Orasi Ilmiah Prof. Gunawan Handayani: Mendeteksi Rahasia Bawah Permukaan Lewat Inovasi Cerdas LSSM untuk Dimensi Baru Mitigasi Bencana
Oleh Dina Avanza Mardiana - Mikrobiologi, 2022
Editor M. Naufal Hafizh, S.S.
BANDUNG, itb.ac.id - Forum Guru Besar Institut Teknologi Bandung (FGB ITB) menggelar Orasi Ilmiah Guru Besar ITB, di Aula Barat, ITB Kampus Ganesha, Sabtu (9/5/2026). Pada kesempatan tersebut, Prof. Drs. Gunawan Handayani, M.SCE, Ph.D. dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) menyampaikan orasi ilmiah berjudul, “Penelitian dan Aplikasi Gelombang Dekat Permukaan untuk Menunjang Pembangunan Infrastruktur dan Mitigasi Bencana Alam Indonesia”.
Prof. Gunawan menjelaskan bahwa dalam pembangunan infrastruktur dan mitigasi bencana, sangat penting untuk mengetahui kekuatan bahan seperti beton, baja, maupun tanah secara tidak merusak (non-destruktif). Beliau menilai penggunaan gelombang elastik P dan S adalah metode yang paling efektif untuk mengukur parameter tersebut tanpa mengganggu integritas material.
Inovasi LSSM: Solusi Pengujian di Area Bising
Salah satu tantangan besar dalam pengujian lapangan adalah adanya gangguan suara atau derau, terutama di jalan raya. Prof. Gunawan menyampaikan bahwa timnya telah mengembangkan inovasi berupa uji Linear Sweep Sine Method (LSSM) yang memiliki fitur tahan kebisingan yang sangat tinggi.
Fitur ini, menurutnya, sangat krusial untuk pengukuran di area publik yang padat lalu lintas. “Secara ekonomis tidak mungkin untuk menghentikan lalu lintas selama pengukuran ini,” ujarnya menekankan efisiensi metode tersebut. Ia menambahkan bahwa sistem LSSM ini kini telah berbasis Android sehingga lebih praktis dikontrol melalui ponsel.
Memahami ‘Memori’ Tanah dan Risiko Likuifaksi Berulang
Memasuki pembahasan mengenai bencana alam, Prof. Gunawan menekankan pentingnya parameter Modulus Geser Maksimum (Gmax) dalam memprediksi perilaku tanah. Dalam analisis likuifaksi, beliau menepis anggapan umum bahwa tanah yang pernah mengalami likuifaksi akan menjadi lebih padat dan aman di masa depan.
Berdasarkan penelitiannya, likuifaksi justru menghancurkan sementasi antar-butiran yang telah terbentuk selama ribuan tahun. "Tanah tersebut kehilangan 'memori' kekuatannya," ujarnya menjelaskan mengapa suatu wilayah tetap berisiko tinggi mengalami likuifaksi kembali pada gempa berikutnya.
Peran Strategis dalam Pembangunan Infrastruktur Modern
Prof. Gunawan juga menjelaskan bahwa parameter gelombang dekat permukaan memiliki peran vital dalam desain terowongan dan kestabilan lereng. “Tanpa data kekakuan awal yang akurat dari Gmax, simulasi stabilitas lereng terhadap gempa hanyalah berupa tebakan kasar”, ujarnya.
Dalam pembangunan infrastruktur, misalnya proyek pembangunan terowongan, pemodelan yang menyertakan parameter kekakuan ini menghasilkan prediksi profil penurunan muka tanah yang lebih tajam dan sempit, sesuai dengan observasi lapangan. Hal ini, tambahnya, sangat penting agar estimasi kerusakan pada bangunan eksisting di sekitarnya tidak meleset
Menutup orasinya, Prof. Gunawan mengajak hadirin untuk merefleksikan esensi dari inovasi teknologi ini. Ia menegaskan bahwa memperoleh kecepatan gelombang elastik dan ketebalan lapisan tanah seakurat mungkin bukanlah sekadar pencapaian akademis, melainkan fondasi penting bagi keselamatan publik. Ia berharap pendekatan non-destruktif ini dapat terus menjadi tulang punggung dalam menunjang pembangunan infrastruktur yang kokoh sekaligus memitigasi ancaman bencana alam di Indonesia secara berkelanjutan.


.jpg)


