Kolaborasi ITB dan Kemenekraf pada Creative Consortium Summit 2026: Dorong Inovasi dan Kolaborasi Ekonomi Kreatif

Oleh Muhammad Efriza Pandia

Editor Muhammad Efriza Pandia


BANDUNG, itb.ac.id — Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) bekerja sama dengan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia menyelenggarakan "Creative Consortium Summit and Innovation Challenge 2026" di Gedung Center for Arts, Design, and Language (CADL), ITB Kampus Ganesha, Kamis (24/9/2026).

Mengusung tema “Creative Industries: Local Heroes, National Champions, Global Outreach”, kegiatan ini mempertemukan pemerintah, perguruan tinggi, komunitas, mahasiswa, dan pelaku industri untuk memperkuat kolaborasi dalam pengembangan ekonomi kreatif Indonesia. Forum tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian Road to World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026.

Pertemuan Sains, Teknologi, Seni, dan Bisnis

Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., mengatakan bahwa karakter multidisiplin ITB menjadi modal penting dalam pengembangan ekonomi kreatif. Berawal dari sejarah pendidikan keteknikan, ITB kemudian berkembang dengan mengintegrasikan seni, desain, hingga bisnis.

"Pertemuan antara sains, teknologi, seni, kriya, desain, dan bisnis tersebut menjadi salah satu kekuatan ITB dalam mendorong lahirnya inovasi yang tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga dapat memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat," kata Rektor ITB.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam ekosistem ekonomi kreatif melalui riset, pengembangan keilmuan, dan kolaborasi lintas sektor. Dari proses tersebut, perguruan tinggi dapat berkontribusi dalam menghasilkan kekayaan intelektual, rekomendasi kebijakan, inovasi, hingga dampak ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat.

Perguruan Tinggi sebagai Knowledge and Innovation Hub

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, mengapresiasi peran ITB sebagai Knowledge and Innovation Hub yang mempertemukan teknologi, talenta, riset, dan kebutuhan industri ekonomi kreatif.

Dalam keynote speech-nya pada Creative Consortium Summit 2026, Teuku Riefky menekankan pentingnya memperkuat keterhubungan antara pemerintah, perguruan tinggi, industri, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mengembangkan ekonomi kreatif nasional.

"Potensi tersebut masih dapat diperluas, termasuk melalui penguatan pencatatan ekspor jasa kreatif berbasis digital, pengembangan talenta, riset, serta optimalisasi kekayaan intelektual dari perguruan tinggi," ujarnya.

Innovation Challenge, Ruang bagi Gagasan Kreatif

Ketua Konsorsium Perguruan Tinggi Ekonomi Kreatif (KPT Ekraf), Dr. Dewi Kartika Sari, S.E., Ak., M.S.Ak., CA., menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan terdiri atas dua agenda utama, yakni Innovation Challenge dan Creative Consortium Summit.

"Innovation Challenge menjadi ruang bagi mahasiswa dan pelaku ekonomi kreatif untuk menampilkan gagasan serta inovasi yang menjawab beragam kebutuhan masyarakat dan industri," ucapnya.

Beragam inovasi tampil dalam kompetisi, mulai dari pemanfaatan limbah sekam padi menjadi material berkelanjutan, kampanye digital untuk memperkenalkan budaya Dayak Kenyah kepada generasi muda, hingga aplikasi financial advisor berbasis kecerdasan buatan.

Salah satu karya dari ITB yang masuk dalam daftar pemenang adalah LeGawangan: Inovasi Perancangan Furnitur Ergonomis demi Mencapai Produktivitas dan Work Ease Industri Kreatif, yang dikembangkan mahasiswa bidang Desain Produk dan Manajemen ITB.

Selain kompetisi, Creative Consortium Summit menjadi ruang diskusi untuk menyusun Zero Draft Statement yang diharapkan menjadi bagian dari rumusan bersama dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif.

Memperluas Jejaring Perguruan Tinggi Ekonomi Kreatif

Rangkaian Creative Consortium Summit 2026 juga diisi dengan penguatan jejaring antarperguruan tinggi. Dalam kegiatan tersebut dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara Universitas Multi Data Palembang (UMDP) dan Universitas Santo Borromeus (USTB) dengan Konsorsium Perguruan Tinggi Ekonomi Kreatif. Prosesi turut disaksikan Menteri Ekonomi Kreatif dan Rektor ITB.

Forum tersebut turut menghadirkan perwakilan Bappenas, Indonesia Creative Cities Network (ICCN), pimpinan perguruan tinggi, akademisi, mahasiswa, serta berbagai pemangku kepentingan ekonomi kreatif.

Melalui Creative Consortium Summit and Innovation Challenge 2026, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, industri, komunitas, dan generasi muda diharapkan semakin kuat. Sinergi tersebut menjadi ruang untuk mendorong inovasi, pengembangan kekayaan intelektual, penguatan talenta kreatif, serta memperluas peluang karya dan produk kreatif Indonesia agar dapat berkembang dari tingkat lokal, nasional, hingga global.

#itb #fsrd itb #creative consortium summit 2026 #ekonomi kreatif #industri kreatif #inovasi #kolaborasi #kekayaan intelektual #sdg 4 #quality education #sdg 8 #decent work and economic growth #sdg 9 #industry innovation and infrastructure #sdg 12 #responsible consumption and production #sdg 17 #partnerships for the goals