ITB Perkuat Jejaring Bioimaging di ASEAN Melalui iSEA Conference 2026

Oleh Anggun Nindita -

Editor Muhammad Efriza Pandia


BANDUNG, itb.ac.id — Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui Scientific Imaging Center (SIC) menyelenggarakan rangkaian iSEA Conference 2026: Expanding Imaging Connectivity Across Southeast Asia, pada 21–23 September 2026, di ITB Kampus Ganesha. Kegiatan ini mempertemukan ilmuwan, peneliti, pakar imaging, mahasiswa, serta mitra industri untuk memperkuat jejaring dan pengembangan bidang bioimaging di Asia Tenggara.

iSEA merupakan komunitas yang dibangun untuk menghubungkan dan memberdayakan ekosistem bioimaging di Asia Tenggara. Melalui jejaring tersebut, peneliti, ilmuwan, dan praktisi didorong memperoleh akses yang lebih luas terhadap teknologi, pelatihan, serta peluang kolaborasi. Inisiatif ini juga diarahkan untuk membangun komunitas bioimaging ASEAN yang semakin terhubung dengan jejaring global.

Konferensi utama yang berlangsung pada 22–23 September 2026 menghadirkan sesi pleno, diskusi mengenai pengembangan ekosistem imaging, aplikasi imaging untuk riset penyakit tropis, perkembangan teknologi mikroskopi optik dan elektron, hingga sesi Global Bioimaging dan Indonesia Society for Microscopy (InaSM).

Wakil Rektor Bidang Komunikasi, Kemitraan, Kealumnian, dan Administrasi ITB, Dr. Andryanto Rikrik Kusmara, S.Sn., M.Sn., mengatakan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan tidak hanya bergantung pada ketersediaan peralatan dan infrastruktur canggih, tetapi juga pada kuatnya jejaring kolaborasi antarpeneliti, lintas disiplin, dan antarinstitusi.


Menurutnya, kolaborasi berkelanjutan melalui pertukaran pengetahuan, pelatihan, dan riset bersama menjadi salah satu kunci untuk memperluas akses sekaligus meningkatkan kapasitas riset bioimaging di kawasan Asia Tenggara.

Kemitraan dengan industri juga memiliki peran penting. Sinergi akademisi dan industri diharapkan dapat mempercepat inovasi teknologi, transfer pengetahuan, serta mendorong pemanfaatan fasilitas dan infrastruktur riset secara optimal.

Menghubungkan Komunitas Bioimaging Asia Tenggara
Satoshi Ogawa, Ph.D., Associate Professor dari Monash University Malaysia, mengatakan bahwa iSEA hadir untuk menjembatani komunikasi dan jejaring di antara ilmuwan serta peneliti bioimaging dan mikroskopi di Asia Tenggara.

Menurutnya, pengembangan bioimaging tidak semata-mata berkaitan dengan kecanggihan teknologi mikroskopi. Hal yang tidak kalah penting adalah membangun komunitas yang mempertemukan para peneliti, pengguna fasilitas, dan berbagai pemangku kepentingan untuk berbagi pengalaman dan mengembangkan kolaborasi.


Pendekatan tersebut sejalan dengan misi iSEA yang menempatkan pengembangan jejaring, peningkatan kapasitas, pendidikan, serta perluasan akses terhadap teknologi mikroskopi sebagai bagian penting dalam membangun ekosistem bioimaging regional.

“Kedekatan geografis negara-negara di Asia Tenggara menjadi peluang untuk memperkuat kolaborasi, berbagi pengalaman, dan bersama-sama mendorong capaian ilmiah kawasan agar semakin diperhitungkan di tingkat global,” ujarnya.

Konferensi ini juga mempertemukan perspektif akademisi dan industri. Programnya mencakup pembahasan masa depan bioimaging Asia Tenggara, pembangunan ekosistem imaging yang berkelanjutan, pengembangan teknologi lintas disiplin, serta berbagai technical deep dive.

#itb #isea conference 2026 #bioimaging #sdg4 #quality education #sdg9 #industry innovation and infrastructure #sdg17 #partnerships for the goals