbourne memperkuat peluang kerja sama akademik dan riset, mulai dari pengembangan program double degree, mobilitas mahasiswa, pendidikan pascasarjana, hingga kolaborasi riset dan inovasi.
Hal tersebut dibahas dalam pertemuan antara Wakil Rektor Bidang Komunikasi, Kemitraan, Kealumnian, dan Administrasi ITB, Dr. A. Rikrik Kusmara beserta jajaran dengan Pro Vice-Chancellor (Global) University of Melbourne, Prof. Frank Vetere, di Rektorat ITB, Kamis (20/8/2026).
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya kedua perguruan tinggi untuk membawa hubungan yang telah terbangun selama lebih dari lima tahun menuju kemitraan yang semakin substantif dan berkelanjutan.
Salah satu pembahasan utama dalam pertemuan tersebut adalah pengembangan program double degree bagi mahasiswa ITB dari berbagai jurusan. Hal tersebut sejalan dengan International Undergraduate Program (IUP) ITB. Saat ini, program tersebut telah berkembang hingga mencakup 27 program studi. ITB pun terus memperluas jejaring universitas mitra berkualitas agar mahasiswa memiliki lebih banyak pilihan untuk menjalani mobilitas internasional maupun memperoleh dua gelar.
Dari Mobilitas Mahasiswa hingga Riset Pascasarjana

Kerja sama ITB dan University of Melbourne juga diarahkan untuk membentuk jalur akademik yang berkelanjutan, mulai dari mahasiswa sarjana, magister, hingga doktoral.
Selain program study abroad dan double degree, kedua pihak membahas peluang joint supervision untuk mahasiswa pascasarjana dan doktoral.
Dalam pertemuan tersebut, kerja sama pendidikan sarjana dan riset pascasarjana dipandang tidak sebagai dua program yang terpisah, melainkan sebagai satu ekosistem. Mahasiswa yang sejak jenjang sarjana telah mengenal kedua institusi dapat memiliki jalur untuk melanjutkan studi ke tingkat magister maupun doktoral sekaligus terlibat dalam riset bersama.
Membuka Lebih Banyak Program Jangka Pendek
Kedua institusi turut membahas peluang program mobilitas mahasiswa berdurasi pendek. Tren global menunjukkan semakin banyak mahasiswa yang tertarik mengikuti program internasional selama beberapa minggu dibandingkan harus menjalani satu semester penuh di luar negeri.
ITB telah menyelenggarakan sejumlah short course dan summer course bersama universitas mitra internasional dengan durasi sekitar satu minggu hingga satu bulan dan dapat memiliki bobot akademik.
Melalui penguatan kerja sama ini, ITB dan University of Melbourne mendorong kemitraan internasional yang tidak hanya ditandai dengan pertukaran mahasiswa, tetapi berkembang menjadi hubungan akademik dan riset jangka panjang yang mampu meningkatkan kapasitas kedua institusi serta memberikan kontribusi terhadap berbagai tantangan global.

.jpeg)





.jpg)
