Pameran “Trajectstory x Rasterience 2026” DKV ITB Hadirkan Ruang Temu Industri dengan Karya Mahasiswa

Oleh Gita Nur Ajizah - Mahasiswa Astronomi, 2023

Editor M. Naufal Hafizh, S.S.

Suasana pameran “Trajectstory x Rasterience 2026” di Aula Barat, ITB Kampus Ganesha, Rabu (17/6/2026). (ITB/Gita Nur Ajizah)

BANDUNG, itb.ac.id - Fakultas Seni Rupa dan Design (FSRD) ITB menyelenggarakan pameran karya mahasiswa DKV FSRD ITB dari berbagai mata kuliah di Aula Barat ITB, pada Selasa-Kamis (16-18/6/2026).

Dengan judul “Trajectstory x Rasterience 2026”, pameran ini menjadi ruang temu akademik dengan industri bagi karya-karya mahasiswa DKV ITB dari delapan mata kuliah: Portofolio Profesi DKV, DKV 4, Desain Game, Desain Grafis Lingkungan, Kelas Ilustrasi Buku Anak (KIBA), Desain Antarmuka dan Interaktivitas Digital (UI/UX), Boardgame, hingga Komik. Selain itu, pameran ini juga diramaikan dengan beragam kegiatan seperti talkshow, game dan portfolio reviu, pemberian penghargaan, hingga portfolio showcase.

Ketua Pelaksana, Revi, mengatakan bahwa yang membuat pameran ini menarik selain tergabungnya karya-karya mahasiswa DKV dari delapan mata kuliah adalah pengunjung bisa berinteraksi langsung dengan karya-karya dari mata kuliah seperti Design Game. Pengunjung dapat mencoba memainkan langsung game-game buatan mahasiswa mata kuliah tersebut.

Salah seorang pengunjung mencoba memainkan game "Help Me Mr. Dukun" karya mahasiswa mata kuliah Design Game, di Aula Barat, Rabu (17/6/2026). (ITB/Gita Nur Ajizah)

Pameran “Trajectstory x Rasterience 2026” bukan hanya menampilkan karya visual, tetapi juga membangun pengalaman eksplorasi lebih lanjut bagi tiap pengunjung.

“Setelah tiga tahun vakum, saya harap pameran 'Trajectstory x Rasterience 2026' ini bisa berkontribusi dalam memberikan ide kolaborasi bidang ilmu DKV dengan industri desain di luar sana”, ungkap Revi.

Aktivitas Langsung Pengunjung dengan Karya Pameran Design Game

Salah satu karya yang menarik dari mata kuliah Design Game adalah games "Help Me Mr. Dukun". Game yang dibuat oleh tim beranggotakan sembilan mahasiswa DKV, Informatika, dan Teknik Mesin ini adalah buah hasil proyek mata kuliah Desain Game selama satu semester.

Game ini adalah sebuah poison making game dan dukun simulator yang berfokus pada pengembangan absurdis humor.

Di game ini pemain akan berperan sebagai seorang dukun bernama Mr. Dudu yang didatangi beberapa pelanggan dengan permintaan-permintaan khusus seperti ‘aku ingin kuat’, ‘aku ingin kaya’, ‘aku ingin pacarku me-notice aku kembali’, dan sebagainya.

Setelah mengetahui cerita dan permintaan customer, Mr. Dudu akan memilih bahan-bahan yang tersedia untuk membuat sebuah poison yang dapat mewujudkan permintaan pelanggan.

Bagian poison mixing ini adalah bagian yang krusial karena pencampuran bahannya harus mencapai parameter tertentu agar mendapatkan rank poison yang bagus. Namun jika poison mixing-nya tidak berjalan baik, di akhir sesi terdapat mini game bervariasi yang memungkinkan kita sebagai Mr. Dudu untuk meningkatkan kualitas poison yang dihasilkan.

“Memang gameplay loop-nya itu cukup sederhana, dan main selling point-nya ada di discovering ending-ending-nya dari item-item yang dipilih saat membuat poison di mana tiap item akan menghasilkan ending-ending yang berbeda bagi karakter yang membutuhkannya,” ujar Hakim, salah seorang programmer dari tim pengembang game ini.

Hal lain yang menarik dari game ini adalah adanya album yang berisi riwayat customer yang datang dengan setiap racikan poison yang diberikan. Album ini dapat membantu pemain untuk membandingkan racikan setiap poison sebagai bahan evaluasi ke depannya.

#itb #fsrd #fakultas seni rupa dan desain #program studi desain komunikasi visual #desain komunikasi visual #dkv #trajectstory x rasterience 2026 #pameran mahasiswa #pameran karya #karya mahasiswa #industri kreatif #desain grafis #desain game #game development #desain grafis lingkungan #ilustrasi #ui ux #interaktivitas digital #kolaborasi industri #sdg 4 #quality education #sdg 8 #decent work and economic growth #sdg 9 #industry innovation and infrastructure #sdg 17 #partnerships for the goals