ITB dan Yayasan Darul Qur’an Mulia Berkolaborasi dalam Penguatan Literasi STEM hingga Peningkatan Kompetensi Guru

Oleh M. Naufal Hafizh, S.S.

Editor M. Naufal Hafizh, S.S.


BANDUNG, ITB.ac.id — Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Yayasan Darul Qur’an Mulia menjalin kerja sama strategis melalui penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi, di Rektorat ITB, Kamis (13/8/2026).

Penandatanganan ini dilakukan oleh Direktur Pendidikan ITB, Dr.techn. Ir. Saiful Akbar, S.T., M.T. (mewakili Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB, Prof. Dr. Irwan Meilano, S.T., M.Sc.) dan Ketua Umum Yayasan Darul Qur'an Mulia, Dr. Aisyah, M.I.R.K.

Melalui kerja sama ini, kedua institusi akan memperkuat sinergi kelembagaan yang mencakup bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sumber daya institusi.

Komitmen Dukung Ekosistem Pendidikan Inklusif dan Berkelanjutan

Dalam sambutan tertulis Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB yang dibacakan oleh Dr.techn. Ir. Saiful Akbar, S.T., M.T., pihak ITB menyampaikan bahwa Yayasan Darul Qur'an Mulia memiliki perhatian besar terhadap peningkatan kualitas pendidikan agar siswa mampu bersaing secara nasional maupun global. Hal ini sejalan dengan komitmen ITB dalam mendukung ekosistem pendidikan tinggi yang unggul, inklusif, dan berkelanjutan.

"Penandatanganan nota kesepahaman hari ini menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi kelembagaan dalam penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi," tutur Dr. Saiful Akbar membacakan sambutan WRAM ITB.

Melalui kemitraan ini, terdapat sejumlah peluang program yang akan dikembangkan bersama, antara lain:

1. Pengenalan ekosistem pendidikan tinggi dan sosialisasi program studi serta jalur masuk resmi;

2. Pelaksanaan kuliah inspiratif dan program campus insight;

3. Pembinaan akademik siswa serta pendampingan persiapan kompetisi/olimpiade;

4. Pelatihan peningkatan kompetensi guru;

5. Penguatan literasi sains dan teknologi (STEM);

6. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Adapun Dr. Saiful Akbar menyampaikan bahwa seluruh proses penerimaan mahasiswa di ITB tetap mengikuti ketentuan, mekanisme, dan jalur resmi yang berlaku.

"ITB terbuka untuk mendukung perluasan informasi dan penguatan kesiapan siswa, namun prinsip seleksi tetap berjalan secara adil, transparan, dan sesuai aturan," ujarnya.

Langkah Strategis Mencetak Generasi Unggul dan Berdaya Saing Global

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Darul Qur’an Mulia, Dr. Aisyah, M.I.R.K., menyampaikan, kerja sama dengan ITB merupakan langkah strategis bagi yayasan dalam menyiapkan para santri dan tenaga pendidik menghadapi tantangan zaman.

"Kami yakin bahwa untuk mencetak generasi yang unggul, yang siap untuk menghadapi tantangan zaman dan bersaing global, tentu perlu bersinergi dan berkolaborasi dengan pendidikan tinggi yang punya reputasi, salah satunya dengan kampus ITB," ujarnya.

Ia mengatakan, program kolaborasi seperti pengembangan pembelajaran STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), pendampingan olimpiade, hingga program pre-university merupakan bentuk nyata komitmen yayasan untuk mendorong mutu pendidikan.

"Kami berharap bahwa kolaborasi dan kerja sama ini bukan hanya meningkatkan bekal akademik bagi anak-anak kami maupun guru-guru kami, tapi juga menyiapkan mereka untuk siap menghadapi masa depan di kampusnya masing-masing. Dan yang lebih penting, bisa terinspirasi oleh ekosistem pembelajaran dan ekosistem ilmiah yang sudah tumbuh di ITB ini," ujarnya.

#itb #nota kesepahaman #mou #darul quran mulia #kolaborasi pendidikan #stem #tridarma perguruan tinggi #sdg 4 #quality education #sdg 17 #partnerships for the goals #sdg 9 #industry innovation and infrastructure